bukamata.id – Trotoar di kawasan Gasibu, Kota Bandung, Jawa Barat, yang sebelumnya dikeluhkan pejalan kaki karena terlalu tinggi mulai dibongkar.
Pantauan bukamata.id, Kamis (3/9/2026), sejumlah bata pada bagian trotoar terlihat mulai dibongkar. Pembongkaran dilakukan tepat di area yang menghubungkan trotoar dengan zebra cross.
Penyesuaian tersebut dilakukan untuk mengatasi perbedaan elevasi yang dinilai menyulitkan pejalan kaki saat menuju jalur penyeberangan.
Sebelumnya, trotoar di kawasan tersebut dikeluhkan karena memiliki ketinggian hingga sekitar selutut orang dewasa dari permukaan jalan. Kondisi itu membuat akses menuju zebra cross terasa kurang nyaman, terutama bagi warga lanjut usia maupun masyarakat dengan keterbatasan mobilitas.
Trotoar tersebut juga diketahui baru selesai diperbaiki dan dibuka menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.
Selain perbedaan tinggi dengan badan jalan, sejumlah warga di media sosial turut menyoroti ketinggian trotoar dari sisi lapangan Gasibu yang disebut dapat mencapai setinggi orang dewasa dan belum dilengkapi pagar.
Masih dalam Tahap Pekerjaan
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat, Agung Wahyudi, mengatakan penataan kawasan Gasibu saat ini masih dalam tahap pelaksanaan kontrak konstruksi.
Menurut Agung, perbedaan ketinggian antara trotoar dan titik penyeberangan muncul karena adanya penyesuaian terhadap kondisi elevasi di lapangan.
“Saat ini paket pekerjaan penataan Gasibu masih dalam tahap pelaksanaan kontrak konstruksi. Perbedaan elevasi antara trotoar untuk pejalan kaki dan tempat penyeberangan memerlukan penyesuaian kondisi elevasi di lapangan,” ujar Agung, Rabu (2/9/2026).
Ia mengatakan, penyesuaian akan dilakukan dengan membangun akses yang menghubungkan trotoar dengan zebra cross sehingga lebih mudah digunakan pejalan kaki.
“Tindak lanjutnya adalah penyesuaian elevasi antara trotoar untuk pejalan kaki dan tempat penyeberangan, serta pembuatan akses pejalan kaki menuju zebra cross atau sebaliknya,” katanya.
Dedi Minta Dibuat Undakan dan Jalur Disabilitas
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku telah mengetahui kondisi trotoar tersebut. Ia mengakui ketinggian trotoar memang terlalu tinggi dan meminta dilakukan evaluasi.
“Saya melihat memang terlalu tinggi dan saya sudah meminta Kepala PU (DBMPR) untuk melakukan evaluasi dengan membuat undakan,” ujar Dedi.
Menurut Dedi, akses menuju trotoar harus dibuat secara bertahap agar pejalan kaki tidak langsung menghadapi perbedaan ketinggian yang cukup jauh dari badan jalan.
“Sehingga naiknya ada trap-nya (undakan), tidak langsung dari jalan raya ke trotoar,” katanya.
Dedi juga meminta agar penataan tersebut dilengkapi jalur khusus bagi penyandang disabilitas. Ia menegaskan fungsi utama trotoar adalah sebagai ruang bagi pejalan kaki.
“Dan dibuatkan jalur untuk penyandang disabilitas dengan satu catatan bahwa trotoar itu untuk pejalan kaki, bukan untuk pedagang, bukan untuk pemotor, maupun pesepeda,” ucapnya.
Dedi pun menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Ia memastikan kondisi trotoar di kawasan Gasibu akan kembali dievaluasi dan disesuaikan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









