bukamata.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang, menunjukkan sikap responsif dengan turun langsung menemui massa aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kamis (11/6/2026). Langkah ini diambil guna mendengarkan secara langsung tuntutan yang disuarakan oleh perwakilan kelompok mahasiswa.
Dalam pantauan di lapangan, Rafael yang mengenakan kemeja motif kotak-kotak tampak berjalan keluar dari gerbang gedung parlemen dengan didampingi oleh aparat kepolisian dan petugas keamanan. Di luar gerbang, massa mahasiswa telah memadati area jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka.
Setibanya di tengah-tengah massa, Rafael langsung terlibat dialog serius dengan perwakilan mahasiswa. Pertemuan bermula saat mahasiswa mempertanyakan kejelasan dokumen tuntutan yang telah mereka layangkan sebelumnya kepada pihak legislatif.
“Baik, mohon maaf, kami perlu menanyakan kembali bahwasanya sudah sampai mana surat kami?” tanya salah seorang perwakilan mahasiswa di lokasi.
Mendengar pertanyaan tersebut, Rafael Situmorang langsung memberikan jawaban tegas. “Sudah dikirim, sudah saya tanda tangani,” respons Rafael langsung di depan mahasiswa.
Soroti JKN hingga Pemotongan Jamkesda
Dialog kemudian berkembang pada substansi tuntutan yang dibawa oleh kelompok mahasiswa tersebut. Perwakilan aksi menegaskan bahwa gerakan mereka kali ini merupakan bagian dari konsolidasi besar skala nasional yang berpusat di Lembang, Bandung.
“Makanya dari kawan-kawan dari Sumatera, dari Sulawesi, Kalimantan, Papua, Jawa, Jatim, semuanya lagi kumpul, Pak, di Lembang. Kami bisa mengerahkan massa, kami bisa mengekskalasi, atau kami bisa mempertemukan eee presidium-presidium yang ada di Indonesia dan lain-lain. Karena kami akan mendeclare (menyatakan) itu, Pak, aliansi nasional,” urai perwakilan mahasiswa tersebut kepada Rafael.
Lebih lanjut, ia memaparkan isu krusial yang mendasari aksi unjuk rasa mereka, terutama terkait jaminan kesehatan masyarakat yang dinilai mengalami masalah dalam distribusinya.
“Mampu dari itu, mumpung Bapak responsif, mari kita sama-sama tahu lah apa yang kami inginkan, apa yang kami suarakan. Saya tidak, tidak lepas dari satu hal saja, Pak. Program JKN terintegrasi, Jamkesda dipotong, KIS gratis dan juga KIS PBI (Penerima Bantuan Iuran) dialihkan sepihak, itu. Seharusnya di mana rakyat ini bisa diberdayakan lewat produktivitas, bukan konsumtif,” tegasnya lagi.
Aksi penyampaian pendapat ini berjalan cukup dinamis namun tetap kondusif di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian yang dipimpin oleh Kapolrestabes Bandung. Pihak DPRD Jawa Barat pun berkomitmen untuk menampung seluruh poin-poin tuntutan terkait program kesehatan tersebut untuk ditindaklanjuti ke tingkat pembahasan komisi bersama dinas terkait.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










