Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Ramai Dicari, Ternyata Diduga Rekayasa dan Berisiko

Jumat, 3 April 2026 05:00 WIB
ASN

Kabar Gembira! Honorer dan Non ASN Dapat Gaji ke-13 Tahun 2026

Jumat, 3 April 2026 04:00 WIB

Banyak Kejanggalan, Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ini Justru Picu Ancaman Digital Serius

Jumat, 3 April 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Ramai Dicari, Ternyata Diduga Rekayasa dan Berisiko
  • Kabar Gembira! Honorer dan Non ASN Dapat Gaji ke-13 Tahun 2026
  • Banyak Kejanggalan, Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ini Justru Picu Ancaman Digital Serius
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri No Sensor, Waspada Ancaman Malware Mengintai!
  • Pemerintah Tetapkan Skema Baru Gaji ke-13 PPPK, Ini Rinciannya
  • Eliano Reijnders Masuk Radar Klub Azerbaijan, Persib Bandung Siaga
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Geger! Pria di Rancabali Bandung Ditemukan Meninggal di Saung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 3 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Skor Integritas Bandung Merosot, KPK Warning Risiko Korupsi Masih Tinggi!

By SusanaSelasa, 21 Oktober 2025 14:55 WIB2 Mins Read
Korupsi Jabar
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti masih tingginya potensi praktik korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.

Hal ini terlihat dari hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025 yang mencatat skor 69, jauh dari kategori aman yang berada pada nilai minimal 78.

Temuan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Melalui Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan, antara KPK dan Pemkot Bandung di Hotel Aryaduta, Jalan Aceh, Selasa (21/10/2025).

Bandung Masuk Kategori Rawan Korupsi

Analis Tindak Pidana Korupsi Madya Kedeputian Korsup KPK, Irawati, mengatakan skor SPI Kota Bandung menunjukkan masih banyaknya titik rawan korupsi.

“Kota Bandung masih masuk kategori rawan. Nilainya sekitar 69. Masih banyak potensi risiko korupsi yang perlu dibenahi, baik dalam pengelolaan anggaran, SDM, pengadaan barang dan jasa, maupun integritas ASN,” ujar Irawati.

Baca Juga:  Sambut KUHP Baru 2026, Pemkot Bandung dan Kejari Tingkatkan Kolaborasi Hukum

Ia menambahkan, skor rendah itu tidak lepas dari sederet kasus korupsi yang pernah menjerat pejabat Pemkot Bandung, seperti mantan wali kota Dada Rosada, Yana Mulyana, mantan sekda Edi Siswandi, Ema Sumarna, hingga beberapa kepala dinas.

KPK Minta Langkah Konkret Perbaikan

Menurut Irawati, fokus utama KPK saat ini adalah memastikan upaya perbaikan benar-benar dilakukan Pemkot Bandung.

Baca Juga:  Sambut KUHP Baru 2026, Pemkot Bandung dan Kejari Tingkatkan Kolaborasi Hukum

“Kami ingin mendengar langsung bagaimana langkah nyata Pemkot menutup celah korupsi di setiap sektor,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penilaian SPI mencakup tiga aspek:

  • Penilaian internal perangkat daerah
  • Tanggapan masyarakat pengguna layanan
  • Pandangan para ahli

Pengawasan KPK melalui MCSP

Selain SPI, KPK juga memantau kemajuan pencegahan korupsi melalui Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP). Instrumen ini mengawasi delapan area tata kelola pemerintahan, mulai dari:

  • Perencanaan dan penganggaran
  • Pengadaan barang/jasa
  • Manajemen ASN
  • Pelayanan publik
  • Pemanfaatan aset daerah
  • Optimalisasi PAD
  • Penguatan APIP
Baca Juga:  Sambut KUHP Baru 2026, Pemkot Bandung dan Kejari Tingkatkan Kolaborasi Hukum

Potensi Jual Beli Jabatan Masih Besar

Irawati menyoroti risiko jual beli jabatan, yang menurutnya sering muncul saat pergantian kepala daerah.

“Dalam konteks SPI, aspek pengelolaan SDM juga mencakup jual beli jabatan. Potensinya masih besar di Pemkot Bandung,” ujarnya.

Ia sejalan dengan pernyataan Menko Perekonomian Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya menyinggung masih maraknya jual beli jabatan di sejumlah daerah dan dampaknya terhadap kebocoran anggaran pembangunan.

“Jika jabatan diberikan bukan karena kompetensi, maka keputusan yang lahir cenderung tidak tepat. Yang dirugikan adalah keuangan negara,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kpk soroti korupsi bandung pencegahan korupsi kota bandung potensi korupsi pemkot bandung skor spi bandung rendah tata kelola pemerintahan bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

ASN

Kabar Gembira! Honorer dan Non ASN Dapat Gaji ke-13 Tahun 2026

Pemerintah Tetapkan Skema Baru Gaji ke-13 PPPK, Ini Rinciannya

Geger! Pria di Rancabali Bandung Ditemukan Meninggal di Saung

Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?

Musda Golkar Jabar XI ‘Bara di Balik Beringin’: Digempur Demo Massa, Disentil Isu Rekayasa Kursi Ketua!

Tuntas! 120 Anggota DPRD Jabar Sudah Lapor LHKPN Periode 2025

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.