bukamata.id – Ketenangan warga di wilayah perbatasan Kabupaten Cianjur dan Sukabumi mendadak terusik. Kabar burung mengenai rencana aksi tawuran massal antar pelajar dari dua wilayah bertetangga ini mendadak viral, memicu gelombang kekhawatiran di tengah masyarakat yang baru saja merayakan momen Idul Fitri.
Provokasi Lewat Media Sosial
Ketegangan ini bermula dari unggahan provokatif di platform Instagram. Sebuah akun secara terang-terangan menyerukan agenda “perang besar” yang dijadwalkan berlangsung pada pengujung Maret 2026. Situasi semakin memanas setelah muncul rekaman video yang memperlihatkan konvoi puluhan remaja bermotor asal Sukabumi yang nekat menerobos masuk ke teritorial Cianjur pada malam hari.
Ironisnya, dalam visual yang beredar, para oknum pelajar tersebut tampak menenteng senjata tajam, seolah siap melakukan kontak fisik secara terbuka.
Respon Cepat Aparat di Titik Rawan
Menyikapi eskalasi yang meningkat, jajaran Polres Cianjur langsung bergerak taktis. Fokus pengamanan kini dipusatkan pada “jalur-jalur hitam” dan titik perbatasan yang selama ini dianggap sebagai lokasi rawan pertemuan massa.
Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho Hadi, menegaskan bahwa personelnya telah disebar untuk memastikan kondusifitas wilayah tetap terjaga.
“Tim patroli sudah disiagakan untuk memeriksa secara berkala ke beberapa lokasi, termasuk di perbatasan,” kata dia, Kamis (26/3/2026).
Tak hanya mengandalkan kekuatan fisik di lapangan, kepolisian juga mengaktifkan unit Cyber Crime untuk memutus rantai provokasi digital. Langkah preventif ini diharapkan mampu memadamkan api perselisihan sebelum sempat berkobar menjadi bentrokan fisik.
“Tentu tim siber juga dikerahkan untuk patroli di media sosial. Sehingga bisa langsung dilakukan antisipasi dini sebelum terjadinya bentrokan,” kata dia.
Pesan untuk Orang Tua dan Pelajar
Polisi menekankan bahwa pengawasan keluarga adalah benteng utama. AKBP Alexander mengingatkan agar kesucian bulan Syawal tidak dikotori oleh perilaku anarkis yang hanya akan merusak masa depan generasi muda.
“Khusus untuk adik-adik kita, para pelajar. Ini momen pasca lebaran, kita sudah maaf-maafan jangan sampai dicoreng dengan adanya lagi aksi kekerasan, lebih baik fokus belajar,” pungkasnya.
Hingga saat ini, patroli gabungan masih terus diintensifkan di area perbatasan untuk menjamin keamanan warga dan memastikan aktivitas belajar mengajar di kedua kabupaten tetap berjalan normal tanpa bayang-bayang ketakutan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










