Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jalan Soekarno-Hatta Bandung Macet Parah, Galian Jalan Akhirnya Ditutup Plat Besi

Selasa, 22 September 2026 13:28 WIB

Pemprov Jabar Tegaskan Pendidikan SMA-SMK Negeri Gratis Dibiayai Pajak Masyarakat

Selasa, 22 September 2026 12:52 WIB

Jabar Targetkan 5,4 Juta Pekerja Informal Dapat BPJS Ketenagakerjaan pada 2027

Selasa, 22 September 2026 12:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jalan Soekarno-Hatta Bandung Macet Parah, Galian Jalan Akhirnya Ditutup Plat Besi
  • Pemprov Jabar Tegaskan Pendidikan SMA-SMK Negeri Gratis Dibiayai Pajak Masyarakat
  • Jabar Targetkan 5,4 Juta Pekerja Informal Dapat BPJS Ketenagakerjaan pada 2027
  • Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Indonesia Tambah 2 Medali di Asian Games 2026, Posisi di Klasemen Mulai Berubah
  • Deretan Fakta Tragedi Sepak Bola Tasikmalaya: Pemain Cibeureum Tutup Usia Saat Laga Baru Berjalan 5 Menit
  • Bikin Geleng-Geleng Kepala! Tahlilan ‘Sultan Lamongan’ Bagi-bagi Kipas Angin ke Ratusan Jemaah
  • Jelang Penutupan Bursa Transfer Super League, Persib Bandung Siapkan Kejutan Susulan?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 22 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Terkuak Alasan Khairun Nisya Cosplay Jadi Pramugari, Ternyata Korban Penipuan

By Aga GustianaSelasa, 13 Januari 2026 13:08 WIB2 Mins Read
Penyamaran Khairun Nisya jadi pramugari terbongkar. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Alasan di balik aksi Khairun Nisya yang menyamar sebagai pramugari Batik Air akhirnya terungkap. Di balik penampilan dan konten yang sempat viral, tersimpan cerita tentang mimpi besar, tekanan keluarga, serta jerat penipuan berkedok rekrutmen kerja.

Perempuan asal Palembang itu ternyata bukan pelaku dengan niat jahat sejak awal. Ia justru menjadi korban oknum yang mengaku mampu meloloskannya menjadi pramugari dengan imbalan sejumlah uang. Janji tersebut membuat Nisya berani berangkat ke Jakarta demi mengejar cita-citanya di dunia penerbangan.

Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, menjelaskan bahwa keberangkatan Nisya ke Jakarta dilakukan secara terbuka dan telah mendapat izin dari ibunya. Nisya berangkat dengan keyakinan akan mengikuti proses seleksi resmi.

“Yang bersangkutan orang Palembang. Dia ke Jakarta meminta izin kepada ibunya untuk mendaftar jadi pramugari. Kemudian di Jakarta dia bertemu seseorang yang menawarkan bisa memasukkan pramugari dengan meminta sejumlah uang,” kata Yandri.

Terbuai janji tersebut, Nisya menyerahkan uang sebesar Rp30 juta kepada orang yang mengaku memiliki akses khusus ke maskapai. Namun harapan itu runtuh. Setelah uang berpindah tangan, sosok tersebut menghilang dan tak lagi bisa dihubungi.

“Pada dasarnya dia korban. Dia mau masuk pramugari, menyerahkan uang Rp30 juta, ternyata gagal dan orangnya sudah tidak bisa dihubungi,” ujar Yandri.

Menghadapi kenyataan pahit tersebut, Nisya tidak berani berkata jujur kepada keluarganya. Rasa malu dan ketakutan akan mengecewakan ibunya membuat ia memilih jalan keliru dengan berpura-pura telah diterima bekerja sebagai pramugari.

“Karena keburu malu dan tidak mau mengecewakan ibunya, dia mengaku ke keluarganya kalau sudah bekerja,” katanya.

Kebohongan itu kemudian diperkuat melalui media sosial. Nisya mengunggah berbagai konten yang menampilkan dirinya seolah-olah benar bekerja sebagai awak kabin demi menjaga kepercayaan orang tuanya.

“Di media sosial juga ia mengunggah seolah-olah pramugari supaya orang tuanya percaya,” tambah Yandri.

Kasus Khairun Nisya menjadi cermin betapa rawannya praktik penipuan berkedok jalur cepat masuk kerja, khususnya pada profesi impian seperti pramugari. Tekanan sosial dan minimnya pemahaman tentang proses resmi sering dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Yandri mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran instan yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang, serta selalu mengikuti mekanisme resmi yang berlaku.

“Untuk masyarakat yang ingin menjadi pramugari, jangan menggunakan jasa orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan iming-iming bisa mendapatkan pekerjaan dengan membayar sejumlah uang. Ikuti SOP dan aturan resmi yang berlaku,” pungkasnya.

Lebih dari sekadar kasus penyamaran, kisah Khairun Nisya menjadi pelajaran tentang bahaya penipuan, tekanan psikologis, dan pentingnya transparansi antara anak dan orang tua dalam mengejar mimpi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Wisata Kuliner di Sumedang: Menikmati Sajian Sunda Otentik Berlatar Alam Pegunungan yang Asri

Cuma Rp15 Ribuan! 4 Nasi Kuning Terenak di Bandung, Ada yang Buka sampai Dini Hari

Cari Hotel Murah di Bandung? 4 Penginapan Ini Tarifnya di Bawah Rp300 Ribu

Bukan Cuma Kota Pabrik! Ini 8 Wisata Hidden Gems di Bekasi yang Bikin Pikiran Kembali Fresh

Ilustrasi kuliner Cirebon.

Liburan ke Cirebon? Jangan Lewatkan 9 Destinasi Wisata Kuliner Legendaris Ini, Dijamin Ketagihan!

Kuliner Majalengka legendaris yang wajib dicoba

Jangan Cuma Jalakotek! Ini 5 Kuliner Legendaris Majalengka yang Wajib Dicoba

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.