Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Awas Terjebak Macet! Ini Jalur Alternatif Saat Demo Mahasiswa Trisakti ke Istana

Kamis, 29 Oktober 2026 11:46 WIB

Warga Coblong Tolak Revitalisasi Taman Fitnes Teuku Umar, Pilih Lapangan Bola Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 11:14 WIB

Melesat 12 Tingkat! Persib Jadi Penyelamat Peringkat Sepak Bola Indonesia di Asia

Kamis, 29 Oktober 2026 11:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Awas Terjebak Macet! Ini Jalur Alternatif Saat Demo Mahasiswa Trisakti ke Istana
  • Warga Coblong Tolak Revitalisasi Taman Fitnes Teuku Umar, Pilih Lapangan Bola Dipertahankan
  • Melesat 12 Tingkat! Persib Jadi Penyelamat Peringkat Sepak Bola Indonesia di Asia
  • Dendam Lama Berujung Maut, Ini Sosok Eksekutor Penusukan di Pasar Caringin
  • Harga Emas Antam Anjlok Rp11.000 Hari Ini! Cek Daftar Lengkapnya Sebelum Beli
  • Video Lama Bocor Lagi! Reaksi Dingin Eve Saat Tahu Hamil Bikin Warganet Geleng-geleng Kepala
  • Sekulic Menggila, Persib Tekuk Melbourne Victory! Tolic Beri Pujian Setinggi Langit
  • Jangan Termakan Jadwal Cair Palsu, Begini Cara Benar Cek PKH dan BPNT November 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Semua Warga Bakal Dibuatkan Rekening Bank Gratis dan Isi Saldo Rp50 Ribu, Yang Sudah Punya Tetap Dapet?

By Aga GustianaKamis, 10 September 2026 18:17 WIB3 Mins Read
Ilustrasi pembuatan rekening bank. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rencana pemerintah untuk membuka rekening bank bagi seluruh rakyat Indonesia terus dimatangkan. Kebijakan ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang telah memiliki tabungan di perbankan sebelumnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa warga yang sudah memiliki simpanan bank akan tetap dipasok rekening baru bentukan pemerintah melalui jaringan Bank Rakyat Indonesia (BRI) serta Bank Syariah Indonesia (BSI).

“Tetep dapet juga,” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Pemerintah berencana menyelaraskan data kepemilikan rekening lama milik warga. Langkah sinkronisasi ini diambil agar rekening resmi dari negara dapat berfungsi optimal sebagai saluran distribusi program bantuan sosial maupun insentif pemerintah.

Proses pemetaan juga berlaku bagi nasabah yang mengantongi lebih dari satu akun perbankan.

Baca Juga:  Pemerintah Selalu Kambing Hitamkan Persoalan Luar Negeri saat Harga Bahan Pokok Naik

“Nanti dikonsolidasi. Jadi kalau rekening ini kan untuk berbagai program pemerintah. Jadi nanti dikonsolidasi di BRI maupun di BSI. Nah, nanti yang punya multiple account juga nanti kita lihat,” kata Airlangga.

Dengan adanya skema integrasi tersebut, kepemilikan tabungan pribadi tidak akan menggugurkan hak warga untuk mendapatkan rekening resmi dari negara. Tatacara teknis penggabungan dan pengelolaan banyak rekening masih dalam tahap penggodokan intensif.

Langkah ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto guna memperluas akses inklusi keuangan di tanah air. BRI dan BSI secara khusus ditunjuk untuk mengeksekusi penyediaan infrastruktur tabungan warga tersebut.

“Tadi Bapak Presiden meminta agar penduduk Indonesia itu mempunyai rekening koran. Jadi tentu diminta untuk BRI dan juga Bank Syariah Indonesia itu mempersiapkan rekening untuk masyarakat,” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (7/9).

Baca Juga:  Siap-siap! Pemerintah Bakal Bagikan Rekening Bank Gratis dan Saldo Awal untuk Warga 17 Tahun ke Atas

Guna menjamin ketepatan sasaran, pembuat kebijakan memanfaatkan basis data kependudukan nasional.

Airlangga menjelaskan bahwa integrasi data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) bakal disinkronkan dengan infrastruktur transaksi milik Bank Indonesia (BI), termasuk pemanfaatan kanal pembayaran digital.

“Dan nanti data yang dipakai adalah data dari Dukcapil. Dan data dari Dukcapil itu tentunya nanti akan dipadankan dengan sistem yang ada di Bank Indonesia terutama untuk payment sistemnya dan yang kedua gateway sistemnya. Jadi menggunakan QRIS,” jelas Airlangga.

Menariknya, setiap akun yang diterbitkan bakal langsung diisi saldo awal sebesar Rp50 ribu per jiwa yang bersumber dari alokasi APBN. Jika menargetkan sekitar 200 juta jiwa, estimasi anggaran yang disiapkan mencapai kisaran Rp11 triliun.

Baca Juga:  Pemerintah AS Shutdown Ketiga di Era Trump, Begini Dampak Besarnya!

“Dananya dari APBN. Totalnya, kalau 200 juta penduduk kan berarti kira-kira 600 juta, atau sekitar Rp 11 T lah,” ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026).

Kepala Menko Perekonomian tersebut memastikan dana stimulan tersebut dapat dipergunakan langsung oleh pemilik akun.

“Bisa, bisa ditarik,” tuturnya.

Proses pembuatan rekening massal ini tidak diserentakkan dalam satu waktu, melainkan secara bertahap bersamaan dengan penyempurnaan regulasi teknis antara pemerintah, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Masyarakat yang sudah memiliki rekening lama tidak perlu menutup tabungan pribadinya, sebab pemerintah hanya akan melakukan pengintegrasian data guna menunjang penyaluran program-program strategis negara.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Airlangga Hartarto pemerintah rekening bank
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Emas Antam Anjlok Rp11.000 Hari Ini! Cek Daftar Lengkapnya Sebelum Beli

Video Lama Bocor Lagi! Reaksi Dingin Eve Saat Tahu Hamil Bikin Warganet Geleng-geleng Kepala

Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini

Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus

Dulu Dipuji Jadi Joki Karapan Kerbau, Kini Vebby Hananto Dihujat Gegara Polemik COP JRF

Siapa Mamita? Istri ‘Raja Sawer’ Haji AW yang Dikecam karena Sawer Uang dari Mobil

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.