Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Comeback! Sempat Tertinggal, Maung Bandung Bungkam Persijap 2-1

Minggu, 20 September 2026 21:24 WIB

Nikah Mendadak dengan Andre Taulany, Amanda Rigby Dituding Hamil? Cek Lagi Ramalan Hard Gumay

Minggu, 20 September 2026 20:18 WIB

1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan

Minggu, 20 September 2026 19:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Comeback! Sempat Tertinggal, Maung Bandung Bungkam Persijap 2-1
  • Nikah Mendadak dengan Andre Taulany, Amanda Rigby Dituding Hamil? Cek Lagi Ramalan Hard Gumay
  • 1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan
  • Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk
  • Link Live Streaming Persijap vs Persib, Kick Off 19.00 WIB di Super League
  • Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung
  • Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin
  • Persijap vs Persib: Misi Balas Dendam Maung Bandung di Gelora Bumi Kartini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 20 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tanamkan Ideologi Pancasila Sejak Dini, Ledia Hanifa Dorong Guru Buat Pembelajaran Menarik

By Putra JuangSelasa, 6 Agustus 2024 16:00 WIB2 Mins Read
Anggota MPR RI, Ledia Hanifa Amaliah saat memberikan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di hadapan para guru di Arion Suites Hotel, Kota Bandung. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota MPR RI, Ledia Hanifa Amaliah menyatakan, bahwa pancasila sebagai dasar negara sudah menjadi bahan ajar sejak di bangku sekolah dasar.

Hal itu disampaikan Ledia Hanifah saat memberikan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di hadapan para guru yang tergabung dalam Forum Pengajar Muda Pancasila, di Arion Suites Hotel, Kota Bandung, Sabtu (3/8/2024) lalu.

“Soal Pancasila, kita tak perlu label, tapi internalisasi. Jadi jangan sampai kita dan anak didik kita hanya bisa pamer ucapan namun tindakan dan perilaku justru sering bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” ucap Ledia.

Meski begitu, seringkali didapati bahwa pembelajaran tersebut hanya sampai pada level kognitif atau sekedar pengetahuan belaka.

Baca Juga:  Ledia Hanifa Tantang Pemerintah Jadikan Piala Dunia U-17 Sport Tourism

“Maka menjadi tugas dan tantangan guru untuk membuat satu strategi pembelajaran yang menarik, dan bisa membekas hingga menjadi karakter pada anak didik. Teorinya perlu diajarkan, namun contoh secara konkrit juga perlu disampaikan, agar anak didik lebih paham dan mudah mempraktekan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Ledia mencontohkan, saat bicara Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab, bagaimana menjelaskan hal ini pada peserta didik, apalagi bila mereka masih dalam level usia remaja atau bahkan anak-anak di bangku SD.

Baca Juga:  Merasa Nyaman, Kevin Ray Mendoza Siap Sambut Anak Pertama di Kota Bandung

“Mungkin bisa dijelaskan terkait perundungan. Mengejek, merendahkan, mengintimidasi, mendorong, mencubit, memukul dan banyak lagi contoh-contoh perundungan yang kita pernah dengar atau bahkan perilaku yang kerap terjadi di kalangan anak-anak bisa dijelaskan sebagai bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab,” terangnya.

“Mengolok orang tua, kondisi fisik, kondisi sosial ekonomi kadang dianggap biasa dan sekedar bercanda. Padahal dari hal-hal seperti itu kemudian bisa meningkat menjadi permusuhan, sakit hati hingga perkelahian atau tawuran, harus bisa diantisipasi,” tambahnya.

Kepada guru yang hadir, Ledia yang juga anggota Komisi X DPR RI ini juga mengingatkan bahwa perbedaan gaya dan budaya dari lintas generasi juga membutuhkan kesiapan untuk beradaptasi.

Baca Juga:  Anak Solihin GP Ungkap Kondisi Terakhir Sang Ayah Sebelum Meninggal, Sempat Bolak-balik Rumah Sakit

“Menghadapi anak-anak millenial, gen Z dan kini gen Alpha tentu membutuhkan adaptasi tersendiri. Penjabaran Pancasila meskipun nilai-nilainya tak lekang oleh waktu tetap membutuhkan pendekatan berbeda,” ungkapnya.

“Memberikan contoh, dan membimbing lewat keteladanan adalah satu keniscayaan. Tentunya dengan adanya Forum ini bisa saling membangun komunikasi dan kolaborasi untuk terus meluaskan wawasan dan bertukar praktik baik antar sesama guru,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak guru Ledia Hanifa Pancasila
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

1.096 Botol Miras Ilegal Disita di Jatinangor, 25 Orang Diamankan

Sudah Lama Rusak, Ruang Kelas MI Tegal Koneng Bandung Barat Ambruk

Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung

Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin

Mahasiswa ITB Nyaris Terjun dari Jembatan GT Baros, Teriakan Pengendara Picu Penyelamatan

Mind Blowing: Fakta-Fakta ‘Make in Indonesia’ Implementasi Diam-Diam Konsep ‘Indonesia Incorporated’ Presiden Prabowo

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.