Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib Bandung Tantang Persebaya Surabaya di Bali

Rabu, 5 Agustus 2026 09:28 WIB

Assist Lucho Antar Persib Tekuk Persija, Guaycochea Akui Maung Bandung Sudah Kehabisan Energi

Rabu, 5 Agustus 2026 09:21 WIB
penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Penyaluran Bansos PKH dan Sembako Tahap III 2026 Berlanjut: Simak Jadwal, Rincian Nominal, dan Cara Ceknya

Rabu, 5 Agustus 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib Bandung Tantang Persebaya Surabaya di Bali
  • Assist Lucho Antar Persib Tekuk Persija, Guaycochea Akui Maung Bandung Sudah Kehabisan Energi
  • Penyaluran Bansos PKH dan Sembako Tahap III 2026 Berlanjut: Simak Jadwal, Rincian Nominal, dan Cara Ceknya
  • Gerhana Matahari Total Agustus 2026 Segera Terjadi, Ini Jadwal, Lokasi, dan Dampaknya bagi Bumi
  • Bandung Punya Banyak Hidden Gem! 4 Cafe Kekinian 2026 yang Wajib Masuk List Kamu
  • Bansos Agustus 2026 Masih Mengalir! Kemensos Ungkap Jadwal Cair PKH dan BPNT Terbaru
  • Cara Aman Klaim Saldo DANA Gratis 5 Agustus 2026: Waspadai Modus Penipuan Berkedok Tautan Palsu
  • Berburu Hadiah Gratis! Cek Deretan Kode Redeem FF Terbaru 5 Agustus 2026, Segera Klaim Sebelum Kedaluwarsa
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 5 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Teknologi Pengolahan Sampah Canggih dari Tiongkok Siap Diterapkan di Kota Bandung

By SusanaJumat, 25 Juli 2025 14:25 WIB2 Mins Read
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menjajaki kerja sama pengolahan sampah dengan Qinglv Environment, perusahaan asal Tiongkok yang dikenal dengan teknologi pemilahan sampah berkapasitas tinggi di lahan terbatas.

Perusahaan Qinglv menawarkan teknologi mini sorting plant yang mampu menyortir hingga 100 ton sampah per hari di atas lahan hanya seluas 1.600 meter persegi.

Teknologi ini dinilai cocok untuk Kota Bandung yang menghadapi keterbatasan lahan namun menghasilkan volume sampah tinggi setiap harinya.

Teknologi Efisien dan Ramah Lingkungan

Chairman Qinglv Environment, Wu Jianyang, menjelaskan bahwa perusahaannya telah berpengalaman sejak 2009 dalam membangun fasilitas pengolahan sampah di berbagai kota besar di Tiongkok, termasuk pusat kota Guangzhou.

“Fokus kami adalah pengolahan sampah kota. Salah satu proyek kami hanya memerlukan lahan 1.600 meter persegi untuk menyortir 100 ton sampah per hari, dengan tingkat pemanfaatan ulang hingga 90 persen,” kata Wu dalam pertemuan di Balai Kota Bandung, Jumat (25/7/2025).

Teknologi yang dikembangkan Qinglv mencakup pemilahan otomatis berbasis kecerdasan buatan (AI), serta mesin hasil fabrikasi sendiri. Sistem ini diklaim mampu memproses sampah bahkan dari landfill lama yang telah tertimbun bertahun-tahun.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut baik inovasi tersebut. Ia menilai bahwa pendekatan skala menengah seperti yang ditawarkan Qinglv sangat cocok diterapkan di Bandung.

“Dengan kapasitas 100 ton per hari di lahan hanya 1.600 meter persegi, tentu ini sangat menarik. Kita butuh lebih banyak fasilitas semacam ini,” ujar Farhan.

Ia menegaskan bahwa Bandung tidak akan bergantung pada satu model teknologi besar seperti waste-to-energy, melainkan akan mengembangkan ekosistem terbuka dan inklusif yang melibatkan berbagai inovasi teknologi ramah lingkungan.

Tinjauan Lapangan dan Solusi Jangka Panjang

Delegasi Qinglv dijadwalkan mengunjungi beberapa fasilitas pengolahan sampah di Bandung, seperti Cicukang Holis, Gedebage, Tegalega, dan Nyengseret. Tujuannya adalah menilai secara langsung kondisi lapangan agar teknologi yang diterapkan dapat disesuaikan secara optimal.

Diskusi juga mencakup tantangan di lapangan, seperti kualitas plastik rendah dan air limbah dari truk pemadat sampah. Qinglv menjelaskan bahwa sistem mereka tetap memerlukan pembersihan plastik, meski tidak membutuhkan proses pengeringan.

Qinglv turut menawarkan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar padat industri (Solid Industrial Fuel/SIF) dan kompos, selain penjualan bahan daur ulang.

Dengan volume sampah Bandung mencapai 1.800 ton per hari, Farhan berharap kerja sama ini dapat mendorong efisiensi, kebersihan, dan berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

“Kita sedang membangun ekosistem baru. Kalau kolaborasi ini bisa menjaga masa depan anak-anak kita, saya yakin ini layak untuk diperjuangkan,” tegas Farhan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kerja sama Bandung Tiongkok Muhammad Farhan Qinglv Environment solusi sampah kota teknologi pengolahan sampah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gerhana Matahari Total Agustus 2026 Segera Terjadi, Ini Jadwal, Lokasi, dan Dampaknya bagi Bumi

Bansos

Bansos Agustus 2026 Masih Mengalir! Kemensos Ungkap Jadwal Cair PKH dan BPNT Terbaru

Aturan Baru SIM Bikin Geger, Pemilik Kendaraan Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif?

Lurah Cihapit Ungkap Kronologi Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau, Siap Terima Sanksi Jika Dinilai Lalai

Ciptabintar Pastikan Lapangan Padel Surya Sumantri Tak Langgar Tata Ruang, Kebisingan Jadi Sorotan

Isak Tangis Warnai PHK Massal Pabrik Tekstil di Cimahi, Ratusan Buruh Kehilangan Pekerjaan

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.