Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Warga Jabar Siap-siap! Mudik Gratis Lebaran 2026 Dibuka: Kuota 3.040 Tiket, Ini Cara Daftarnya

Sabtu, 21 Februari 2026 06:00 WIB
PPPK

ASN Wajib Tahu! Prediksi Tanggal Cair Gaji ke-14 Tahun 2026

Sabtu, 21 Februari 2026 05:00 WIB

Cari Tempat Bukber di Bandung? Ini 5 Pilihan Terbaik Ramadan Ini

Sabtu, 21 Februari 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Warga Jabar Siap-siap! Mudik Gratis Lebaran 2026 Dibuka: Kuota 3.040 Tiket, Ini Cara Daftarnya
  • ASN Wajib Tahu! Prediksi Tanggal Cair Gaji ke-14 Tahun 2026
  • Cari Tempat Bukber di Bandung? Ini 5 Pilihan Terbaik Ramadan Ini
  • Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 21 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa
  • Disebut Pemeran Video Teh Pucuk dan KKN 17 Menit, Mahasiswi Ini Akhirnya Buka Suara
  • Cukup Jalan Kaki! Ini 5 Spot Wisata Hits Bandung Paling Dekat dari Stasiun
  • Sopir Angkot hingga Kusir Delman di Jabar Bakal Dapat Kompensasi Jika Libur Saat Mudik Lebaran 2026
  • Wajib Teken Materai! Syarat Baru Masuk Sekolah di Jabar: Dilarang Bawa Motor hingga Knalpot Brong
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 21 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Terungkap! Menkeu Purbaya Sebut Dana Pemerintah Parkir di Bank Pemicu Demo Besar-besaran

By SusanaKamis, 11 September 2025 12:17 WIB2 Mins Read
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan (Menkeu). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT


bukamata.id – Demonstrasi besar-besaran yang memicu kerusuhan di berbagai daerah sejak 25 Agustus 2025 disebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berakar dari kesalahan kebijakan ekonomi.

Salah satunya, pemerintah terlalu lama menaruh dana besar di Bank Indonesia ketimbang menggerakkan sektor riil melalui perbankan nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu (10/9/2025), bahwa tekanan ekonomi masyarakat sudah berlangsung lama akibat kebijakan fiskal dan moneter yang tidak tepat.

“Yang kemarin demo itu karena tekanan berkepanjangan di ekonomi, karena kesalahan kebijakan fiskal dan moneter sendiri,” ujarnya.

Menurut Purbaya, dari sisi fiskal, pemerintah lambat membelanjakan anggaran sehingga APBN kurang maksimal menggerakkan perekonomian.

Sementara dari sisi moneter, dana pemerintah justru “parkir” di Bank Indonesia (BI) ketimbang di perbankan komersial. Akibatnya, uang itu tidak mengalir sebagai kredit produktif ke sektor riil.

Baca Juga:  Bapaknya Disanjung-sanjung, Anaknya Jadi Sorotan: Anak Menkeu Purbaya dan Deretan Kontroversinya

“Kalau pemerintahnya masih lambat belanjanya dan moneternya juga sama, maka akan lebih buruk dibandingkan dua zaman sebelumnya karena dua mesin mati,” kata Purbaya, membandingkan kondisi saat ini dengan pemerintahan sebelumnya.

Ia berjanji memperbaiki keadaan dengan mempercepat penyerapan belanja pemerintah dan menarik Rp200 triliun dari total Rp425 triliun dana pemerintah yang mengendap di BI untuk dialihkan ke sistem perbankan nasional.

“Quick win-nya di situ. Saya akan balik kondisi yang memburuk karena langkah kita sendiri,” tegasnya.

Baca Juga:  Di Tepi Jurang Utang: Indonesia Masih Aman, Tapi Sampai Kapan?

Sebelumnya, seruan demo 25 Agustus 2025 awalnya beredar lewat grup WhatsApp dan media sosial oleh kelompok “Revolusi Rakyat Indonesia”. Massa menuntut pengusutan dugaan korupsi, pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga pembubaran DPR.

Aksi pada 25 Agustus di Jakarta diikuti ratusan massa dari berbagai elemen. Bentrokan dengan aparat terjadi hingga malam hari. Pada 28 Agustus, serikat buruh menggelar demo menolak outsourcing, upah murah, hingga revisi UU Pemilu.

Namun setelah buruh bubar, mahasiswa dan pelajar berdatangan menuntut pencabutan tunjangan anggota dewan yang mencapai Rp100 juta per bulan.

Puncak eskalasi terjadi ketika kendaraan taktis Brimob menabrak pengemudi online Affan Kurniawan, 21 tahun. Kematian Affan memicu kemarahan publik dan aksi meluas ke berbagai daerah seperti Bandung, Makassar, Surabaya.

Baca Juga:  Melemah, Menkeu Purbaya Pede Rupiah Kembali Bangkit Pekan Depan

Massa juga menyerbu rumah legislator Ahmad Sahroni, Uya Kuya, Eko Patrio hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani yang saat itu masih menjabat, menjarah barang berharga, yang disiarkan langsung di TikTok.

Akar persoalan ekonomi yang diungkap Menkeu Purbaya, termasuk dana pemerintah yang mengendap di Bank Indonesia menambah konteks baru di balik gelombang unjuk rasa.

Publik kini menanti langkah cepat pemerintah untuk menyalurkan dana tersebut ke sektor riil agar perekonomian bergerak dan ketegangan sosial mereda.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

demo besar-besaran 2025 demo nasional Indonesia kebijakan fiskal moneter Purbaya Yudhi Sadewa uang pemerintah parkir di bank
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Warga Jabar Siap-siap! Mudik Gratis Lebaran 2026 Dibuka: Kuota 3.040 Tiket, Ini Cara Daftarnya

PPPK

ASN Wajib Tahu! Prediksi Tanggal Cair Gaji ke-14 Tahun 2026

Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 21 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa

Sopir Angkot hingga Kusir Delman di Jabar Bakal Dapat Kompensasi Jika Libur Saat Mudik Lebaran 2026

knalpot brong

Wajib Teken Materai! Syarat Baru Masuk Sekolah di Jabar: Dilarang Bawa Motor hingga Knalpot Brong

Bukan Vandalisme Biasa! Rahasia di Balik Mural ‘Dicari Penjaga Hutan Jabar’ yang Viral di Cianjur

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.