Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Menggugah Selera! Ini 5 Spot Kuliner Hits di Cimahi yang Bikin Ketagihan

Rabu, 14 Oktober 2026 02:00 WIB

Destinasi Wisata Pilihan di Sekitar Stasiun Cimahi untuk Liburan Singkat

Rabu, 14 Oktober 2026 01:00 WIB

Mentereng! Ini Catatan Statistik John Herdman Selama Nahkodai Timnas Indonesia

Selasa, 13 Oktober 2026 21:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menggugah Selera! Ini 5 Spot Kuliner Hits di Cimahi yang Bikin Ketagihan
  • Destinasi Wisata Pilihan di Sekitar Stasiun Cimahi untuk Liburan Singkat
  • Mentereng! Ini Catatan Statistik John Herdman Selama Nahkodai Timnas Indonesia
  • PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar
  • Klok Minta Bobotoh Terus Bersama Persib, Target Besar Menanti di ACL Two
  • Dari Sumedang Jadi Diva Dunia! Kisah Rahasia Rossa yang Jarang Orang Tahu!
  • Igor Tolic Soroti Kekuatan Cong Viettel, Persib Siapkan Strategi Khusus
  • Warga Keluhkan Lagi Kebisingan, Lapangan Padel di Surya Sumantri Bakal Diperiksa
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 14 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sinyal ‘Perang Besar’ Pelajar di Perbatasan Cianjur-Sukabumi: Polisi Perketat Penjagaan Jalur Hitam

By Aga GustianaJumat, 27 Maret 2026 08:09 WIB2 Mins Read
Ilustrasi tawuran pelajar. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketenangan warga di wilayah perbatasan Kabupaten Cianjur dan Sukabumi mendadak terusik. Kabar burung mengenai rencana aksi tawuran massal antar pelajar dari dua wilayah bertetangga ini mendadak viral, memicu gelombang kekhawatiran di tengah masyarakat yang baru saja merayakan momen Idul Fitri.

Provokasi Lewat Media Sosial

Ketegangan ini bermula dari unggahan provokatif di platform Instagram. Sebuah akun secara terang-terangan menyerukan agenda “perang besar” yang dijadwalkan berlangsung pada pengujung Maret 2026. Situasi semakin memanas setelah muncul rekaman video yang memperlihatkan konvoi puluhan remaja bermotor asal Sukabumi yang nekat menerobos masuk ke teritorial Cianjur pada malam hari.

Ironisnya, dalam visual yang beredar, para oknum pelajar tersebut tampak menenteng senjata tajam, seolah siap melakukan kontak fisik secara terbuka.

Baca Juga:  Update Banjir Sukabumi, 4 Orang Masih Dalam Pencarian

Respon Cepat Aparat di Titik Rawan

Menyikapi eskalasi yang meningkat, jajaran Polres Cianjur langsung bergerak taktis. Fokus pengamanan kini dipusatkan pada “jalur-jalur hitam” dan titik perbatasan yang selama ini dianggap sebagai lokasi rawan pertemuan massa.

Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho Hadi, menegaskan bahwa personelnya telah disebar untuk memastikan kondusifitas wilayah tetap terjaga.

Baca Juga:  VIRAL! Ketua BUMDes di Cianjur Gunakan Dana Desa Rp180 Juta Buat Saham Pribadi

“Tim patroli sudah disiagakan untuk memeriksa secara berkala ke beberapa lokasi, termasuk di perbatasan,” kata dia, Kamis (26/3/2026).

Tak hanya mengandalkan kekuatan fisik di lapangan, kepolisian juga mengaktifkan unit Cyber Crime untuk memutus rantai provokasi digital. Langkah preventif ini diharapkan mampu memadamkan api perselisihan sebelum sempat berkobar menjadi bentrokan fisik.

“Tentu tim siber juga dikerahkan untuk patroli di media sosial. Sehingga bisa langsung dilakukan antisipasi dini sebelum terjadinya bentrokan,” kata dia.

Pesan untuk Orang Tua dan Pelajar

Polisi menekankan bahwa pengawasan keluarga adalah benteng utama. AKBP Alexander mengingatkan agar kesucian bulan Syawal tidak dikotori oleh perilaku anarkis yang hanya akan merusak masa depan generasi muda.

Baca Juga:  Geger Protes Menu MBG di Cianjur Berujung Dugaan Penganiayaan, Korban Enggan Damai!

“Khusus untuk adik-adik kita, para pelajar. Ini momen pasca lebaran, kita sudah maaf-maafan jangan sampai dicoreng dengan adanya lagi aksi kekerasan, lebih baik fokus belajar,” pungkasnya.

Hingga saat ini, patroli gabungan masih terus diintensifkan di area perbatasan untuk menjamin keamanan warga dan memastikan aktivitas belajar mengajar di kedua kabupaten tetap berjalan normal tanpa bayang-bayang ketakutan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita kriminal cianjur Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar

Warga Keluhkan Lagi Kebisingan, Lapangan Padel di Surya Sumantri Bakal Diperiksa

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu Belum Pasti Cair, Ini Penjelasan Kemnaker

Satu Mahasiswa Di-DO! Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 4 Pelaku Perundungan Asrama

Dugaan Bullying di Kuningan, Siswa SMP Dilarikan ke RS Usai Telan Cairan Karbol

Kiaracondong Bandung Mulai Ditata, Drainase Tersumbat Sampah Jadi Perhatian

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.