Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Transfer Meledak! Persib Bandung Bajak Winger Brasil Patrick Robson?

Sabtu, 2 Mei 2026 04:00 WIB

Bansos PKH dan BPNT 2026 Belum Cair, Ini Fakta Terbaru dan Jadwalnya

Sabtu, 2 Mei 2026 03:00 WIB
Game Free Fire

Klaim Segera! Kode Redeem FF 2 Mei 2026: Dapatkan Skin M1887 Terlangka dan Diamond Gratis Hari Ini

Sabtu, 2 Mei 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Transfer Meledak! Persib Bandung Bajak Winger Brasil Patrick Robson?
  • Bansos PKH dan BPNT 2026 Belum Cair, Ini Fakta Terbaru dan Jadwalnya
  • Klaim Segera! Kode Redeem FF 2 Mei 2026: Dapatkan Skin M1887 Terlangka dan Diamond Gratis Hari Ini
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • 4 Winger + 1 Kiper Masuk Radar Persib, Siapa Paling Dekat Gabung?
  • Jumat Malam yang Mencekam di Tamansari Bandung: Massa Serba Hitam Kocar-kacir Diterjang Aparat
  • UMKM Pangan Sulit Tembus Ekspor? Ledia Hanifa Ungkap Rahasia di Balik Kemasan Produk
  • Heboh Link Video Bandar Membara, Identitas Pemeran Terungkap
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 2 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Serangan Siber Lewat USB Meningkat Tajam, Terdeteksi Hampir 50 Juta Ancaman

By Aga GustianaJumat, 2 Mei 2025 13:30 WIB2 Mins Read
Ilustrasi hacker. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ancaman siber kini tidak hanya datang dari jaringan daring. Serangan melalui perangkat penyimpanan fisik seperti USB drive dan hard drive eksternal menunjukkan lonjakan signifikan, bahkan ketika banyak perusahaan sibuk memperkuat pertahanan jaringan online mereka.

Menurut laporan terbaru Kaspersky, perusahaan keamanan siber global, sepanjang tahun 2024 tercatat hampir 50 juta serangan malware yang menargetkan perangkat media yang dapat dilepas di wilayah Asia Tenggara (SEA). Angka ini meningkat tajam dibandingkan dengan 43 juta serangan pada 2023, mencerminkan lonjakan 15 persen dalam waktu setahun.

Serangan tersebut memanfaatkan kelemahan dalam perangkat offline yang sering dianggap aman. Alih-alih mengandalkan koneksi internet, pelaku menggunakan media fisik seperti USB untuk menyusupkan malware ke sistem target — sering kali dengan cara yang tidak terdeteksi oleh sistem keamanan konvensional.

Lebih mengkhawatirkan lagi, Kaspersky menemukan bahwa bahkan perangkat USB yang dirancang untuk keamanan tingkat tinggi — termasuk yang digunakan di lembaga pemerintah — telah berhasil disusupi. Dalam salah satu insiden pada akhir 2024, sebuah USB drive yang seharusnya aman justru membawa kode berbahaya yang menyusup ke perangkat lunak manajemen akses, mencuri data rahasia dan menyebarkan infeksi ke perangkat lainnya.

Baca Juga:  Pentingnya Kolaborasi dan Regulasi dalam Perlindungan Data Pribadi di Era Digital

“Ini menjadi bukti bahwa pelaku kejahatan siber terus menyempurnakan tekniknya, dan bahwa ancaman terhadap perangkat offline kini sama seriusnya dengan ancaman daring,” kata Yeo Siang Tiong, General Manager Kaspersky untuk Asia Tenggara.

Dalam data wilayah, Singapura mencatat lonjakan tertinggi dengan peningkatan 88 persen dalam serangan malware offline, disusul Malaysia (47 persen), Vietnam (25 persen), Thailand (20 persen), dan Filipina (16 persen). Sementara itu, Indonesia justru mengalami sedikit penurunan serangan sebesar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Bahaya! Jangan Belanja Online di Situs Ini, Bisa-bisa Rekening Terkuras

Kaspersky menyebut total 49 juta ancaman lokal telah diblokir oleh solusi keamanannya di Asia Tenggara pada tahun 2024. Hal ini memperkuat urgensi untuk memperluas cakupan keamanan, tak hanya pada jaringan online, tetapi juga perangkat penyimpanan fisik.

Baca Juga:  Pentingnya Kolaborasi dan Regulasi dalam Perlindungan Data Pribadi di Era Digital

“Organisasi harus tetap proaktif dan memahami potensi risiko dari perangkat-perangkat yang sering kali dianggap tidak berbahaya,” tegas Yeo. “Implementasi kebijakan keamanan yang ketat terhadap perangkat removable seperti USB menjadi langkah penting untuk mencegah kebocoran data dan serangan yang merugikan.”

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

hard drive siber usb
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Game Free Fire

Klaim Segera! Kode Redeem FF 2 Mei 2026: Dapatkan Skin M1887 Terlangka dan Diamond Gratis Hari Ini

Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?

Heboh Link Video Bandar Membara, Identitas Pemeran Terungkap

Rumah Anisa Rahma Eks Cherybelle Kebakaran, 3.500 Al-Qur’an Tak Tersentuh Api

Banyak Dicari, Link Video Bandar Membara Bergetar Kini Diselidiki Polisi

Jangan Asal Titip! Panduan Cerdas Memilih Daycare agar Si Kecil Aman dan Tetap Happy

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.