bukamata.id – Ketegangan di jalur perdagangan laut dunia kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan provokatif. Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan menunggu persetujuan dari Iran untuk menormalisasi kembali lalu lintas kapal di Selat Hormuz yang strategis.
Dalam pernyataan terbarunya, Trump menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi. Ia mengklaim bahwa kekuatan militer AS, didukung oleh barisan negara sekutu yang sudah menyatakan kesiapan tempur, mampu mengendalikan jalur tersebut dalam waktu singkat.
Walau mengakui bahwa misi ini memiliki risiko tinggi, Trump tetap pada pendiriannya yang keras.
“Saya akan mengatakan ini, kami akan segera membukanya,” tegas Trump sebagaimana dikutip dari AlJazeera, Sabtu (11/4/2026).
Tolak Mentah-Mentah ‘Pajak Keamanan’ Iran
Hingga saat ini, Gedung Putih masih merahasiakan strategi militer mendetail yang akan digunakan. Namun, fokus utama Trump adalah menjegal ambisi Teheran yang berniat menarik biaya lintasan atau semacam ‘upeti’ bagi setiap kapal internasional yang melewati Selat Hormuz.
Iran sebelumnya sempat mewacanakan pungutan biaya keamanan bagi kapal-kapal asing, meski seandainya kesepakatan damai dengan AS tercapai di masa depan. Rencana ini langsung disambar oleh Trump dengan peringatan keras.
“Jika mereka melakukan itu, kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi,” tambah Trump memberikan peringatan balik kepada Teheran.
Fokus Utama: Senjata Nuklir
Bagi Trump, polemik di Selat Hormuz hanyalah bagian kecil dari masalah yang lebih besar: program nuklir Iran. Ia menegaskan bahwa prioritas absolut Amerika Serikat adalah menjamin Iran tidak pernah memiliki hulu ledak nuklir.
Trump meyakini jika ancaman nuklir Iran berhasil diredam secara total, maka stabilitas di jalur laut global seperti Selat Hormuz akan otomatis tercipta tanpa perlu negosiasi yang berlarut-larut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










