Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Video ‘Tasya Gym Bandar Batang’ 15 Menit Viral di Medsos, Benarkah Asli?

Kamis, 30 April 2026 13:40 WIB

Bukan Striker Biasa! Aymen Hussein Masuk Radar Persib Bandung 2026/2027

Kamis, 30 April 2026 11:57 WIB

Miris! Potret Getir Bocah di Bandung Barat: Makan Rumput Demi Bertahan di Balik Keterbatasan

Kamis, 30 April 2026 10:59 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video ‘Tasya Gym Bandar Batang’ 15 Menit Viral di Medsos, Benarkah Asli?
  • Bukan Striker Biasa! Aymen Hussein Masuk Radar Persib Bandung 2026/2027
  • Miris! Potret Getir Bocah di Bandung Barat: Makan Rumput Demi Bertahan di Balik Keterbatasan
  • Bursa Transfer Memanas! Persib Bandung Incar Bomber Irak Aymen Hussein, Sahabat Frans Putros Siap Merapat?
  • Kisah Rizki yang Viral Makan Rumput, Kini Dapat Perhatian Pemerintah
  • Persaingan Juara Memanas! Persib Wajib Putus Tren Imbang di Kandang Bhayangkara FC
  • Harga Emas Antam Terkoreksi Tipis! Cek Rincian Harga Terbaru Kamis 30 April 2026 Sebelum Investasi
  • Banjir Hadiah! Kode Redeem FF 30 April 2026: Amankan Skin SG2 Terompet dan Bundle Langka Sekarang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Teknologi Pengolahan Sampah Canggih dari Tiongkok Siap Diterapkan di Kota Bandung

By SusanaJumat, 25 Juli 2025 14:25 WIB2 Mins Read
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menjajaki kerja sama pengolahan sampah dengan Qinglv Environment, perusahaan asal Tiongkok yang dikenal dengan teknologi pemilahan sampah berkapasitas tinggi di lahan terbatas.

Perusahaan Qinglv menawarkan teknologi mini sorting plant yang mampu menyortir hingga 100 ton sampah per hari di atas lahan hanya seluas 1.600 meter persegi.

Teknologi ini dinilai cocok untuk Kota Bandung yang menghadapi keterbatasan lahan namun menghasilkan volume sampah tinggi setiap harinya.

Teknologi Efisien dan Ramah Lingkungan

Chairman Qinglv Environment, Wu Jianyang, menjelaskan bahwa perusahaannya telah berpengalaman sejak 2009 dalam membangun fasilitas pengolahan sampah di berbagai kota besar di Tiongkok, termasuk pusat kota Guangzhou.

“Fokus kami adalah pengolahan sampah kota. Salah satu proyek kami hanya memerlukan lahan 1.600 meter persegi untuk menyortir 100 ton sampah per hari, dengan tingkat pemanfaatan ulang hingga 90 persen,” kata Wu dalam pertemuan di Balai Kota Bandung, Jumat (25/7/2025).

Baca Juga:  Tanggapi Wacana Pembongkaran Teras Cihampelas, Farhan: Bukan Keputusan Gampang

Teknologi yang dikembangkan Qinglv mencakup pemilahan otomatis berbasis kecerdasan buatan (AI), serta mesin hasil fabrikasi sendiri. Sistem ini diklaim mampu memproses sampah bahkan dari landfill lama yang telah tertimbun bertahun-tahun.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut baik inovasi tersebut. Ia menilai bahwa pendekatan skala menengah seperti yang ditawarkan Qinglv sangat cocok diterapkan di Bandung.

Baca Juga:  Bandung Masih Gelap, Farhan Janjikan Percepatan Tender PJU Usai Revisi Anggaran

“Dengan kapasitas 100 ton per hari di lahan hanya 1.600 meter persegi, tentu ini sangat menarik. Kita butuh lebih banyak fasilitas semacam ini,” ujar Farhan.

Ia menegaskan bahwa Bandung tidak akan bergantung pada satu model teknologi besar seperti waste-to-energy, melainkan akan mengembangkan ekosistem terbuka dan inklusif yang melibatkan berbagai inovasi teknologi ramah lingkungan.

Tinjauan Lapangan dan Solusi Jangka Panjang

Delegasi Qinglv dijadwalkan mengunjungi beberapa fasilitas pengolahan sampah di Bandung, seperti Cicukang Holis, Gedebage, Tegalega, dan Nyengseret. Tujuannya adalah menilai secara langsung kondisi lapangan agar teknologi yang diterapkan dapat disesuaikan secara optimal.

Diskusi juga mencakup tantangan di lapangan, seperti kualitas plastik rendah dan air limbah dari truk pemadat sampah. Qinglv menjelaskan bahwa sistem mereka tetap memerlukan pembersihan plastik, meski tidak membutuhkan proses pengeringan.

Baca Juga:  Cegah Korban Jiwa, Pemkot Bandung Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Lewat Sinergi FPRB dan BPBD

Qinglv turut menawarkan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar padat industri (Solid Industrial Fuel/SIF) dan kompos, selain penjualan bahan daur ulang.

Dengan volume sampah Bandung mencapai 1.800 ton per hari, Farhan berharap kerja sama ini dapat mendorong efisiensi, kebersihan, dan berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

“Kita sedang membangun ekosistem baru. Kalau kolaborasi ini bisa menjaga masa depan anak-anak kita, saya yakin ini layak untuk diperjuangkan,” tegas Farhan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kerja sama Bandung Tiongkok Muhammad Farhan Qinglv Environment solusi sampah kota teknologi pengolahan sampah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Miris! Potret Getir Bocah di Bandung Barat: Makan Rumput Demi Bertahan di Balik Keterbatasan

Kisah Rizki yang Viral Makan Rumput, Kini Dapat Perhatian Pemerintah

Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya

Pemerintah Tetapkan Gaji ke-13 2026, Simak Jadwal dan Ketentuannya

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.