Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Warga Jabar Siap-siap! Mudik Gratis Lebaran 2026 Dibuka: Kuota 3.040 Tiket, Ini Cara Daftarnya

Sabtu, 21 Februari 2026 06:00 WIB
PPPK

ASN Wajib Tahu! Prediksi Tanggal Cair Gaji ke-14 Tahun 2026

Sabtu, 21 Februari 2026 05:00 WIB

Cari Tempat Bukber di Bandung? Ini 5 Pilihan Terbaik Ramadan Ini

Sabtu, 21 Februari 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Warga Jabar Siap-siap! Mudik Gratis Lebaran 2026 Dibuka: Kuota 3.040 Tiket, Ini Cara Daftarnya
  • ASN Wajib Tahu! Prediksi Tanggal Cair Gaji ke-14 Tahun 2026
  • Cari Tempat Bukber di Bandung? Ini 5 Pilihan Terbaik Ramadan Ini
  • Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 21 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa
  • Disebut Pemeran Video Teh Pucuk dan KKN 17 Menit, Mahasiswi Ini Akhirnya Buka Suara
  • Cukup Jalan Kaki! Ini 5 Spot Wisata Hits Bandung Paling Dekat dari Stasiun
  • Sopir Angkot hingga Kusir Delman di Jabar Bakal Dapat Kompensasi Jika Libur Saat Mudik Lebaran 2026
  • Wajib Teken Materai! Syarat Baru Masuk Sekolah di Jabar: Dilarang Bawa Motor hingga Knalpot Brong
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 21 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sungai Cikapundung Makin Tercemar: Dari Limbah Rumah Tangga hingga Kotoran Sapi

By Aga GustianaKamis, 17 April 2025 14:42 WIB2 Mins Read
Sungai Cikapundung
Sungai Cikapundung tercemar kotoran sapi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sungai Cikapundung, yang sejak lama menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Bandung, kini menghadapi kondisi memprihatinkan. Aliran sungai yang bermuara di Sungai Citarum itu tercemar parah oleh berbagai jenis limbah, mulai dari sampah rumah tangga, tinja manusia, limbah industri, hingga kotoran ternak sapi.

Padahal, sungai yang hulunya berada di wilayah Bandung Barat ini memiliki peran penting sebagai anak Sungai Citarum dan menyuplai air ke sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Bandung. Namun kini, suara gemuruh alirannya tak lagi menggambarkan kesegaran, melainkan menjadi pengingat akan krisis ekologi yang mengancam.

Salah satu sumber pencemaran yang paling disorot adalah limbah kotoran sapi yang diduga berasal dari kawasan peternakan di Lembang, Bandung Barat. Limbah ini dibuang langsung ke aliran sungai, menyebabkan endapan dan mengeluarkan bau menyengat, bahkan gas metana.

Baca Juga: TERUNGKAP! Dokter Kandungan Garut Akui 4 Kali Lecehkan Pasien

Baca Juga:  Empat Rekomendasi Tempat Hunting Kuliner Malam di Bandung

Kondisi ini semakin parah dalam beberapa waktu terakhir, sebagaimana diungkap oleh akun Instagram @kampoengtjibarani yang mengunggah video kondisi terkini aliran Sungai Cikapundung di kawasan Kanal Tjibarani, dekat pintu air Leuwilimoes.

“Airnya kotor pekat, berbusa, berbau menyengat dan mengeluarkan gas metana. Ini terjadi di musim hujan, bayangkan bagaimana saat musim kemarau nanti,” tulis akun tersebut dalam unggahannya dikutip Kamis (17/4/2025).

Baca Juga:  Mapay Lembur 40 Jam Bersama Warga, Kang Arfi Tangkap Begal di Dago

Warga Kampoeng Tjibarani, yang tinggal di bantaran sungai, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap kondisi Cikapundung yang terus memburuk. Mereka, bersama para pegiat lingkungan dan river defenders, nyaris putus asa menghadapi realita sungai yang dulunya jernih dan penuh kehidupan.

“Kami warga Kampoeng Tjibarani, warga bantaran Sungai Cikapundung, warga Bandung, warga Jawa Barat, serta para river defender lainnya sudah hampir putus asa,” tulis pernyataan bersama mereka.

Baca Juga: Mirisnya Jalan Berlumpur di Pelosok Bandung Barat, Warga Keluhkan Akses Terhambat

Baca Juga:  Cara Membuat Cuanki Enak dan Gurih, Jajanan Khas Bandung yang Melegenda

Kerusakan lingkungan ini telah berlangsung selama puluhan tahun, dengan ekosistem sungai yang semakin rapuh dan kualitas air yang menurun drastis.
Ancaman Nyata di Musim Kemarau

Kondisi Cikapundung saat ini memang sudah memprihatinkan. Namun para warga dan pemerhati lingkungan memperingatkan bahwa pencemaran bisa semakin parah saat musim kemarau tiba, ketika debit air sungai menyusut drastis dan konsentrasi limbah meningkat.

Pemerintah daerah dan instansi terkait pun didesak untuk segera turun tangan, mengambil langkah konkret dalam menangani pencemaran ini—mulai dari penindakan tegas terhadap pembuangan limbah ilegal, hingga normalisasi dan restorasi aliran sungai.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung Citarum Sungai Cikapundung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Warga Jabar Siap-siap! Mudik Gratis Lebaran 2026 Dibuka: Kuota 3.040 Tiket, Ini Cara Daftarnya

PPPK

ASN Wajib Tahu! Prediksi Tanggal Cair Gaji ke-14 Tahun 2026

Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 21 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa

Sopir Angkot hingga Kusir Delman di Jabar Bakal Dapat Kompensasi Jika Libur Saat Mudik Lebaran 2026

knalpot brong

Wajib Teken Materai! Syarat Baru Masuk Sekolah di Jabar: Dilarang Bawa Motor hingga Knalpot Brong

Bukan Vandalisme Biasa! Rahasia di Balik Mural ‘Dicari Penjaga Hutan Jabar’ yang Viral di Cianjur

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.