Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?

Jumat, 16 Oktober 2026 21:01 WIB

Target 4 Perunggu Asian Para Games 2026, Indonesia Awali Perjuangan dengan Dua Kemenangan

Jumat, 16 Oktober 2026 20:33 WIB

IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana

Jumat, 16 Oktober 2026 20:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Target 4 Perunggu Asian Para Games 2026, Indonesia Awali Perjuangan dengan Dua Kemenangan
  • IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana
  • Tragedi Kebakaran Bromo! 4 Orang Tewas, Petugas TNBTS dan Relawan Terjebak Kobaran Api
  • Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dikorupsi, Adik Eks Kepala BNPB Jadi Tersangka
  • Kabar Duka! Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun
  • 3 Wakil Indonesia Berburu Semifinal Denmark Open 2026, Putri KW Hadapi Penguasa China
  • Agnez Mo Jadi Artis Indonesia Pertama yang Punya Patung Lilin di Madame Tussauds Hollywood
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tragedi di Balik Reruntuhan: Wisata Kampung Gajah Kini Viral karena Horor dan Penemuan Mayat

By SusanaMinggu, 15 Februari 2026 18:49 WIB2 Mins Read
Kampung Gajah. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pernah menjadi salah satu destinasi wisata keluarga terpopuler di Jawa Barat, Wisata Kampung Gajah kini hanya tersisa sebagai nama dan kenangan.

Objek wisata yang terletak di Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, ini telah berubah dari pusat keriuhan menjadi lokasi terbengkalai yang sunyi dan mencekam.

Tragisnya, kawasan ini baru-baru ini menjadi sorotan setelah seorang streamer TikTok menemukan jasad seorang pelajar SMP berinisial ZAAQ, yang dilaporkan hilang sejak Selasa, 10 Februari 2026.

Penemuan ini kembali menegaskan citra Kampung Gajah sebagai lokasi dengan atmosfer horor bagi para penjelajah dan konten kreator.

Masa Kejayaan Kampung Gajah

Didirikan pada 2010 di lahan seluas 60 hektar, Kampung Gajah sempat menjadi kebanggaan wisata keluarga. Di bawah pengelolaan PT Cahaya Adipura Sentosa, taman hiburan ini menawarkan lebih dari 30 wahana, termasuk ATV, flying fox, dan atraksi outbound.

Wahana kolam ombak buatan menjadi primadona pengunjung dan selalu padat pada masa kejayaan. Beragam atraksi menarik ini membuat Kampung Gajah menjadi destinasi favorit bagi warga Bandung dan sekitarnya.

Awal Mula Kebangkrutan

Mimpi buruk mulai datang ketika pengelola menghadapi kendala operasional. Puncaknya terjadi pada Desember 2017, ketika pengadilan menyatakan pihak pengelola pailit. Akibatnya, operasional Kampung Gajah terhenti dan resmi ditutup pada Mei 2018.

Para analis menyebut salah satu faktor kebangkrutan adalah harga tiket yang terlalu mahal. Banyak wahana dan biaya atraksi yang tinggi membuat tarif sulit dijangkau masyarakat, sehingga pengunjung menurun drastis dan finansial pengelola terganggu.

Menjadi Destinasi Wisata Horor

Setelah hampir satu dekade terbengkalai, kondisi Kampung Gajah memprihatinkan. Bangunan roboh, patung hias rusak, dan ilalang rimbun menutupi akses jalan. Kolam ombak yang dulu megah kini berisi air hijau keruh.

Suasana gelap dan mencekam ini menjadikan Kampung Gajah sebagai destinasi horor populer. Banyak YouTuber dan kreator konten menjadikannya lokasi eksplorasi mistis, memanfaatkan atmosfer seram yang tersisa.

Tragedi di Balik Reruntuhan

Kawasan yang terbengkalai tanpa pengawasan akhirnya memunculkan tragedi baru. Pada Jumat, 13 Februari 2026 malam, seorang streamer TikTok menemukan jasad pelajar ZAAQ di semak belukar bekas Kampung Gajah. Korban yang sempat dilaporkan hilang ini menambah catatan kelam bagi eks objek wisata tersebut.

Kini, reruntuhan Kampung Gajah berdiri sebagai pengingat akan kerajaan wisata yang runtuh akibat masalah finansial dan pengelolaan, sekaligus menjadi lokasi penuh misteri dan kisah horor bagi masyarakat dan kreator konten.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana

Tragedi Kebakaran Bromo! 4 Orang Tewas, Petugas TNBTS dan Relawan Terjebak Kobaran Api

Ilustrasi korupsi

Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dikorupsi, Adik Eks Kepala BNPB Jadi Tersangka

Viral Petugas SPBU Menangis di Depan I Wayan Koster: Saya Bukan Robot, Pak!

Diduga Jadi Korban Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen PIK 2

Nasib Tragis Pria di Bandung, Mengaku Ditipu Rekan Bisnis Puluhan Juta lalu Dibuang di Cimenyan

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Kontroversi Jalan Diponegoro Bandung: Demi Ruang Publik atau Menabrak Tata Ruang?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.