Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Banyak Kejanggalan, Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ini Justru Picu Ancaman Digital Serius

Jumat, 3 April 2026 03:00 WIB

Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri No Sensor, Waspada Ancaman Malware Mengintai!

Jumat, 3 April 2026 01:00 WIB

Pemerintah Tetapkan Skema Baru Gaji ke-13 PPPK, Ini Rinciannya

Kamis, 2 April 2026 21:44 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Banyak Kejanggalan, Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ini Justru Picu Ancaman Digital Serius
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri No Sensor, Waspada Ancaman Malware Mengintai!
  • Pemerintah Tetapkan Skema Baru Gaji ke-13 PPPK, Ini Rinciannya
  • Eliano Reijnders Masuk Radar Klub Azerbaijan, Persib Bandung Siaga
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Geger! Pria di Rancabali Bandung Ditemukan Meninggal di Saung
  • Dulu Dihina, Kini Dicinta: Saat Seluruh Indonesia Merangkul Fauzan
  • Jelang Lawan Semen Padang, Thom Haye Ungkap Kekuatan Baru Persib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 3 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Setahun Duet Bedas Pimpin Kabupaten Bandung: Bertahan di Tengah Badai Defisit, Prestasi Justru Melejit

By Aga GustianaJumat, 20 Februari 2026 21:02 WIB3 Mins Read
Bupati Bandung, Dadang Supriatna. (Foto: dok Pemkab Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jumat, 20 Februari 2026, menandai tepat satu tahun perjalanan Dadang Supriatna dan Ali Syakieb sebagai nakhoda Kabupaten Bandung. Sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Februari 2025 lalu, pasangan yang diusung koalisi besar ini praktis tidak menikmati masa “bulan madu” yang tenang.

Tantangan fiskal maha berat langsung menyapa di tahun pertama. Pemerintah Pusat memangkas Transfer Keuangan Daerah (TKD) Kabupaten Bandung hingga hampir Rp1 triliun—sebuah angka yang sanggup melumpuhkan banyak program pembangunan jika tak dikelola dengan tangan dingin.

Rapor Hijau di Tengah Pemangkasan Anggaran

Menariknya, di tengah keterbatasan dana tersebut, indikator kesejahteraan masyarakat justru merangkak naik. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kini menyentuh angka 76,4 poin. Angka kemiskinan pun berhasil ditekan dari 6,40 persen menjadi 6,04 persen, dengan ambisi besar menyentuh angka 5,48 persen pada tahun 2027 mendatang.

Pertumbuhan ekonomi tetap stabil di angka 5,04 poin dengan inflasi yang sangat terjaga di level 1,24 poin—lebih rendah dari rata-rata Jawa Barat. Sektor lapangan kerja menjadi primadona keberhasilan setahun pertama ini.

Baca Juga:  Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bandung 28 Februari 2025

“Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, alhamdulillah kami dapat menciptakan lapangan kerja baru melebihi target selama 1 tahun ini. Dari target 10 ribu penciptaan tenaga kerja baru per tahun, kami berhasil menyerap 11.867 orang. Ini luar biasa karena melebihi target,” jelas Bupati yang akrab disapa Kang DS ini di Rumah Dinasnya, Jumat (20/2/2026).

Jalan Mulus: Investasi Rp1,4 Triliun

Urusan infrastruktur, duet Bedas tak main-main. Sebanyak 85,74% atau sekitar 1.125,53 kilometer jalan di Kabupaten Bandung kini dalam kondisi mantap. Delapan jembatan baru telah berdiri tegak, mendampingi 20 jembatan lainnya yang telah direhabilitasi.

“Insya Allah sekitar 14 persennya lagi, jalan-jalan yang kondisinya masih rusak akan kita selesaikan dalam 3 tahun,” ungkap Kang DS. Ia bahkan berjanji mengalokasikan dana fantastis sebesar Rp1,4 triliun dalam tiga tahun ke depan khusus untuk menuntaskan urusan jalan.

Baca Juga:  Resmi Dukung Pasangan Dadang-Ali, Hamida Siap Jadi Penggerak Utama Bedas Jilid 2

Strategi “Potong Anggaran Dinas” Demi Rakyat

Lantas, bagaimana Pemkab Bandung menutupi lubang Rp1 triliun akibat pemangkasan TKD? Jawabannya adalah efisiensi ekstrem. Belanja non-prioritas yang tidak menyentuh rakyat langsung dikorbankan.

“Kami melakukan efisiensi pada program yang tidak bersentuhan langsung dengan rakyat, seperti pengurangan perjalanan dinas dan rapat-rapat yang tidak mendesak. Anggaran tersebut dialihkan untuk membiayai belanja visi-misi dan program yang dirasakan langsung masyarakat,” tegas pria yang juga menjabat Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung tersebut.

Komitmen ini dibuktikan dengan tetap jalannya program-program “nyawa” seperti insentif 17 ribu guru ngaji, pinjaman modal tanpa bunga, Beasiswa BESTI, hingga perbaikan rutilahu yang telah mencapai 32.851 unit dalam 4,5 tahun terakhir.

“Saya dan Kang Ali Syakieb ini dipilih oleh rakyat. Artinya komitmen dan janji politik kami dengan rakyat harus dilaksanakan,” tambahnya.

Baca Juga:  Luas Panen Padi Kabupaten Bandung Terus Turun, Kini 2.162 Terancam Kekeringan Dampak El Nino

Sinergi Tegalluar & Program Nasional

Wajah masa depan Kabupaten Bandung juga mulai nampak lewat rencana pembangunan Bandung Bedas Convention Center di Tegalluar. Kawasan ini nantinya tidak hanya menjadi pusat pelayanan publik (MPP) terpadu yang memecah konsentrasi layanan di wilayah Timur, tapi juga terkoneksi langsung dengan ekosistem Kereta Cepat Whoosh.

Di akhir evaluasi tahun pertamanya, Kang DS menekankan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari keselarasan visi dengan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa Merah Putih.

“Alhamdulillah berbagai program yang kami jalankan, lebih dari 40 persen selaras dengan program yang dijalankan Presiden Prabowo dan Pemprov Jabar. Semoga apa yang telah kami berikan untuk masyarakat selama setahun ini bermanfaat dan berkah,” tutup Kang DS.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ali Syakieb berita bandung Dadang Supriatna Kabupaten Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pemerintah Tetapkan Skema Baru Gaji ke-13 PPPK, Ini Rinciannya

Geger! Pria di Rancabali Bandung Ditemukan Meninggal di Saung

Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?

Musda Golkar Jabar XI ‘Bara di Balik Beringin’: Digempur Demo Massa, Disentil Isu Rekayasa Kursi Ketua!

Tuntas! 120 Anggota DPRD Jabar Sudah Lapor LHKPN Periode 2025

KPK Sebut Ono Surono Terima Uang dari Sarjan Diduga Terkait Kasus Suap Bekasi

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.