Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington

Kamis, 19 Februari 2026 22:34 WIB

Link Video Chindo Adidas Full Version Bertebaran, Awas Jangan Sampai Jadi Korban Selanjutnya!

Kamis, 19 Februari 2026 22:26 WIB

Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan

Kamis, 19 Februari 2026 22:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington
  • Link Video Chindo Adidas Full Version Bertebaran, Awas Jangan Sampai Jadi Korban Selanjutnya!
  • Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan
  • Satu Tahun Pimpin Kota Bandung, Farhan Soroti Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen
  • Mau Bukber Seru di Bandung? Ini 5 Kafe Hits dengan Paket Iftar Lengkap
  • Pengendara Motor Tewas Tabrak Trotoar di Jalan Terusan Pasirkoja Bandung
  • Persib Gagal di ACL Two, Nasib Adam Przybek Ikut Terseret
  • Satpol PP Bandung Tegaskan Larangan Jualan Takjil di Zona Terlarang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 20 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Satu Tahun Pimpin Kota Bandung, Farhan Soroti Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 19 Februari 2026 21:25 WIB2 Mins Read
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Memasuki satu tahun kepemimpinannya, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti capaian ekonomi sebagai indikator paling menonjol dalam kinerja Pemerintah Kota Bandung.

Hal itu disampaikan Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis (19/2/2026). Ia menegaskan, secara statistik kondisi ekonomi Kota Bandung menunjukkan tren positif. “Capaian yang paling perlu di-highlight adalah capaian statistik ekonomi yang sangat baik,” ujarnya.

Farhan menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung mengikuti tren Jawa Barat dan kini berada di atas 5 persen.

Selain itu, laju inflasi dinilai tetap terkendali di bawah 3 persen. Menurutnya, stabilitas inflasi menjadi fondasi penting dalam menjaga daya beli masyarakat.

Baca Juga:  Pemkot dan Kejari Bandung Sepakat Terapkan Hukuman Alternatif, Sanksi Sosial Gantikan Pidana Penjara Ringan

Dari sisi kesejahteraan sosial, angka kemiskinan ekstrem disebut mengalami penurunan. Namun demikian, Farhan mengakui adanya tantangan baru.

Ia menyoroti peningkatan jumlah warga yang berpindah ke desil 6 sehingga tidak lagi berhak menerima bantuan iuran BPJS Kesehatan (PBI).

“Risikonya, warga yang pindah ke desil 6 dan tidak lagi mendapatkan PBI BPJS meningkat. Tapi alhamdulillah, sistem administrasi kita sangat rapi,” katanya.

Farhan memastikan, apabila masih terdapat warga dalam desil 1 sampai 5 yang belum terdaftar sebagai penerima PBI, pemerintah akan mengupayakan pendataan ulang.

Dalam masa transisi tersebut, Pemkot Bandung juga mengandalkan program Universal Health Coverage (UHC) agar layanan kesehatan tetap dapat diakses masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga:  Bandung Zoo: Dari Kandang Satwa ke Meja Hijau, Pengelola Gugat Wali Kota Farhan

Secara fiskal, Farhan menyebut kondisi keuangan daerah masih sehat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun mengalami peningkatan signifikan.

Belanja infrastruktur juga naik tajam. Anggaran infrastruktur jalan, misalnya, meningkat dari Rp130 miliar menjadi Rp300 miliar.

Namun, ia mengingatkan agar lonjakan anggaran tersebut dibarengi perencanaan matang. “Jangan hanya besar di depan, tetapi tidak terpakai di belakang. Itu tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Farhan juga menekankan pentingnya peningkatan skor pencegahan korupsi dari KPK agar pengelolaan APBD berjalan transparan dan akuntabel.

Baca Juga:  Jungkir Balik Kehidupan Ridwan Kamil: Dari Arsitek Visioner, Skandal hingga Digugat Cerai

Meski angka kemiskinan menurun, ia mengingatkan adanya dinamika pergeseran antar-desil yang perlu diwaspadai. Perpindahan warga dari desil 3 dan 4 ke desil 2 dan 1 dinilai berbahaya karena berpotensi meningkatkan kerentanan sosial.

Di sisi lain, rasio gini Kota Bandung tercatat turun dari 0,44 menjadi 0,42. Kendati demikian, angka tersebut masih tergolong tinggi dan belum ideal. “Itu tantangan berikutnya,” pungkas Farhan.

Pemerintah Kota Bandung pun berkomitmen menjaga pertumbuhan ekonomi tetap inklusif, agar penurunan kemiskinan sejalan dengan pemerataan kesejahteraan di seluruh lapisan masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

inflasi Bandung 2026 Muhammad Farhan pertumbuhan ekonomi Bandung Wali Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington

Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan

Pengendara Motor Tewas Tabrak Trotoar di Jalan Terusan Pasirkoja Bandung

Satpol PP Bandung Tegaskan Larangan Jualan Takjil di Zona Terlarang

Satpol PP Bandung Larang Sahur On The Road dan Perang Sarung Selama Ramadan

Jadwal Adzan Maghrib Kota Bandung Hari Ini, Siapkan Buka Puasa Tepat Waktu!

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Link Video Viral Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit Bikin Geger, Apa Isinya?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.