Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bansos PKH dan BPNT November 2026 Belum Merata, Begini Cara Mengeceknya

Senin, 2 November 2026 06:00 WIB

Anti Berisik! 5 Kafe Tersembunyi di Bandung Ini Bikin Kerja Makin Fokus

Senin, 2 November 2026 03:00 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026

Senin, 2 November 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bansos PKH dan BPNT November 2026 Belum Merata, Begini Cara Mengeceknya
  • Anti Berisik! 5 Kafe Tersembunyi di Bandung Ini Bikin Kerja Makin Fokus
  • Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026
  • Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026
  • Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks
  • Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati
  • Menalo Brace, Klok Gol Indah! Persib Tempel Ketat Persija
  • Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Simak Tips Memilih Calon Pemimpin saat Pilkada 2024 ala KPU Jabar

By Putra JuangJumat, 20 September 2024 20:42 WIB2 Mins Read
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Jabar, Hedi Ardia. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat membagikan tips untuk masyarakat bagaimana cara memilih calon pemimpin dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

Tips itu dibagikan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Jabar, Hedi Ardia pada kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih di Kiarapayung, Kabupaten Sumedang, Kamis (19/9/2024).

“Salah satu cara untuk memilih pemimpin yang benar itu dengan cara mempelajari visi misinya, program-programnya, kalau mereka terpilih nanti apakah programnya itu memang realistis untuk direalisasikan atau tidak,” ucap Hedi.

“Lihat juga apakah rekam jejaknya itu baik atau tidak, itu salah satu parameter yang bisa menjadi pertimbangan kita,” tambahnya.

Baca Juga:  Survei Poltracking Pilkada Jatim: Khofifah-Emil 57,3% dan Tri Risma-Zahrul 22,7%

Hedi mengatakan, tantangan besar KPU Jabar dalam penyelengaraan Pilkada 2024 ini adalah menghadirkan masyarakat atau pemilih yang berpikir kritis.

“Sehingga kita bisa mendapatkan kepala daerah yang berkualitas, yang bersih, kepala daerah yang pada akhirnya berkomitmen untuk mensejahterakan masyarakat, yang salah satunya ditentukan oleh kecerdasan, kekritisan para pemilihnya,” katanya.

Hedi menyebut, para generasi muda yang saat ini duduk dibangku SMA hingga perguruan tinggi sudah mulai melek politik.

“Bahwa segala sesuatu semua yang menyangkut kehidupan kita itu ditentukan oleh aspek politik, oleh keputusan-keputusan politik, maka jangan jauhi politik,” ungkapnya.

Baca Juga:  Banyaknya Jumlah TPS di Kabupaten Bekasi Bikin Sidang Pleno KPU Jabar Tertunda

Oleh karena itu, pihaknya pun mengajak para generasi muda untuk menggunakan hak pilihnya pada Pilkada 2024 yang akan dilaksanakan pada 27 November mendatang dengan bijak.

“Pastikan nama temen-temen yang sudah berusia 17 tahun itu terdaftar sebagai pemilih, caranya bisa dilihat menggunakan HP temen-temen di browser ketik cekdptonline.kpu.co.id, nanti masukan NIK setelah itu enter, nanti akan muncul temen-temen itu terdaftar di TPS mana, sehingga nanti pada 27 November langsung datang ke TPS dan gunakan hak pilihnya, sesederhana itu menjadi pemilih yang baik,” bebernya.

Di sisi lain, Hedi mengungkapkan bahwa sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia adalah demokrasi Pancasila, yang melibatkan rakyat secara langsung dalam pelaksanaannya.

Baca Juga:  Distribusi Bansos di Jabar Ditunda hingga Pilkada 2024 Selesai

“Dengan sistem demokrasi, semuanya memungkinkan, lalu kenapa banyak pelanggaran dan penyelewengan? Yang harus kita perbaiki itu cara berpolitiknya, kalau sistemnya sudah baik tapi kalau manusia yang menggunakan sistem itu menyelewengkan ya tetep salah,” terangnya.

Menurutnya, apapun sistem yang diterapkan jika manusianya tidak memiliki komitmen terhadap aturan, maka hal itu tidak akan menguntungkan bagi masyarakat.

“Jadi bagaimana kita sama-sama memperbaiki cara berpolitik yang baik dan benar sesuaiĀ denganĀ aturan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

KPU Jabar pilkada Sosialisasi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos PKH dan BPNT November 2026 Belum Merata, Begini Cara Mengeceknya

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026

Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks

Ilustrasi video syur

Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka

Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution

Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung

Terpopuler
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
  • Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.