bukamata.id – Aksi berbahaya seorang sopir travel Bhisa Shuttle di ruas Tol Padaleunyi menuai kecaman keras dari publik setelah video ugal-ugalan tersebut viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, kendaraan travel tampak melaju dengan kecepatan tinggi, berpindah jalur secara agresif, hingga hampir bersenggolan dengan kendaraan lain di tengah kondisi lalu lintas padat.
Mobil travel berwarna silver itu terlihat beberapa kali memotong jalur kendaraan lain tanpa menjaga jarak aman. Aksi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan lain, terlebih dilakukan di jalan tol yang memiliki risiko tinggi saat kecepatan kendaraan sedang tinggi.
Permintaan Maaf Sopir, Tapi Sorotan Publik Belum Reda
Setelah video viral, sopir travel akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui video yang diunggah akun Instagram @hilmyax, Selasa (21/4/2026).
“Saya mengakui atas kejadian viral kemarin, dan saya mau meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian kemarin,” ujar sopir tersebut.
Namun, permintaan maaf tersebut belum meredam kemarahan publik. Justru, sorotan warganet kini bergeser ke pihak manajemen travel yang dinilai tidak memberikan klarifikasi resmi.
Warganet Geram: Manajemen Travel Dinilai Lepas Tangan
Dikutip dari kolom komentar Instagram @hilmyax, Selasa (21/4/2026), banyak warganet menyoroti sikap diam pihak manajemen Bhisa Shuttle yang disebut tidak memberikan klarifikasi terbuka atas insiden tersebut.
“Yang disayangkan tidak ada permintaan maaf dari manajemen @bhisa.shuttle. Akun Pak Polisi justru yg dijadikan channel klarifikasi. Akun Bhisa justru sepi2 aja dan tutup komentar. Manajemen Bhisa seperti lepas tangan,” tulis akun @din***
“Polisi perlu ingatkan manajemen @bhisa.shuttle. Kejadian seperti ini berulangkali terjadi. Apakah kita harus menunggu sampai ada korban??” tulis akun @aha***
“Kok nasib penumpang dan pengguna jalan dipertaruhkan sedemikian mudah ke driver yang tidak terbina dan tidak disiplin? Sementara @bhisa.shuttle menutup semua jalur komentar dari warga yang khawatir,” tulis akun @aha***
“Travel satu ini lebih mementingkan target setoran daripada nyawa manusia. Miris,” tulis akun @ben***
Komentar-komentar tersebut menunjukkan meningkatnya kekecewaan publik terhadap pihak operator travel yang dinilai tidak transparan dan tidak bertanggung jawab secara terbuka atas insiden yang terjadi.
Kritik Menguat: Keselamatan Penumpang Jadi Sorotan
Selain menyoroti perilaku sopir di jalan, warganet juga mempertanyakan sistem pengawasan dan pelatihan pengemudi yang digunakan oleh perusahaan travel tersebut. Minimnya respons resmi dari pihak manajemen dinilai memperburuk situasi dan memicu ketidakpercayaan publik.
Publik menilai, kejadian seperti ini bukan pertama kali terjadi dan membutuhkan evaluasi serius, bukan hanya permintaan maaf individu pengemudi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










