bukamata.id – Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle besar-besaran di Kabinet Merah Putih, menyasar lima kementerian strategis pada Senin (8/9/2025). Beberapa kementerian yang mengalami pergantian antara lain:
- Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan yang sebelumnya dipimpin Budi Gunawan.
- Kementerian Keuangan yang dijabat Sri Mulyani.
- Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
- Kementerian Koperasi di bawah Budi Arie Setiadi.
- Kementerian Pemuda dan Olahraga yang dipimpin Dito Ariotedjo.
Sebelum reshuffle ini, Sri Mulyani kembali menjadi sorotan publik pada Agustus 2025. Pernyataannya mengenai gaji guru, dosen, dan perbandingan pajak dengan zakat memicu pro dan kontra. Meski demikian, rekam jejak panjangnya di bidang ekonomi membuat namanya tetap dihormati.
Pendidikan dan Karier Internasional
Lahir di Bandar Lampung pada 26 Agustus 1962, Sri Mulyani menempuh pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Indonesia pada 1986. Ia melanjutkan studi di University of Illinois Urbana-Champaign, Amerika Serikat, meraih gelar Master of Science in Policy Economics (1990) dan Ph.D. di bidang Ekonomi (1992). Fokus akademiknya meliputi Ekonomi Moneter, Perbankan, dan Ekonomi Tenaga Kerja.
Karier internasionalnya menanjak ketika pada 2002, ia terpilih menjadi Executive Director Dana Moneter Internasional (IMF), mewakili 12 negara Asia Tenggara (SEA Group). Sejak 1 November 2002, ia aktif mewakili kelompok negara tersebut di forum global IMF.
Prestasi di Indonesia
Nama Sri Mulyani semakin dikenal luas setelah dilantik menjadi Menteri Keuangan pada 5 Desember 2005 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selama menjabat, ia berhasil:
- Menjaga stabilitas ekonomi makro.
- Menerapkan kebijakan fiskal yang prudent.
- Menurunkan biaya pinjaman negara.
- Mengelola utang negara secara efisien.
Ia juga memimpin reformasi besar di Kementerian Keuangan. Atas prestasinya, Sri Mulyani meraih berbagai penghargaan:
- Menteri Keuangan Terbaik Asia 2006 oleh Emerging Markets Forum.
- Menteri Keuangan Terbaik versi majalah Euromoney (2006).
- Wanita Paling Berpengaruh Dunia ke-23 versi Forbes (2008).
- Wanita Paling Berpengaruh Indonesia ke-2 versi Globe Asia (2007).
Pengakuan Dunia dan Karier Global
Pada Juni 2010, Sri Mulyani dipercaya menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia. Ia kemudian kembali ke Indonesia dan dilantik sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Joko Widodo pada 27 Juli 2016.
Puncak pengakuan internasional datang pada Desember 2018, ketika ia meraih gelar “Best Minister in the World” pada World Government Summit di Dubai. Tahun yang sama, ia juga dianugerahi “Finance Minister of the Year – East Asia Pacific” oleh Global Markets.
Prestasinya kian gemilang dengan predikat Menteri Keuangan Terbaik Asia Pasifik dari FinanceAsia selama tiga tahun berturut-turut (2017–2019). Ia juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia periode 2019–2023.
Kembali Memimpin Kementerian Keuangan
Kepercayaan terhadap Sri Mulyani terus berlanjut. Setelah masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo, ia kembali dilantik sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024. Jabatan ini menandai periode keempatnya memimpin Kementerian Keuangan dalam kabinet yang berbeda.
Dengan rekam jejak panjang dan pengakuan internasional, Sri Mulyani tetap menjadi salah satu tokoh ekonomi paling berpengaruh di Indonesia, meski kini menghadapi dinamika reshuffle kabinet terbaru.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











