Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!

Minggu, 13 September 2026 02:00 WIB

Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!

Minggu, 13 September 2026 01:00 WIB

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Sabtu, 12 September 2026 23:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!
  • Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!
  • Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu
  • Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga
  • Takluk dari Persija 2-1, Igor Tolic Soroti Celah Lini Belakang Persib
  • Akhir Perjalanan Kangen Band: Dodhy Umumkan Bubar Akibat ‘Kezaliman’ dan Larang Nyanyikan Lagunya
  • Pasukan Jepang Nyesel Datang? Niat Bantu Karhutla Malah Disambut Parade & Marching Band!
  • BOSS Cabaret Festival 2026 Jadi Ruang Tumbuh Kreativitas Anak Muda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 13 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tamparan Guru Memicu Amarah Orang Tua: Adu Mulut Sengit di Sekolah Subang

By Aga GustianaRabu, 5 November 2025 13:28 WIB4 Mins Read
Guru tampar siswa di Subang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia pendidikan di Kabupaten Subang kembali diguncang oleh insiden yang memantik perdebatan tajam antara guru dan orang tua siswa. Sebuah video yang merekam adu argumen panas di lingkungan sekolah mendadak menyebar luas di media sosial, menyalakan perbincangan publik soal batas antara “mendidik” dan “melakukan kekerasan.”

Dalam video yang viral itu, terlihat seorang wali murid dengan nada tinggi memprotes tindakan seorang guru yang mengaku bernama Rana Setiaputra. Emosi sang orang tua memuncak karena anaknya diduga menjadi korban kekerasan fisik, ditampar oleh sang guru di depan teman-temannya.

Guru Rana tak membantah tuduhan tersebut. Ia mengakui bahwa memang menampar siswa, namun menyebut tindakannya sebagai bentuk disiplin terakhir setelah berbagai teguran tidak dihiraukan.

“Karena diomongkan baik-baik sudah tidak nurut, dengan cara-cara biasa anak-anak sudah pada ngelunjak,” ujar Rana dalam video yang beredar.

Rana mengaku kesabarannya habis ketika beberapa murid ketahuan memanjat tembok sekolah hingga tembok itu roboh. Menurutnya, insiden itu bukan sekadar kenakalan kecil, melainkan tindakan berbahaya yang menuntut reaksi tegas.

Namun, dari sisi orang tua, narasinya berbeda. Melalui akun Instagram @mangdans_, sang ayah menegaskan dirinya tidak membenarkan kekerasan terhadap siswa, meski ia mengakui kesalahan anaknya.

Baca Juga:  Susi Pudjiastuti Nakhodai Dewan Komisaris Bank BJB, Targetkan Efisiensi dan Peningkatan Dividen

“Saya akui anak saya salah gara-gara manjat tembok sampai roboh, tapi saya tidak suka cara guru sudah pakai kekerasan. Dan bukan anak saya saja yang kena gampar, delapan anak kena gampar,” tulisnya dikutip Rabu (5/11/2025)

Pernyataan itu membuka fakta bahwa dugaan tamparan tidak hanya menimpa satu anak, tetapi delapan siswa sekaligus. Anak yang bersangkutan bahkan mengaku dipukul tiga kali oleh gurunya karena keterlambatan dan aksi nekatnya memanjat pagar sekolah.

Adu Mulut di Sekolah yang Jadi Sorotan

Ketegangan antara wali murid dan guru terekam jelas dalam video yang kemudian diunggah akun gosip @lambe_turah pada Rabu (5/11/2025). Dalam rekaman, sang ayah terlihat menantang guru dengan emosi tinggi, bahkan meminta perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

“Ini Anda main gampar-gampar aja seorang guru di Subang SMP 2. Liatin tuh, Pak Dedi tolong, Pak!” ucapnya lantang.

Guru Rana menanggapi tanpa gentar. “Laporin aja ke Pak Dedi, laporin ke Pak Dedi, saya tunggu,” balasnya tenang.

Adu argumen berlanjut ketika sang ayah menilai tindakan guru tidak pantas dilakukan di sekolah.

Baca Juga:  Sensus Ekonomi 2026 Bantu Pemerintah Bangun Kesejahteraan Masyarakat

“Harusnya panggil orang tua ya, Pak, jangan main tangan sendiri. Apakah boleh? Sekarang saya tanya, boleh nggak seorang guru gampar-gampar anak? Nggak boleh, Bu, ada undang-undangnya sekarang, Bu,” tegasnya.

Guru Rana menimpali dengan nada menantang, “Undang-undang nomor berapa?”

Sang ayah pun menjawab keras, “Bukan soal undang-undang, Pak, tapi nggak boleh guru main tangan. Jangan sampai kayak gitu.”

Rana kemudian menegaskan bahwa yang ia lakukan masih dalam konteks pendidikan disiplin.

“Bapak mau liat konten Pak Dedi? Sekarang guru boleh mendidik yang sifatnya mendidik,” katanya.

Sang ayah langsung membantah, “Boleh apa? Boleh menggampar? Tidak bisa.”

Guru pun menjawab dingin, “Kalau gamparan saya yang sebenarnya, anak bapak sudah pingsan. Saya kepret begitu.”

Respons dari Dedi Mulyadi: “Harus Diselesaikan dengan Bijak”

Kasus ini makin melebar setelah Dedi Mulyadi ikut turun tangan. Melalui akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, ia menemui langsung guru yang terlibat untuk meminta klarifikasi.

“Karena anaknya merokok, kemudian berkelahi dan loncat dari tembok sekolah,” jelas sang guru kepada Dedi.

Dedi pun menilai bahwa memang ada pelanggaran dari sisi siswa, namun penyelesaiannya tidak bisa hanya dengan emosi.

“Artinya ada kekeliruan oleh anak tersebut,” ujarnya tegas.

Baca Juga:  Petani Indramayu Desak Dedi Mulyadi Hentikan PLTU: Kami Butuh Air Bukan Api!

“Saya sudah mendengarkan apa yang menjadi latar belakangnya. Selanjutnya saya juga akan bertemu dengan orang tuanya. Saya pikir masalah ini harus segera selesai.”

Netizen Terbelah: Disiplin atau Kekerasan?

Polemik ini memecah opini publik. Sebagian netizen mengecam tindakan guru, menyebut kekerasan tidak bisa dibenarkan dalam bentuk apa pun. Namun, tak sedikit pula yang menilai sikap orang tua berlebihan dan justru memperburuk citra anak di sekolah.

“Saya dukung orang tua ini, keluarin aja anaknya dan dididik di rumah,” tulis seorang pengguna.

“Anak problematik berasal dari orang tua problematik,” sindir yang lain.

“Calon-calon anak yang di-blacklist sekolah lain. Bapaknya juga bakal ditandain,” tambah komentar lain.

Di Persimpangan Pendidikan

Kasus tamparan di Subang ini bukan sekadar persoalan guru dan murid, tetapi menggambarkan dilema lama dunia pendidikan: di mana batas antara disiplin dan kekerasan? Guru merasa kewalahan menegakkan aturan, sementara orang tua menuntut perlakuan manusiawi.

Selama kedua pihak saling merasa benar, polemik semacam ini akan terus berulang—meninggalkan luka di ruang kelas, dan tanda tanya besar tentang bagaimana sebenarnya mendidik dengan benar

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi guru jawa barat siswa Subang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Kemensos Gunakan Data Baru, 4,3 Juta Keluarga Resmi Masuk Daftar Penerima Bansos

Kaya Raya dan Ditakuti Pejabat! Sisi Lain Mentan Amran: Jago Tebak Tebu, Suka Bantu Anak Yatim Piatu

Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.