Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kabar Buruk! Persib Ditinggal 3 Sosok Kunci Sekaligus Jelang Duel Panas vs PSM Makassar

Selasa, 12 Mei 2026 21:20 WIB

Fenomena Video Viral “Guru Bahasa Inggris” di Media Sosial: Fakta atau Sekadar Konten Setingan?

Selasa, 12 Mei 2026 21:10 WIB

LINK FULL 6 MENIT DICARI! Video Guru vs Murid Viral Gegerkan Medsos

Selasa, 12 Mei 2026 20:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kabar Buruk! Persib Ditinggal 3 Sosok Kunci Sekaligus Jelang Duel Panas vs PSM Makassar
  • Fenomena Video Viral “Guru Bahasa Inggris” di Media Sosial: Fakta atau Sekadar Konten Setingan?
  • LINK FULL 6 MENIT DICARI! Video Guru vs Murid Viral Gegerkan Medsos
  • Rumor Transfer Maxwell Souza: Benarkah Membelot ke Persib? Ini Jawaban Sang Striker!
  • DULU PAKAI TONGKAT, SEKARANG ANGKAT BEBAN! Kisah Ajaib Nenek 61 Tahun yang Bikin Netizen Melongo!
  • Polisi Ungkap Jaringan Anarko di Balik Ricuh May Day Bandung
  • Sinyal Transfer Tak Terduga Persib: Incar Kapten Persebaya Bernilai Rp6,95 Miliar
  • Link Full Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Bikin Heboh, Pakar Ungkap Modus Licik
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 12 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sekda Herman Ungkap Tantangan Serius Pertanian Jabar, Salah Satunya Pinjol

By SusanaKamis, 15 Agustus 2024 04:00 WIB2 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman menyebutkan sektor pertanian masih menghadapi sejumlah tantangan serius.

Tantangan tersebut seputar kesenjangan ekonomi dan tingkat kesejahteraan petani dan buruh tani dengan kelompok masyarakat lainnya di luar pertanian.

Herman mengakui indeks gini ratio Jabar mencapai 0,425 salah satu yang tertinggi di Indonesia, mencerminkan adanya kesenjangan ekonomi yang cukup signifikan.

“Kami menghadapi persoalan yang sangat krusial, indeks gini Jabar termasuk yang tertinggi di Indonesia. Artinya, kita harus mencari solusi agar yang mampu tidak semakin mampu sementara yang kurang mampu tidak semakin terpuruk,” ujar Herman Suryatman saat Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPID) – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Wilayah Jawa di Hotel Tentrem, Kota Semarang, Rabu (14/8/2024).

Baca Juga:  Sekda Herman Dorong Kolaborasi Seluruh Masyarakat Tingkatkan IPM di Jabar

Adapun, tantangan lain, kata Herman yaitu bagaimana mencegah kelompok petani terpapar pinjaman online (pinjol) dengan bunga mencekik yang memberatkan beban hidup petani maupun buruh tani.

Herman mengungkap, statistik menunjukkan jumlah outstanding loan pinjol di Jabar, baik legal maupun ilegal, mencapai hampir Rp16,5 triliun dengan sekitar 535.000 petani terpapar.

Tren saat ini ternyata perani mengandalkan pinjol untuk memenuhi kehidupan sehari – hari terutama sebelum masa panen.

“Ini adalah situasi yang sangat memprihatinkan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Jeje-Ronal Dukung Pembangunan dari Desa, Janjikan Uang Insentif Bagi Petani dan Nelayan

Untuk menjawab tantangan tersebut, Herman berharap Pemerintah Pusat melalui Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan melakukan intervensi agar menciptakan skema pinjaman mikro dan supermikro yang mudah diakses untuk kebutuhan hidup petani dan buruh tani.

“Jika masalah ini tidak segera ditangani maka potensi ledakan sosial sangat mungkin terjadi, mengingat indeks gini kita (Jabar) yang sudah berada pada level lampu kuning menuju merah,” ungkap Herman.

Selain itu, kata Herman tantangan lainnya yakni pertanian Jabar harus dihadapkan pada alih fungsi lahan lahan pertanian dan anomali cuaca yang mengancam produktivitas padi. Pada 2024, Jabar sendiri menargetkan produksi 11 juta ton gabah kering giling (GKG) lebih tinggi dari tahun 2023 sebanyak 9,14 juta ton GKG.

Baca Juga:  Syukuran HUT ke-60 Partai Golkar, MQ Iswara Tegaskan Komitmen untuk Rakyat

Diketahui, Rakor TPIP – TPID seluruh Pulau Jawa digelar untuk mendorong kinerja ekonomi dengan daya tahan kuat guna mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Rakor yang digagas Bank Indonesia dan dihadiri Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah mengambil tema ‘Strategi Peningkatan Produktivitas Pangan di Tengah Alih Fungsi Lahan dan Anomali Cuaca.

Rakor diharapkan dapat menjadi wadah bersama untuk mendiskusikan strategi inovatif serta mencari solusi guna meningkatkan produktivitas pangan di Pulau Jawa secara berkelanjutan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Herman Suryatman Jabar pertanian pinjol tantangan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

DULU PAKAI TONGKAT, SEKARANG ANGKAT BEBAN! Kisah Ajaib Nenek 61 Tahun yang Bikin Netizen Melongo!

Polisi Ungkap Jaringan Anarko di Balik Ricuh May Day Bandung

Retak Pasca-Muktamar XIV Pemuda Persis: Suara Kekecewaan Kader Akar Rumput Mulai Mencuat

Bandung Jadi Pilot Project ‘Perintis Berdaya Connect’, Dongkrak UMKM Naik Kelas

Strategi Baru PPDB Bandung 2026: Wali Kota Farhan Tekankan Transparansi dan Sistem Digital

Bandung Siaga Kesehatan Mental: 12 Puskesmas Kini Dilengkapi Psikolog Klinis

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Heboh! Link Video Viral Guru Bahasa Inggris Full Durasi Ramai Dicari Netizen
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.