Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ancaman Serius di Bandung! Bali United Bikin Persib Tak Bisa Tenang di Puncak Klasemen

Minggu, 12 April 2026 11:02 WIB

Cuma Pakai Karung ke Sekolah! Bocah SD Ini Terpaksa ‘Ngebadut’ Demi Obat Mamah

Minggu, 12 April 2026 10:34 WIB

Bantah Damai dengan RSHS Bandung, Nina Salehah Tunjuk 2 Pengacara

Minggu, 12 April 2026 10:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ancaman Serius di Bandung! Bali United Bikin Persib Tak Bisa Tenang di Puncak Klasemen
  • Cuma Pakai Karung ke Sekolah! Bocah SD Ini Terpaksa ‘Ngebadut’ Demi Obat Mamah
  • Bantah Damai dengan RSHS Bandung, Nina Salehah Tunjuk 2 Pengacara
  • Liverpool Akhiri Paceklik Kemenangan, Fulham Dipaksa Pulang Tanpa Poin
  • Persib vs Bali United: Bojan Hodak Bertekad Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan di GBLA!
  • Update Kode Redeem FC Mobile 12 April 2026: Klaim Pack Pemain Rating Tinggi & Gems Gratis!
  • Update Kode Redeem FF 12 April 2026: Buruan Ambil Skin Titan & Emote Langka Hari Ini!
  • Einstein dari Bojonegoro! Bocah 9 Tahun Ini Mampu Rakit Mesin Secara Otodidak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 12 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ustadz Deni dan Ikhtiar Mengaji Gratis di Tengah Lapar: Bukan Uangnya, tapi Keseriusan Orang Tua

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 3 Februari 2026 20:20 WIB3 Mins Read
Ustadz Deni Firmansyah. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di Gg. Abid, tepatnya di Masjid Jami Madrasah Riyadlul Jannah, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, kegiatan mengaji anak-anak berlangsung tanpa pungutan biaya. Ustadz Deni Firmansyah memastikan proses belajar Al-Qur’an tetap berjalan, meski harus dibayar dengan pengorbanan pribadi yang tak sedikit.

Saat ditanya apakah murid-muridnya membayar, Ustadz Deni menegaskan bahwa saat ini seluruh kegiatan mengaji digratiskan. “Untuk sekarang, insya Allah sudah diprogramkan gratis. Program gratis ini sebenarnya program baru. Awalnya tidak gratis,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Pada awalnya, kegiatan mengaji sempat berjalan dengan program infak, hasil musyawarah bersama orang tua murid. Program itu muncul karena anak-anak kerap memberi uang receh secara sukarela.

“Dari situ saya berpikir untuk mengadakan musyawarah dengan orang tua murid. Akhirnya disepakati ada program infak,” tuturnya.

Baca Juga:  Mimpi Besar Ustadz Deni: Madrasah Layak dari Hati dan Keikhlasan

Namun seiring waktu, program tersebut tak berjalan sebagaimana harapan. Dari sekitar 85 orang murid, hanya sekitar 10 orang tua yang konsisten memberikan infak. “Akhirnya, dengan kondisi seperti itu, saya berinisiatif untuk menggratiskan,” katanya.

Keputusan menggratiskan pun diambil tanpa musyawarah terlebih dahulu. Ustadz Deni ingin melihat sejauh mana kepedulian dan keseriusan orang tua terhadap pendidikan agama anak-anak mereka.

Ia bahkan sempat mengedarkan surat daftar ulang dengan nominal Rp200.000 bukan untuk mencari uang, melainkan sebagai alat ukur komitmen.

“Tujuan saya bukan uangnya. Tapi mengetes keseriusan orang tua. Kalau memang serius, mereka tidak akan menilai dari uang Rp100.000 atau Rp200.000,” jelasnya.

Yang paling ia harapkan justru kehadiran orang tua dalam proses pendidikan. “Datang menitipkan anaknya. Supaya saya lebih leluasa mendidik. Kalau anaknya nakal, saya bisa menegur. Intinya bukan karena uang,” katanya.

Baca Juga:  Mimpi Besar Ustadz Deni: Madrasah Layak dari Hati dan Keikhlasan

Ustadz Deni mengaku pengalaman sebelumnya membuatnya prihatin. Bahkan infak sebesar Rp30.000 pun kerap diabaikan, padahal hasil musyawarah itu bertujuan membantu biaya kontrakan tempat ngaji.

Kini, murid-murid yang belajar mengaji di masjid tersebut berasal dari berbagai jenjang usia. Mulai dari usia lima tahun untuk kelas pemula, hingga kelas wustho yang sebagian muridnya sudah duduk di bangku SMP.

Di balik keteguhan menjaga kegiatan mengaji gratis, tersimpan kisah pilu tentang lapar yang harus ditahan.

Ustadz Deni menceritakan momen ketika tim sosial datang menemuinya selepas subuh. “Mereka tanya saya pegang uang atau tidak. Saya jawab jujur, tidak pegang uang,” ungkapnya.

Ketika ditanya soal sarapan, ia hanya bisa menjawab bahwa dirinya akan berikhtiar terlebih dahulu. Pagi itu, ia keluar rumah mencari rezeki.

Baca Juga:  Mimpi Besar Ustadz Deni: Madrasah Layak dari Hati dan Keikhlasan

“Alhamdulillah ada tetangga yang memberi ketan. Itu jadi sarapan saya,” katanya.

Anak-anaknya yang besar dan kecil kala itu mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun ia dan sang istri benar-benar belum makan. “Kami lapar. Itu memang kenyataannya,” ucapnya lirih.

Menahan lapar bukan hal asing bagi Ustadz Deni. Meski tak setiap hari, kondisi itu cukup sering terjadi dan berdampak pada kesehatan dirinya dan sang istri. “Kalau saya gemuk, mungkin mustahil ya,” ujarnya dengan senyum tipis.

Di tengah keterbatasan ekonomi, Ustadz Deni tetap memilih bertahan. Ia percaya, mengaji adalah amanah, dan anak-anak di lingkungannya berhak mendapatkan pendidikan agama tanpa dibebani biaya.

Sebab bagi Ustadz Deni, keikhlasan bukan berarti tanpa rasa sakit, melainkan tetap berjalan meski perut kosong.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kisah inspiratif guru ngaji mengaji gratis Bandung mengaji tanpa biaya pendidikan agama anak Ustadz Deni Firmansyah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cuma Pakai Karung ke Sekolah! Bocah SD Ini Terpaksa ‘Ngebadut’ Demi Obat Mamah

Bantah Damai dengan RSHS Bandung, Nina Salehah Tunjuk 2 Pengacara

Buntut Sumpah Berujung Penistaan, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Penginjak Al-Qur’an di Banten

Warga Meradang! Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Picu Ketakutan: Anak Itu Bukan Mainan!

Trump Gertak Iran: Siap Buka Paksa Selat Hormuz Meski Tanpa Izin Teheran!

Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Tantangan Wagub Kalbar, Pilih Fokus Bangun Jabar

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.