bukamata.id – Pelatih Timnas Spanyol, Luis De la Fuente, memastikan tidak akan menerapkan strategi khusus berupa man marking untuk menghentikan Lionel Messi saat menghadapi Argentina pada final Piala Dunia 2026. Meski demikian, De la Fuente menegaskan bahwa sosok kapten Argentina tersebut tetap menjadi pemain yang wajib mendapat perhatian penuh dari seluruh lini pertahanan La Furia Roja.
Pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina menjadi salah satu laga paling dinantikan dunia. Selain mempertemukan dua tim dengan kualitas terbaik, duel ini juga menjadi panggung besar bagi Lionel Messi yang berpeluang kembali menambah catatan sejarah dalam kariernya.
Namun, menghadapi pemain sekaliber Messi, De la Fuente memilih pendekatan berbeda. Ia tidak ingin anak asuhnya hanya fokus menjaga satu pemain, melainkan mengandalkan kerja sama tim untuk meredam ancaman Argentina.
De la Fuente Tak Ingin Spanyol Hanya Fokus pada Messi
Dalam konferensi pers jelang final Piala Dunia 2026, Sabtu (18/7), Luis De la Fuente menegaskan bahwa Spanyol tidak akan memberikan tugas khusus kepada satu pemain untuk mengikuti pergerakan Lionel Messi sepanjang pertandingan.
Menurutnya, menghadapi pemain seperti Messi membutuhkan organisasi pertahanan yang kuat, bukan sekadar menempel ketat secara individu.
“Apakah cerita masa lalu itu mengindikasikan bahwa kami bakal menerapkan strategi man-marking kepada Messi di final nanti? Jawabannya adalah tidak. Namun, apakah itu berarti kami tidak akan mengawasinya? Tentu saja kami akan mengawasinya,” ujar De la Fuente.
Pelatih berusia 65 tahun tersebut percaya bahwa ancaman Messi harus dihentikan melalui koordinasi seluruh pemain, mulai dari lini depan hingga pertahanan.
Kenangan De la Fuente Menghadapi Messi Muda
Menjelang duel besar Spanyol vs Argentina, De la Fuente juga membagikan cerita menarik tentang pertemuan pertamanya dengan Lionel Messi.
Momen tersebut terjadi lebih dari dua dekade lalu ketika De la Fuente masih menangani tim muda Sevilla. Saat itu, ia harus menghadapi Barcelona yang memiliki seorang pemain muda berbakat bernama Lionel Messi.
Pertandingan tersebut berlangsung dalam ajang Copa del Rey kategori usia muda. Meski masih berada di tahap awal karier, Messi sudah menunjukkan kemampuan luar biasa yang membuat banyak pelatih mulai memperhatikannya.
“Jauh di masa lalu, saya pertama kali menghadapi Lionel Messi saat memimpin skuad Sevilla di kompetisi Division de Honour,” kata De la Fuente.
Ia mengaku saat itu reputasi Messi sebagai pemain berbakat dari akademi La Masia sudah mulai terdengar.
Pengalaman menghadapi Messi muda tersebut menjadi salah satu cerita yang membekas dalam perjalanan karier kepelatihannya.
Spanyol Pilih Hadapi Messi dengan Kerja Sama Tim
De la Fuente menyadari bahwa Lionel Messi tetap menjadi salah satu pemain paling berbahaya meski usianya tidak lagi muda.
Kreativitas, visi bermain, kemampuan membaca ruang, serta kualitas umpan Messi membuat pemain berjuluk La Pulga tersebut tetap menjadi ancaman besar bagi lawan.
Namun, pelatih Spanyol itu menilai terlalu fokus pada Messi justru bisa menjadi kesalahan. Argentina memiliki banyak pemain berkualitas lain yang juga mampu mengubah jalannya pertandingan.
Karena itu, Spanyol akan mencoba meredam Messi dengan cara kolektif.
“Kami akan meredam pergerakannya lewat kerja sama tim yang solid, dengan metode yang sama persis seperti cara tim Argentina mengawasi pergerakan para pemain kunci kami,” tegas De la Fuente.
Final Piala Dunia 2026 Jadi Duel Strategi Besar
Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina tidak hanya akan menjadi pertarungan pemain bintang, tetapi juga duel strategi antara dua pelatih.
De la Fuente membawa filosofi permainan Spanyol yang mengandalkan penguasaan bola, kombinasi cepat, serta regenerasi pemain muda. Sementara Argentina datang dengan pengalaman besar dan keberadaan Messi sebagai pemimpin utama.
Bagi Spanyol, keberhasilan menghentikan Messi tanpa kehilangan identitas permainan akan menjadi tantangan terbesar.
Sementara bagi Argentina, laga final ini menjadi kesempatan untuk mempersembahkan trofi besar sekaligus memberikan panggung sempurna bagi Messi dalam salah satu babak terakhir karier internasionalnya.
Dengan tensi tinggi dan kualitas kedua tim, duel Spanyol vs Argentina diprediksi akan menjadi salah satu final Piala Dunia paling bersejarah.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










