Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Suka Minum Kopi? Ini Porsi Ideal yang Terbukti Ampuh Jaga Kesehatan Mental

Jumat, 4 September 2026 10:47 WIB

US Open 2026 Tanpa Sinner: Tantangan Bagi Alcaraz, Peluang Bagi Zverev

Jumat, 4 September 2026 09:38 WIB

Persib Lolos Fase Grup ACL Two, Umuh Muchtar Berani Bidik Target Juara

Jumat, 4 September 2026 09:06 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Suka Minum Kopi? Ini Porsi Ideal yang Terbukti Ampuh Jaga Kesehatan Mental
  • US Open 2026 Tanpa Sinner: Tantangan Bagi Alcaraz, Peluang Bagi Zverev
  • Persib Lolos Fase Grup ACL Two, Umuh Muchtar Berani Bidik Target Juara
  • Bikin Iri Netizen! Awal Mula Momen Wisuda Sakinah Balkis Undip Di-Notice Legenda Rock Dunia Bon Jovi
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Lagi! Cek Harga 0,5 Gram hingga 50 Gram di Pegadaian
  • Cek Sekarang! 5 Bansos yang Masih Cair September 2026, PKH dan BPNT Masuk Tahap 3
  • Heboh Link Full 7 Menit Kasir Indomaret, Waspada Jebakan Phishing!
  • Cek Bansos BPNT September 2026 Pakai NIK KTP, Ada Bantuan Rp600 Ribu? Ini Caranya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 4 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Suka Minum Kopi? Ini Porsi Ideal yang Terbukti Ampuh Jaga Kesehatan Mental

By Aga GustianaJumat, 4 September 2026 10:47 WIB4 Mins Read
Minum kopi rutin dapat mendukung kesehatan perempuan usia paruh baya. (Foto: Pixabay/stokpic)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bagi sebagian besar orang, menyesap secangkir kopi hangat sudah menjadi ritual wajib untuk mengawali hari. Tak sekadar ampuh mengusir kantuk, kebiasaan ini rupanya menyimpan khasiat yang lebih mendalam bagi kesehatan jiwa. Laporan ilmiah terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders edisi April 2026 mengungkapkan bahwa konsumsi kopi dalam porsi moderat berkorelasi positif dengan tingkat kesehatan mental yang lebih stabil.

Para penikmat kopi yang rutin meminum dua sampai tiga cangkir saban hari terbukti memiliki tingkat risiko yang lebih rendah terserang gangguan mood serta masalah psikologis akibat stres, seperti depresi dan kecemasan berlebih.

Melansir laporan Verywell Health, khasiat perlindungan kesehatan jiwa ini justru tak nampak pada orang yang meminum kopi kurang dari batasan dua hingga tiga cangkir. Namun di sisi lain, menenggak lebih dari tiga cangkir sehari justru bisa berbalik menjadi bumerang—memicu kepanikan, gelisah, hingga merusak pola tidur malam.

Tim ahli mengidentifikasi adanya pola kurva berbentuk huruf J (J-shaped curve) terkait grafik konsumsi dan dampaknya pada kondisi psikologis. Karakteristik ini menandakan bahwa manfaat kopi memiliki ambang batas tertentu, di mana efektivitasnya akan menurun atau bahkan berdampak buruk saat porsinya ditambah secara berlebihan.

Baca Juga:  Viral Lagi! Gus Miftah Diduga Sebut Pembawa Kopi Najis Besar di Acara Keagamaan

Oleh sebab itu, takaran yang moderat dianggap sebagai kunci utama untuk memetik khasiat biologis dari seduhan biji kopi ini.

“Studi ini mendukung bahwa asupan dalam jumlah sedang merupakan ‘titik ideal’, yang sejalan dengan rekomendasi umum mengenai asupan kafein saat ini,” ujar Morgan L. Walker, MS, RD, ahli diet terdaftar di Lebanon Valley College.

Walker menerangkan, saat seseorang melewati ambang batas ideal tersebut, berbagai efek samping yang merugikan tubuh bakal lebih mudah muncul, mulai dari penurunan kualitas tidur hingga timbulnya rasa gelisah. Efek penolakan ini bakal terasa jauh lebih intens pada individu yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap kafein.

Sisi menariknya, riset ini menemukan fakta bahwa variasi genetik dalam sistem metabolisme kafein masing-masing individu tidak memengaruhi kesimpulan akhir. Di samping itu, efek perlindungan terhadap kesehatan jiwa ini tercatat sedikit lebih dominan dirasakan oleh pria.

Baca Juga:  Kawasan Kopi Legendaris Braga: 3 Coffee Shop yang Harus Dikunjungi

Hasil konsisten juga terlihat pada beragam varian sajian kopi, termasuk varian tanpa kafein (decaf). Fakta tersebut mengindikasikan adanya peran penting dari senyawa non-kafein seperti zat antioksidan serta elemen bioaktif lain yang terkandung di dalam biji kopi.

Walker mengatakan temuan ini memperkuat apa yang sering ia sampaikan, bahwa kopi bisa menjadi bagian dari rutinitas sehat dan dapat memberikan manfaat kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah sedang. Namun, lebih banyak bukan berarti lebih baik.

Kendati demikian, respons biologis setiap individu tetap memegang peranan krusial saat mengonsumsi kopi sehari-hari.

“Sebagian orang merasa nyaman dengan dua cangkir, sementara yang lain mungkin merasakan efek samping dengan jumlah tersebut atau bahkan kurang,” katanya.

Bukan Obat Penawar Gangguan Jiwa

Di balik kabar baik tersebut, para pakar menegaskan agar masyarakat tak menjadikan sajian kopi sebagai medium pengobatan utama saat mengalami gangguan psikologis.

Luciana Soares, MS, RDN, profesor sekaligus direktur Program Magister Sains Nutrisi Klinis & Dietetik Johnson & Wales University memaparkan bahwa seduhan kopi memang ideal dijadikan pelengkap gaya hidup sehat, namun sama sekali bukan terapi penyembuhan.

Baca Juga:  PANG! Bandung: Nikmati Secangkir Kopi Pagi dengan Harga Terjangkau

“Penting untuk dipahami bahwa konsumsi kopi tidak boleh digunakan untuk mengobati depresi atau kecemasan,” kata Soares.

“Konsumsi kopi tidak akan langsung membuat seseorang merasa lebih baik.”

Soares memberi catatan kritis bahwa studi ini menganut metode observasional sehingga belum mampu membuktikan relasi sebab-akibat secara langsung. Artinya, meski ada korelasi positif antara kebiasaan minum kopi dan kondisi mental yang prima, mekanisme medis pasti di baliknya masih membutuhkan pembuktian mendalam.

“Konsumsi kopi juga dapat mencerminkan gaya hidup tertentu karena biasanya melibatkan struktur, rutinitas, dan keterlibatan sosial,” kata Soares.

Keterbatasan riset lainnya terletak pada data yang berbasis laporan mandiri (self-reported) dari para responden. Penelitian ini belum mendata secara rinci teknik penyeduhan, rasio bahan tambahan seperti gula, susu, krim perasa, hingga detail pekatnya kopi yang diminum.

“Secara keseluruhan, penting untuk melihat hasil penelitian ini dalam konteksnya,” kata Walker.

“Penelitian ini juga tidak sepenuhnya memperhitungkan faktor-faktor kunci lainnya, seperti kualitas diet secara keseluruhan,” tambahnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kesehatan mental kopi Manfaat Kopi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bikin Iri Netizen! Awal Mula Momen Wisuda Sakinah Balkis Undip Di-Notice Legenda Rock Dunia Bon Jovi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Lagi! Cek Harga 0,5 Gram hingga 50 Gram di Pegadaian

Heboh Link Full 7 Menit Kasir Indomaret, Waspada Jebakan Phishing!

Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Banjir Rezeki! Link DANA Kaget Hari Ini 4 September 2026: Sikat Saldo Gratis hingga Ratusan Ribu

Game Free Fire

Banjir Hadiah Gratis! Kode Redeem FF 4 September 2026: Klaim Skin Senjata & Bundle Keren Sekarang

Jangan Asal Klik! Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Viral Bisa Bawa Bahaya

Terpopuler
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • Game Free Fire
    Klaim Senjata & Emote Langka Gratis! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 29 Agustus 2026, Cek Cara Klaimnya
  • Terbongkar Sosok Melva Pardede! Sebut Ojol Dikhianati Botok Pati CS, Ternyata Cuma Driver Jadi-jadian?
  • Persib Bandung Lolos ke Fase Grup ACL Two, Igor Tolic Langsung Alihkan Fokus
  • Adu Konsep Bongkar Pasang Gedung Sate Ala Dedi Mulyadi Vs Ridwan Kamil, Pilih Mana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.