Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dugaan Pelecehan Oknum Dosen Guncang FH Unpas, Mahasiswa Bersatu Gelar Aksi Mimbar Bebas

Selasa, 13 Oktober 2026 11:54 WIB

Tragedi Utang Rp 25 Juta: Skenario Keji di Balik Tewasnya Driver Taksi Online Sumedang

Selasa, 13 Oktober 2026 11:49 WIB

Kebakaran Hebat di Cicadas Bandung! Bangunan Kosong Dilalap Api

Selasa, 13 Oktober 2026 11:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dugaan Pelecehan Oknum Dosen Guncang FH Unpas, Mahasiswa Bersatu Gelar Aksi Mimbar Bebas
  • Tragedi Utang Rp 25 Juta: Skenario Keji di Balik Tewasnya Driver Taksi Online Sumedang
  • Kebakaran Hebat di Cicadas Bandung! Bangunan Kosong Dilalap Api
  • Thom Haye Kritik Fasilitas Pemulihan Persib, Akui Jaga Kebugaran Pemain Hampir Mustahil
  • Harga Emas Antam Hari Ini 13 Oktober 2026 Anjlok Rp20.000, Cek Daftar Lengkap Semua Ukuran
  • 19 Rumah di Saritem Bandung Masih Dijadikan Tempat Prostitusi
  • Bawa JNE Melesat di Era Digital, Mohamad Feriadi Dinobatkan Jadi CEO Terbaik ILA 2026
  • Jadwal Pertandingan Persib Bandung vs The Cong-Viettel: Momentum Pangeran Biru Jaga Tren Positif Asia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tragedi Selfie di Kokpit: Menguak Rahasia Performa Pesawat Tempur F-15K Slam Eagle

By Aga GustianaKamis, 23 April 2026 20:50 WIB3 Mins Read
F-15K Slam Eagle. Foto US Air Force
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jagat dirgantara internasional dikejutkan dengan rilis investigasi terbaru terkait insiden tabrakan dua jet tempur Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF) yang terjadi pada 2021 silam. Meski kejadian telah berlalu, permintaan maaf resmi baru saja disampaikan menyusul temuan skandal yang cukup mencengangkan: manuver berbahaya tersebut diduga terjadi saat pilot melakukan aksi selfie di dalam kokpit.

Juru bicara AU Korea Selatan dalam konferensi pers (23/4/2026) menegaskan bahwa sanksi berat telah dijatuhkan kepada personel yang terlibat. Namun, di balik kelalaian manusia tersebut, sosok jet tempur yang terlibat dalam insiden ini tetap menarik perhatian. Inilah F-15K Slam Eagle, monster langit senilai triliunan rupiah yang menjadi tulang punggung pertahanan udara Negeri Gingseng.

Lebih dari Sekadar Jet Tempur: Spesifikasi ‘Monster’ F-15K

F-15K Slam Eagle bukan sekadar pesawat buru sergap biasa. Sebagai varian khusus dari keluarga F-15 Eagle yang diproduksi Boeing, pesawat ini dirancang untuk mendominasi segala medan—mulai dari duel udara ke udara hingga serangan presisi ke target permukaan laut.

1. Jantung Pacu dan Kecepatan Ultrasonik

F-15K adalah definisi kecepatan. Dibekali dua mesin turbofan raksasa (GE F110 atau Pratt & Whitney F-100-PW-229 EEP), jet ini mampu melesat hingga Mach 2,5. Artinya, ia bisa terbang 2,5 kali kecepatan suara. Dengan radius tempur mencapai 1.800 km, Slam Eagle sanggup menjaga kedaulatan Korea Selatan dari perbatasan hingga laut lepas tanpa perlu sering mengisi bahan bakar.

2. Kokpit Digital dan Kendali Helm Canggih

Keunggulan utama pesawat ini terletak pada sistem JHMCS (Joint Helmet Mounted Cueing System). Teknologi ini memungkinkan pilot mengunci target hanya dengan mengarahkan pandangan kepala mereka ke arah lawan. Di dalam kokpit, tersedia tiga layar warna panel datar yang mengintegrasikan seluruh data misi, memungkinkan awak pesawat memiliki kesadaran situasional tingkat tinggi (Situational Awareness).

3. Gudang Senjata Berjalan

Slam Eagle memiliki kapasitas angkut yang mengerikan, yakni lebih dari 13.000 kg muatan.

  • Pertempuran Udara: Mengandalkan rudal legendaris AIM-9 Sidewinder dan AIM-120 AMRAAM.
  • Serangan Darat & Laut: Mampu meluncurkan rudal anti-kapal AGM-84D Harpoon dan rudal jelajah AGM-84E SLAM-ER yang bisa menghancurkan target darat dari jarak yang sangat aman.

4. Mata Elektronik: Radar AESA

Untuk urusan deteksi, F-15K dipersenjatai radar AN/APG-63 (V)1. Radar tipe AESA ini terkenal sulit dilumpuhkan oleh sistem pengacak lawan (jamming). Ia mampu melacak target kecil yang bergerak di darat maupun kapal di permukaan laut dengan resolusi peta digital yang sangat tajam.

Investasi Triliunan Rupiah

Ketangguhan ini tentu tidak murah. Harga satu unit F-15K Slam Eagle ditaksir mencapai USD 100 hingga USD 110 juta, atau setara dengan Rp1,6 triliun hingga Rp1,7 triliun. Dengan harga selangit dan teknologi secanggih itu, tidak mengherankan jika publik Korea Selatan sangat menyayangkan adanya insiden yang dipicu oleh kelalaian disiplin pilot di udara.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dugaan Pelecehan Oknum Dosen Guncang FH Unpas, Mahasiswa Bersatu Gelar Aksi Mimbar Bebas

Tragedi Utang Rp 25 Juta: Skenario Keji di Balik Tewasnya Driver Taksi Online Sumedang

Kebakaran Hebat di Cicadas Bandung! Bangunan Kosong Dilalap Api

19 Rumah di Saritem Bandung Masih Dijadikan Tempat Prostitusi

Bawa JNE Melesat di Era Digital, Mohamad Feriadi Dinobatkan Jadi CEO Terbaik ILA 2026

Kekhawatiran Orang Tua Pemain Persib U-18 Usai Diserang di Rest Area Batang

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
  • Incar Poin Penuh di Kandang Port FC, Persib Bandung Siap Tampil Habis-habisan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.