Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mengapa TK Bermasalah di Bandung Tak Langsung Ditutup? Begini Prosesnya

Kamis, 17 September 2026 15:24 WIB

Viral Pria Tendang Wanita di Mal, Polisi Langsung Turun Tangan!

Kamis, 17 September 2026 15:02 WIB

Dari Toko Online ke 400 Cartridge, Begini Jejak Dua Ojol Bandung Racik Liquid Narkotika

Kamis, 17 September 2026 15:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mengapa TK Bermasalah di Bandung Tak Langsung Ditutup? Begini Prosesnya
  • Viral Pria Tendang Wanita di Mal, Polisi Langsung Turun Tangan!
  • Dari Toko Online ke 400 Cartridge, Begini Jejak Dua Ojol Bandung Racik Liquid Narkotika
  • Jadwal Persib Bandung Usai Taklukkan FC Seoul: Tantangan Fisik di Kandang Persijap Jepara
  • Bukan Sesar Garsela! BMKG Bongkar Sumber 118 Gempa yang Guncang Kabupaten Bandung
  • Ditakuti Karena Terlalu OP! Aksi Kilat 4,65 Detik Anak Gresik Ini Bikin Indonesia Disegani
  • Tampil Gemilang di Seoul, Teja Paku Alam Ungkap Sosok yang Membuatnya Berjuang
  • Beras Fortifikasi Dijual hingga Rp57 Ribu, 25 Merek Ditarik dari Peredaran
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 17 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Siswa SD Praktik Renang di Lapangan Sekolah, Dedi Mulyadi: Sang Guru Tak Ngerti Esensi Pendidikan

By Aga GustianaRabu, 26 Februari 2025 13:10 WIB2 Mins Read
Siswa SD di Karawang praktik renang di lapangan sekolah. (Foto: Tangkap Layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Baru-baru ini viral di media sosial sebuah video yang menampilkan momen saat para siswa sekolah dasar (SD) di Karawang, Jawa Barat, sedang belajar praktik olahraga renang di lapangan sekolah.

Berbagai pro dan kontra turut menjadi buntut dari viralnya video yang dibagikan oleh salah satu guru di sekolah tersebut.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turut angkat bicara memberi tanggapan. Ia menerangkan, hal tersebut tidak sepantasnya dilakukan sang guru.

Melalui akun TikTok pribadinya @dedimulyadiofficial, mantan Bupati Purwakarta itu mengatakan jika ia mengetahui maksud dan tujuan dibagikannya video tersebut ke media sosial.

“Saya melihat postingan guru olahraga yang membagikan kegiatan anak-anak yang sedang belajar berenang yang dilakukan di atas lantai dan di atas meja. Saya tahu maksud dari video tersebut, tetapi hal itu justru melambangkan jika guru tersebut tidak mengerti esensi dan arah pendidikan,” ungkapnya dikutip Rabu (26/2/2025).

Baca Juga:  MQ Iswara Disiapkan Jadi Pendamping Dedi Mulyadi, Pengamat: Pasangan Realistis

Sebenarnya, kata Dedi, persoalan bukan terletak pada jenis olahraga yang diajarkan, melainkan keluhan para orangtua siswa.

Dedi menjelaskan, para orangtua siswa cukup keberatan dengan cara sang guru mendapatkan tiket untuk memasuki area kolam renang. Para orangtua tak setuju jika pembelian tiket dilakukan secara kolektif oleh sang guru.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Janji Kelola Anggaran Secara Efektif Demi Pembangunan Jabar

“Saya sampaikan bahwa keluhan orangtua selama ini bukan mengeluhkan renangnya tetapi mengeluhkan kolektivitas pembelian tiket yang dikoordinasikan oleh guru yang bekerja sama dengan kolam renang,” imbuhnya.

Untuk itu, Dedi memberikan saran hingga solusi yang menurutnya cukup bijak. Seperti melangsungkan praktik berenang dengan cara menunggu sang guru menunggu saja di area kolam renang. Nantinya, para siswa dapat membeli tiket masuk sendiri tanpa harus kolektif.

“Jadi guru tetap bisa melaksanakan kegiatan renang tanpa harus mengurus tiket siswa, cukup Anda tunggu saja di kolam renang, mereka akan datang dan membeli tiket dengan sendirinya,” katanya.

Baca Juga:  Dentuman Besar dan Bola Pijar! Tirta Siregar Beri Peringatan Darurat untuk Jawa Tengah dan Jawa Timur

Namun jika terdapat orangtua siswa yang tak mampu membayar tiket, maka tidak harus dipaksakan untuk mengikuti praktik olahraga berenang.

Menurut Dedi, pendidikan sejatinya bukan memaksakan siswa untuk mengikuti satu pelajaran yang tak disukai, melainkan wadah untuk mengembangkan minat dan bakat para anak didik di sekolah.

“Apabila orangtuanya tidak sanggup membeli tiket, maka ada banyak kegiatan olahraga yang tidak mengeluarkan biaya. Tidak mesti kita memaksakan anak-anak ke arah satu pelajaran yang tidak mereka sukai. Karena esensi dari pendidikan adalah mengembangkan minat dan bakat siswa,” tegasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Karawang SD siswa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mengapa TK Bermasalah di Bandung Tak Langsung Ditutup? Begini Prosesnya

Viral Pria Tendang Wanita di Mal, Polisi Langsung Turun Tangan!

Dari Toko Online ke 400 Cartridge, Begini Jejak Dua Ojol Bandung Racik Liquid Narkotika

ilustrasi gempa

Bukan Sesar Garsela! BMKG Bongkar Sumber 118 Gempa yang Guncang Kabupaten Bandung

Beras Fortifikasi Dijual hingga Rp57 Ribu, 25 Merek Ditarik dari Peredaran

Heboh Jasa Santet Tarif Rp3 Juta di Pantai Karang Hawu Sukabumi, Begini Faktanya

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.