Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gebrakan Maung Bandung: Dari Joey Pelupessy hingga Maarten Paes, Persib Bidik Skuad ‘Monster’

Kamis, 7 Mei 2026 21:59 WIB

Link Video Viral Guru Bahasa Inggris Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?

Kamis, 7 Mei 2026 21:34 WIB
ASN bisa WFA

Kabar Gembira ASN! Gaji ke-13 2026 Resmi Diatur, Ini Besaran dan Kelompok Penerimanya

Kamis, 7 Mei 2026 20:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gebrakan Maung Bandung: Dari Joey Pelupessy hingga Maarten Paes, Persib Bidik Skuad ‘Monster’
  • Link Video Viral Guru Bahasa Inggris Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Kabar Gembira ASN! Gaji ke-13 2026 Resmi Diatur, Ini Besaran dan Kelompok Penerimanya
  • Geger Super League! Persija vs Persib Siap Bentrok di Stadion ‘Theater of Hell’
  • Viral Link Video ‘Vell TikTok Blunder 8 Menit’ Heboh di Medsos, Nama Vellisa Trending dan Picu Rasa Penasaran Netizen
  • Andrew Jung Siap Jadi Mimpi Buruk Persija, Persib Bidik Kemenangan Mutlak di Segiri
  • Anak Emas Prabowo dalam Masalah? Jejak Muhammad Qodari di Balik Pusaran Badai ‘Homeles Media’
  • Final Liga Champions 2025/2026: PSG vs Arsenal Siap Bentrok di Budapest, Siapa Raja Eropa?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 8 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sanitasi Bandung Darurat: 285 Hektare Masih Kumuh, Ini Rencana Besar Pemkot

By SusanaSelasa, 21 Oktober 2025 18:04 WIB2 Mins Read
Ilustrasi Kawasan Kumuh. Foto: Pixabay.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kawasan kumuh di Kota Bandung masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus dituntaskan pemerintah daerah.

Hingga kini, sekitar 285 hektare wilayah masih masuk kategori kumuh, terutama akibat buruknya sanitasi, drainase, dan infrastruktur permukiman.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Luthfi Firdaus, menegaskan bahwa persoalan terbesar bukan semata rumah tidak layak huni, tetapi minimnya sarana pengelolaan air limbah.

“Masalah sanitasi masih jadi pekerjaan berat. Kita sudah membangun septic tank individual dan komunal setiap tahun, tapi jumlahnya belum sebanding dengan kebutuhan,” ujar Luthfi, Selasa (21/10/2025).

Baca Juga:  RTH Kota Bandung Jauh dari Ideal

Kapasitas Pembangunan Masih Minim

Setiap tahun, Pemkot Bandung hanya mampu membangun 10–17 unit septic tank komunal atau individual, jumlah yang sangat jauh dari ideal jika dibandingkan dengan luas kawasan kumuh yang mencapai ratusan hektare.

Untuk mempercepat penanganan, tahun depan Pemkot Bandung berencana mengajukan Dana Alokasi Khusus (DAK) ke pemerintah pusat. Rencananya, alokasi tersebut akan digunakan untuk membangun sekitar 100 unit septic tank komunal di titik-titik kumuh prioritas.

“Dukungan dari pusat sudah ada, tapi alokasinya masih terbatas. Tahun ini saja baru 17 unit septic tank komunal yang bisa dibangun,” tuturnya.

Baca Juga:  Taman Tematik di Bandung Segera Berganti Nama, Ini Daftarnya!

Keterbatasan Lahan Jadi Kendala Terbesar

Menurut Luthfi, kawasan padat penduduk sering menjadi hambatan utama. Pembangunan septic tank komunal membutuhkan lahan minimal 9 meter persegi untuk menampung limbah dari 15–25 kepala keluarga.

“Kondisi gang sempit membuat kami kesulitan mencari lokasi. Kami sudah usulkan agar Pemkot bisa membeli lahan kosong untuk dijadikan lokasi septic tank,” katanya.

Sebagai solusi cepat, DPKP kini memprioritaskan pembangunan septic tank individual agar limbah domestik tidak langsung mengalir ke sungai.

Sanitasi Buruk Berpotensi Ganggu Kesehatan Warga

Luthfi menegaskan bahwa isu sanitasi bukan sekadar persoalan teknis infrastruktur, melainkan terkait langsung dengan kesehatan publik. Banyak penyakit menular bersumber dari sanitasi yang tidak memadai.

Baca Juga:  Pohon Tumbang di Ciumbuleuit, Kabel Listrik Jadi Penahan Darurat

“Ini menyentuh kesehatan masyarakat. Jadi, penanganan kawasan kumuh harus dilakukan serius dan terintegrasi,” tegasnya.

Perlu Kolaborasi Lintas Sektor

DPKP menyebut bahwa penanganan kawasan kumuh tidak mungkin dikerjakan satu dinas saja. Permasalahan sanitasi, drainase, rutilahu, hingga pengolahan air limbah membutuhkan dukungan lintas sektor.

“DPKP terus melakukan pemantauan lewat sistem pengawasan kawasan permukiman. Targetnya jelas: menurunkan luas kawasan kumuh dan meningkatkan kualitas hidup warga Bandung,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPKP Kota Bandung kawasan kumuh Bandung penanganan permukiman kumuh sanitasi Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

ASN bisa WFA

Kabar Gembira ASN! Gaji ke-13 2026 Resmi Diatur, Ini Besaran dan Kelompok Penerimanya

Anak Emas Prabowo dalam Masalah? Jejak Muhammad Qodari di Balik Pusaran Badai ‘Homeles Media’

Atma Waluya SMAN 1 Ciamis Jadi Ajang Kreativitas dan Perpisahan Siswa Kelas XII

Waketum DPN Peradi Yovie M Santosa Soroti Kasus Erwin: Hukum Tidak Boleh Bekerja Berdasarkan Tekanan Publik Semata

Gunting Guru BK vs Air Mata Siswi! Skandal ‘Salon Paksa’ di SMKN 2 Garut Meledak

Ilustrasi begal

Pria di Soekarno-Hatta Bandung Jadi Korban Begal Berkedok Polisi Gadungan

Terpopuler
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Link Video Viral ‘Vell TikTok Blunder’, Warganet Ramai Cari Versi Asli
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
  • Heboh Pencarian Video Viral “Tasya Gym Bandar Batang”, Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Digital
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.