bukamata.id – Wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali diguncang guncangan tektonik berkekuatan magnitudo 2,1 pada Kamis (3/9/2026) siang, tepatnya pukul 11.24 WIB.
Berdasarkan hasil pemutakhiran data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guncangan tersebut dicatat memiliki parameter pemutakhiran magnitudo M 2,3. Titik pusat getaran terdeteksi pada koordinat 6,73 LS dan 106,60 BT, berlokasi di darat dengan kedalaman sangat dangkal yakni 3 km, atau berjarak sekitar 26 km ke arah Barat Daya Kota Bogor.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menjelaskan pergerakan tanah ini tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh sesar di dalam bumi.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” kata Hartanto dalam keterangan.
Dampak getaran dikabarkan sempat mengejutkan warga di kawasan Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Skala intensitas dirasakan pada II MMI, di mana getaran halus memicu benda-benda gantung berayun dan dirasakan oleh sebagian penghuni rumah.
“Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut,” ungkapnya.
Tim BMKG terus memantau pergerakan tektonik di area tersebut pasca-kejadian. Berdasarkan pemantauan hingga pukul 11.45 WIB, kondisi seismik dilaporkan relatif tenang.
“Hingga pukul 11.45 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan,” tambahnya.
Atas peristiwa ini, masyarakat diimbau untuk tidak cepat panik maupun menelan mentah-mentah kabar burung yang beredar di media sosial tanpa verifikasi.
“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










