Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Momen Humanis di Nagekeo: Asyik Melayani Selfie Warga, Seskab Teddy Hampir Ketinggalan Rombongan Presiden

Rabu, 26 Agustus 2026 20:46 WIB

PN Bandung Tolak Lagi Praperadilan Mantan Pengurus Gereja: Status Tersangka ITE Bambang Soeharto Sah

Rabu, 26 Agustus 2026 20:34 WIB

El Clasico Persija vs Persib Siap Guncang GBK 12 September, I.League Tunggu Surat Izin Resmi Polisi

Rabu, 26 Agustus 2026 20:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Momen Humanis di Nagekeo: Asyik Melayani Selfie Warga, Seskab Teddy Hampir Ketinggalan Rombongan Presiden
  • PN Bandung Tolak Lagi Praperadilan Mantan Pengurus Gereja: Status Tersangka ITE Bambang Soeharto Sah
  • El Clasico Persija vs Persib Siap Guncang GBK 12 September, I.League Tunggu Surat Izin Resmi Polisi
  • NIK KTP Jadi Kunci! Cara Cek BPNT Tahap 3 2026 dan Potensi Bantuan Rp600 Ribu
  • Tawa Anak-anak di Tenda Pengungsian Nagekeo: Saat Presiden Prabowo Bawa Mainan dan Harapan Baru
  • HEBOH! ‘Ikan Kiamat’ Sepanjang 4 Meter Muncul di Pantai Pink Lombok, Benarkah Sinyal Bencana Besar?!
  • MQ Iswara Soroti Penggusuran PKL, Minta Pemerintah Perhatikan Aspek Kemanusiaan
  • Viral Kendaraan Dipajak Rp50 Ribu di Jalan Beton Baru Cianjur, Aksi Pria Buka Paksa Palang Tuai Pujian
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 26 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Serangan Siber Lewat USB Meningkat Tajam, Terdeteksi Hampir 50 Juta Ancaman

By Aga GustianaJumat, 2 Mei 2025 13:30 WIB2 Mins Read
Ilustrasi hacker. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ancaman siber kini tidak hanya datang dari jaringan daring. Serangan melalui perangkat penyimpanan fisik seperti USB drive dan hard drive eksternal menunjukkan lonjakan signifikan, bahkan ketika banyak perusahaan sibuk memperkuat pertahanan jaringan online mereka.

Menurut laporan terbaru Kaspersky, perusahaan keamanan siber global, sepanjang tahun 2024 tercatat hampir 50 juta serangan malware yang menargetkan perangkat media yang dapat dilepas di wilayah Asia Tenggara (SEA). Angka ini meningkat tajam dibandingkan dengan 43 juta serangan pada 2023, mencerminkan lonjakan 15 persen dalam waktu setahun.

Serangan tersebut memanfaatkan kelemahan dalam perangkat offline yang sering dianggap aman. Alih-alih mengandalkan koneksi internet, pelaku menggunakan media fisik seperti USB untuk menyusupkan malware ke sistem target — sering kali dengan cara yang tidak terdeteksi oleh sistem keamanan konvensional.

Lebih mengkhawatirkan lagi, Kaspersky menemukan bahwa bahkan perangkat USB yang dirancang untuk keamanan tingkat tinggi — termasuk yang digunakan di lembaga pemerintah — telah berhasil disusupi. Dalam salah satu insiden pada akhir 2024, sebuah USB drive yang seharusnya aman justru membawa kode berbahaya yang menyusup ke perangkat lunak manajemen akses, mencuri data rahasia dan menyebarkan infeksi ke perangkat lainnya.

“Ini menjadi bukti bahwa pelaku kejahatan siber terus menyempurnakan tekniknya, dan bahwa ancaman terhadap perangkat offline kini sama seriusnya dengan ancaman daring,” kata Yeo Siang Tiong, General Manager Kaspersky untuk Asia Tenggara.

Dalam data wilayah, Singapura mencatat lonjakan tertinggi dengan peningkatan 88 persen dalam serangan malware offline, disusul Malaysia (47 persen), Vietnam (25 persen), Thailand (20 persen), dan Filipina (16 persen). Sementara itu, Indonesia justru mengalami sedikit penurunan serangan sebesar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kaspersky menyebut total 49 juta ancaman lokal telah diblokir oleh solusi keamanannya di Asia Tenggara pada tahun 2024. Hal ini memperkuat urgensi untuk memperluas cakupan keamanan, tak hanya pada jaringan online, tetapi juga perangkat penyimpanan fisik.

“Organisasi harus tetap proaktif dan memahami potensi risiko dari perangkat-perangkat yang sering kali dianggap tidak berbahaya,” tegas Yeo. “Implementasi kebijakan keamanan yang ketat terhadap perangkat removable seperti USB menjadi langkah penting untuk mencegah kebocoran data dan serangan yang merugikan.”

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buka Saat Orang Tidur, Perkedel Bondon Malah Diserbu! Kuliner Legend Bandung Ini Bikin Rela Antre

Vilmei Syok Saat Bayar Makan Ditolak, Tabungan Rp1,2 M Diduga Dikuras Karyawan

Benarkah Masuk Desil 9 dan 10 Otomatis Gagal Dapat Bansos dan BBM Subsidi? Ini Penjelasannya

Bikin Ilmuwan Syok! Sebelum Mati, Gorila Pintar Ini Tinggalkan Tamparan Keras untuk Manusia!

Harga Emas Antam Hari Ini 26 Agustus 2026: 1 Gram Masih Rp2,768 Juta, Cek Daftar Lengkapnya

Game Free Fire

Banjir Item Gratis! Kode Redeem FF 26 Agustus 2026 Siap Klaim, Ada Skin M1887 dan Diamond

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.