Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Wacana PKB Dihapus Diganti Jalan Provinsi Berbayar, Warga Jabar: Menarik Tapi Masih Membingungkan

Rabu, 13 Mei 2026 22:20 WIB

Bandung Sehat Dimulai dari Rumah: Edukasi Gizi Tekankan Pola Makan Seimbang, Tidur Cukup, dan Gaya Hidup Aktif

Rabu, 13 Mei 2026 21:57 WIB

ITB dan Pemkot Bandung Percepat Solusi Sampah Tamansari, Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Teknologi

Rabu, 13 Mei 2026 20:27 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Wacana PKB Dihapus Diganti Jalan Provinsi Berbayar, Warga Jabar: Menarik Tapi Masih Membingungkan
  • Bandung Sehat Dimulai dari Rumah: Edukasi Gizi Tekankan Pola Makan Seimbang, Tidur Cukup, dan Gaya Hidup Aktif
  • ITB dan Pemkot Bandung Percepat Solusi Sampah Tamansari, Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Teknologi
  • Bandung Jadi Pusat Talenta Digital! Farhan Bongkar Strategi Besar Ekonomi Kreatif 2026
  • Padat Karya Kota Bandung 2026, Warga Dibayar Rp175 Ribu per Hari Sambil Bersihkan Lingkungan
  • UMKM Bandung Siap Go Digital! Pemkot Luncurkan Program Besar hingga AI dan TikTok
  • Dekranasda Bandung Gelar Workshop Rajut di Braga, Warga Diajak Jadi Pelaku UMKM Kreatif
  • Kelas Bos! Lihat Apa yang Dilakukan Pria Ini Saat Sulap Dinding Kusam Jadi Emas!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 13 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sinyal ‘Perang Besar’ Pelajar di Perbatasan Cianjur-Sukabumi: Polisi Perketat Penjagaan Jalur Hitam

By Aga GustianaJumat, 27 Maret 2026 08:09 WIB2 Mins Read
Ilustrasi tawuran pelajar. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketenangan warga di wilayah perbatasan Kabupaten Cianjur dan Sukabumi mendadak terusik. Kabar burung mengenai rencana aksi tawuran massal antar pelajar dari dua wilayah bertetangga ini mendadak viral, memicu gelombang kekhawatiran di tengah masyarakat yang baru saja merayakan momen Idul Fitri.

Provokasi Lewat Media Sosial

Ketegangan ini bermula dari unggahan provokatif di platform Instagram. Sebuah akun secara terang-terangan menyerukan agenda “perang besar” yang dijadwalkan berlangsung pada pengujung Maret 2026. Situasi semakin memanas setelah muncul rekaman video yang memperlihatkan konvoi puluhan remaja bermotor asal Sukabumi yang nekat menerobos masuk ke teritorial Cianjur pada malam hari.

Ironisnya, dalam visual yang beredar, para oknum pelajar tersebut tampak menenteng senjata tajam, seolah siap melakukan kontak fisik secara terbuka.

Baca Juga:  Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten

Respon Cepat Aparat di Titik Rawan

Menyikapi eskalasi yang meningkat, jajaran Polres Cianjur langsung bergerak taktis. Fokus pengamanan kini dipusatkan pada “jalur-jalur hitam” dan titik perbatasan yang selama ini dianggap sebagai lokasi rawan pertemuan massa.

Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho Hadi, menegaskan bahwa personelnya telah disebar untuk memastikan kondusifitas wilayah tetap terjaga.

“Tim patroli sudah disiagakan untuk memeriksa secara berkala ke beberapa lokasi, termasuk di perbatasan,” kata dia, Kamis (26/3/2026).

Baca Juga:  Viral! Diteriaki Penculik, Nenek di Cianjur Jadi Korban Main Hakim Sendiri

Tak hanya mengandalkan kekuatan fisik di lapangan, kepolisian juga mengaktifkan unit Cyber Crime untuk memutus rantai provokasi digital. Langkah preventif ini diharapkan mampu memadamkan api perselisihan sebelum sempat berkobar menjadi bentrokan fisik.

“Tentu tim siber juga dikerahkan untuk patroli di media sosial. Sehingga bisa langsung dilakukan antisipasi dini sebelum terjadinya bentrokan,” kata dia.

Pesan untuk Orang Tua dan Pelajar

Polisi menekankan bahwa pengawasan keluarga adalah benteng utama. AKBP Alexander mengingatkan agar kesucian bulan Syawal tidak dikotori oleh perilaku anarkis yang hanya akan merusak masa depan generasi muda.

Baca Juga:  Tragedi Dua Buah Labu Siam: Pria di Cianjur Tewas Usai Dianiaya Tetangga Sendiri

“Khusus untuk adik-adik kita, para pelajar. Ini momen pasca lebaran, kita sudah maaf-maafan jangan sampai dicoreng dengan adanya lagi aksi kekerasan, lebih baik fokus belajar,” pungkasnya.

Hingga saat ini, patroli gabungan masih terus diintensifkan di area perbatasan untuk menjamin keamanan warga dan memastikan aktivitas belajar mengajar di kedua kabupaten tetap berjalan normal tanpa bayang-bayang ketakutan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita kriminal cianjur Kamtibmas Polres Cianjur Sukabumi Tawuran Pelajar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Wacana PKB Dihapus Diganti Jalan Provinsi Berbayar, Warga Jabar: Menarik Tapi Masih Membingungkan

Bandung Sehat Dimulai dari Rumah: Edukasi Gizi Tekankan Pola Makan Seimbang, Tidur Cukup, dan Gaya Hidup Aktif

ITB dan Pemkot Bandung Percepat Solusi Sampah Tamansari, Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Teknologi

Bandung Jadi Pusat Talenta Digital! Farhan Bongkar Strategi Besar Ekonomi Kreatif 2026

Padat Karya Kota Bandung 2026, Warga Dibayar Rp175 Ribu per Hari Sambil Bersihkan Lingkungan

UMKM Bandung Siap Go Digital! Pemkot Luncurkan Program Besar hingga AI dan TikTok

Terpopuler
  • Link Full Video Guru Bahasa Inggris Viral Banyak Dicari, Publik Diingatkan Bahaya Phishing
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Viral Berdurasi Panjang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Link 6 Menit Ternyata Jebakan Phishing
  • Link Video Bu Guru Bahasa Inggris Diburu Netizen, Identitas Pemeran Masih Misterius
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.