Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Daftar Lengkap 9 Nomor Esports Indonesia yang Lolos ke Main Event Asian Games 2026, Game Apa Saja?

Senin, 22 Juni 2026 21:27 WIB

Bukan Messi atau Mbappe, Penyerang Inilah yang Pimpin Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026

Senin, 22 Juni 2026 20:58 WIB

Resmi! Persib Lepas Sergio Castel Martinez Usai Super League 2025/26

Senin, 22 Juni 2026 20:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Daftar Lengkap 9 Nomor Esports Indonesia yang Lolos ke Main Event Asian Games 2026, Game Apa Saja?
  • Bukan Messi atau Mbappe, Penyerang Inilah yang Pimpin Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026
  • Resmi! Persib Lepas Sergio Castel Martinez Usai Super League 2025/26
  • Heboh! Cut Salwa Jadi Trending di TikTok, Link Video yang Beredar Picu Rasa Penasaran
  • PLN Jabar Digugat Rp2 Ribu Akibat Sering Mati Lampu: Biar Jadi Pelajaran, Telat Bayar Saja Kita Diputus!
  • FKSS Jabar Curiga Dana Sekolah Swasta Gratis Bakal Caplok Jatah Siswa Miskin
  • Persib Siapkan Pengumuman Pemain Dilepas, Luka Menalo Dirumorkan Segera Gabung
  • Trauma dan Luka Berat, Korban Kekerasan di Bandung Bakal Jalani Operasi Bedah Plastik
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 23 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sanitasi Bandung Darurat: 285 Hektare Masih Kumuh, Ini Rencana Besar Pemkot

By SusanaSelasa, 21 Oktober 2025 18:04 WIB2 Mins Read
Ilustrasi Kawasan Kumuh. Foto: Pixabay.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kawasan kumuh di Kota Bandung masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus dituntaskan pemerintah daerah.

Hingga kini, sekitar 285 hektare wilayah masih masuk kategori kumuh, terutama akibat buruknya sanitasi, drainase, dan infrastruktur permukiman.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Luthfi Firdaus, menegaskan bahwa persoalan terbesar bukan semata rumah tidak layak huni, tetapi minimnya sarana pengelolaan air limbah.

“Masalah sanitasi masih jadi pekerjaan berat. Kita sudah membangun septic tank individual dan komunal setiap tahun, tapi jumlahnya belum sebanding dengan kebutuhan,” ujar Luthfi, Selasa (21/10/2025).

Kapasitas Pembangunan Masih Minim

Baca Juga:  RTH Kota Bandung Jauh dari Ideal

Setiap tahun, Pemkot Bandung hanya mampu membangun 10–17 unit septic tank komunal atau individual, jumlah yang sangat jauh dari ideal jika dibandingkan dengan luas kawasan kumuh yang mencapai ratusan hektare.

Untuk mempercepat penanganan, tahun depan Pemkot Bandung berencana mengajukan Dana Alokasi Khusus (DAK) ke pemerintah pusat. Rencananya, alokasi tersebut akan digunakan untuk membangun sekitar 100 unit septic tank komunal di titik-titik kumuh prioritas.

“Dukungan dari pusat sudah ada, tapi alokasinya masih terbatas. Tahun ini saja baru 17 unit septic tank komunal yang bisa dibangun,” tuturnya.

Baca Juga:  Taman Tematik di Bandung Segera Berganti Nama, Ini Daftarnya!

Keterbatasan Lahan Jadi Kendala Terbesar

Menurut Luthfi, kawasan padat penduduk sering menjadi hambatan utama. Pembangunan septic tank komunal membutuhkan lahan minimal 9 meter persegi untuk menampung limbah dari 15–25 kepala keluarga.

“Kondisi gang sempit membuat kami kesulitan mencari lokasi. Kami sudah usulkan agar Pemkot bisa membeli lahan kosong untuk dijadikan lokasi septic tank,” katanya.

Sebagai solusi cepat, DPKP kini memprioritaskan pembangunan septic tank individual agar limbah domestik tidak langsung mengalir ke sungai.

Sanitasi Buruk Berpotensi Ganggu Kesehatan Warga

Luthfi menegaskan bahwa isu sanitasi bukan sekadar persoalan teknis infrastruktur, melainkan terkait langsung dengan kesehatan publik. Banyak penyakit menular bersumber dari sanitasi yang tidak memadai.

Baca Juga:  RTH Kota Bandung Jauh dari Ideal

“Ini menyentuh kesehatan masyarakat. Jadi, penanganan kawasan kumuh harus dilakukan serius dan terintegrasi,” tegasnya.

Perlu Kolaborasi Lintas Sektor

DPKP menyebut bahwa penanganan kawasan kumuh tidak mungkin dikerjakan satu dinas saja. Permasalahan sanitasi, drainase, rutilahu, hingga pengolahan air limbah membutuhkan dukungan lintas sektor.

“DPKP terus melakukan pemantauan lewat sistem pengawasan kawasan permukiman. Targetnya jelas: menurunkan luas kawasan kumuh dan meningkatkan kualitas hidup warga Bandung,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPKP Kota Bandung kawasan kumuh Bandung penanganan permukiman kumuh sanitasi Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Padam Listrik

PLN Jabar Digugat Rp2 Ribu Akibat Sering Mati Lampu: Biar Jadi Pelajaran, Telat Bayar Saja Kita Diputus!

FKSS Jabar Curiga Dana Sekolah Swasta Gratis Bakal Caplok Jatah Siswa Miskin

Trauma dan Luka Berat, Korban Kekerasan di Bandung Bakal Jalani Operasi Bedah Plastik

Terjepit Skandal Dokumen Epstein dan Kekalahan Pemilu Sela, PM Inggris Keir Starmer Akhirnya Lepas Jabatan

Sentilan Dedi Mulyadi ke PLN: Telat Bayar Listrik Diputus, tapi Pas Mati Lampu Bikin Pabrik Rugi dan Ikan Koi Mati!

Dedi Mulyadi Minta Polda Jabar Gerak Cepat Seret Pacar Biadab yang Sekap Wanita Bandung Selama 3 Tahun

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Heboh Video Viral Cut Salwa, Ini Klarifikasi dan Fakta yang Beredar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.