bukamata.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat terkait kemunculan Siklon Tropis Senyar yang saat ini bergerak menuju barat mendekati pesisir Aceh. Pada 26 November, sistem cuaca ini terpantau mengalami penguatan saat melintasi perairan hangat di sekitar Selat Malaka.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa suplai uap air dari wilayah tersebut meningkat signifikan dan memicu pertumbuhan awan hujan tebal di kawasan utara Sumatra. Pusat siklon berada di koordinat 5.0° LU – 98.0° BT, dengan tekanan minimum sekitar 998 hPa dan kecepatan angin maksimum mencapai 43 knot atau sekitar 80 km/jam.
Faisal menyebutkan bahwa dalam 48 jam ke depan, Senyar diperkirakan melemah menjadi Depresi Tropis, namun dampaknya tetap perlu diwaspadai.
Apa Itu Siklon Tropis Senyar?
Senyar berasal dari perkembangan Bibit Siklon 95B yang tumbuh di sekitar timur Aceh, tepatnya di kawasan Selat Malaka. Kejadian ini tergolong tidak biasa, karena wilayah Aceh jarang menjadi lokasi pembentukan siklon tropis.
Dalam teori meteorologi, siklon hanya dapat terbentuk bila berada minimal lima derajat dari garis ekuator. Hal ini berkaitan dengan gaya Coriolis yang mempengaruhi kemampuan udara untuk berputar dan membentuk pusaran. Posisi Senyar yang tepat berada di batas minimal tersebut membuat fenomena ini cukup unik.
Kombinasi suhu permukaan laut yang hangat, kelembapan tinggi, serta pola angin stabil pada akhir November menjadi faktor utama mengapa bibit 95B dapat berkembang menjadi Siklon Tropis Senyar, meski wilayahnya dekat dengan khatulistiwa.
Kaitan dengan Perubahan Iklim
Para peneliti dari Research Center for Climate Change Universitas Negeri Padang menilai bahwa pola cuaca seperti ini mengindikasikan pengaruh pemanasan laut global. Meningkatnya suhu air laut dapat memperluas area pembentukan siklon tropis, termasuk ke wilayah yang sebelumnya dianggap aman dari fenomena tersebut.
Mereka menilai Indonesia, yang sebagian besar wilayahnya berada dekat ekuator, kini tak lagi sepenuhnya bebas dari ancaman sistem badai tropis. Perubahan iklim membuat dinamika atmosfer di kawasan tropis semakin sulit diprediksi.
Dampak yang Berpotensi Dirasakan Akibat Siklon Tropis Senyar
BMKG meminta warga di sejumlah wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan dalam 2–3 hari ke depan, terutama Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatra Barat. Dampak yang mungkin terjadi meliputi:
1. Hujan Sangat Lebat hingga Ekstrem
- Aceh dan Sumatra Utara berpotensi diguyur hujan intensitas tinggi.
- Riau serta Sumatra Barat diperkirakan mengalami hujan sedang hingga lebat.
2. Angin Kencang
Angin kuat dapat muncul di Aceh, Sumut, Riau, Sumbar, dan Kepulauan Riau, seiring dengan pergerakan pusaran angin Senyar.
3. Gelombang Tinggi
- Gelombang 1,25–2,5 meter diperkirakan terjadi di Selat Malaka bagian tengah, Perairan Rokan Hilir, dan Perairan Sumut.
- Gelombang 2,5–4 meter berpotensi muncul di Selat Malaka bagian utara, Perairan Aceh, serta Samudra Hindia barat Aceh hingga Nias.
BMKG melalui TCWC Jakarta terus memantau perkembangan Siklon Tropis Senyar dan meminta masyarakat mengikuti informasi resmi untuk menghindari risiko bencana hidrometeorologi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











