Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Waspada Ledakan Kuda Hitam! Tren Positif Isenmulang Kalteng FC Ancam Dominasi Persib Bandung

Sabtu, 31 Oktober 2026 06:56 WIB
Bansos

Saldo KKS Belum Masuk? Cek 3 Hal Ini Sebelum Panik soal Bansos Tahap 4

Sabtu, 31 Oktober 2026 05:00 WIB

Wajib Mampir! 5 Tempat Makan di Bandung yang Selalu Diburu Wisatawan Luar Kota

Sabtu, 31 Oktober 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Waspada Ledakan Kuda Hitam! Tren Positif Isenmulang Kalteng FC Ancam Dominasi Persib Bandung
  • Saldo KKS Belum Masuk? Cek 3 Hal Ini Sebelum Panik soal Bansos Tahap 4
  • Wajib Mampir! 5 Tempat Makan di Bandung yang Selalu Diburu Wisatawan Luar Kota
  • Bansos Tahap 4 Belum Cair? Cek Dulu Status Verifikasi Rekening KKS Anda
  • Ajak Si Kecil ke Sini, 5 Kafe Ramah Anak di Bandung Ini Punya Area Bermain Seru
  • Kapan Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Cair? Cek Status Penerima Lewat HP di Sini
  • Nyaris Hattrick! Bung Ropan Puji Ketajaman Balsa Sekulic Saat Persib Tumbangkan Melbourne Victory
  • Gaji Pensiunan PNS Naik? Ini Penjelasan Resmi Taspen Jelang Pencairan November 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 31 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Usut Pembunuhan Imam Masykur, Pomdam Jaya Masih Kumpulkan Alat Bukti Tambahan

By Fahlevi MercedesRabu, 30 Agustus 2023 11:12 WIB2 Mins Read
Imam Masykur
Proses penyerahan jenazah Imam Masykur kepada pihak keluarga. Foto: Instagram/@kameraperistiwa
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Polisi Militer Komando Daerah Militer V/Jayakarta (Pomdam Jaya) terus mendalami kasus dugaan penculikan, pemerasan, dan penganiayaan terhadap Imam Masykur oleh oknum paspampres dan anggota TNI lainya. Salah satu yang didalami adalah pencarian alat bukti.

Komandan Pomdam Jaya, Kolonel Cpm Irsyad Hamdie Bey Anwar mengatakan, pihaknya masih mencari alat-alat bukti terkait kasus itu. Satu di antaranya yaitu handphone milik tersangka untuk membuktikan bahwa kejahatan itu berencana.

“Kalau memang pembunuhan berencana tentunya harus ada bukti lain. Contohnya, tadi disebutkan Kadispenad, ada satu HP tersangka yang belum kami temukan. (Dari bukti) tersebut mungkin bakal kami dapati apakah ada ancaman dan sebagainya,” kata Irsyad seperti dikutip Rabu (30/8/2023).

Irsyad menjelaskan, pihaknya sejauh ini sudah memeriksa delapan saksi terkait kasus Imam Masykur itu. Mereka terdiri dari keluarga Imam Masykur yang membantu korban di tempat kejadian supaya tidak diculik, dan juga warga sekitar toko yang memberikan perlawanan.

Baca Juga:  Erupsi Lagi, Gunung Anak Krakatau Lontarkan Kolom Abu 1.000 Meter

“Ada tiga orang yang kami periksa (dari) keluarganya, kemudian saksi-saksi lain yang dalam proses penculikan dan pemerasan ini jadi korban,” jelas Irsyad.

Dalam pemeriksaan 8 saksi itu, Pomdam Jaya menemukan fakta lain, di antaranya terdapat korban selain Imam Masykur. Korban tersebut juga merupakan warga sipil yang turut mengalami penculikan.

Baca Juga:  Berkat Ekspor Shopee, Produk UMKM Lokal Bandung Terbang ke Malaysia dan Singapura

“Yang satu dilepas di sekitar Tol Cikeas. Itu dilepas karena mendapati korban kondisinya sudah parah, napas juga susah,“ beber Irsyad

Terdapat 3 pelaku yang merupakan prajurit TNI Angkatan Darat (AD) yakni Praka RM (anggota Paspampres RI), Praka HS (anggota Direktorat Topografi TNI AD), dan Praka J (anggota Kodam Iskandar Muda).

Terdapat fakta lain, dimana ada pelaku diluar Anggota TNI yang merupakan seorang warga sipil yang mempunyai hubungan keluarga dengan Praka RM, dengan inisial ZSS (kakak ipar Praka RM).

Baca Juga:  Jokowi Tegaskan Pemerintah Terus Perbaiki Sistem Demi Cegah Korupsi

Sementara itu,, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Hamim Tohari mengemukakan, proses hukum ketiga anggota TNI tersebut telah dilakukan setelah adanya laporan keluarga korban ke Polda Metro Jaya.

Keluarga korban melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya pada 14 Agustus 2023, terkait adanya dugaan penculikan, pemerasan, dan penganiayaan. Laporan tersebut diterima polisi dengan Nomor STTLP/B/4776/VIII/2023/SPKT.

“Setelah dilakukan pengembangan oleh Polda Metro Jaya, akhirnya diduga ada keterlibatan prajurit TNI kemudian dilimpahkan kepada Pomdam Jaya untuk melakukan proses lebih lanjut,” kata Hamim.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Featured
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

Saldo KKS Belum Masuk? Cek 3 Hal Ini Sebelum Panik soal Bansos Tahap 4

Bansos Tahap 4 Belum Cair? Cek Dulu Status Verifikasi Rekening KKS Anda

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kapan Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Cair? Cek Status Penerima Lewat HP di Sini

Gaji Pensiunan PNS Naik? Ini Penjelasan Resmi Taspen Jelang Pencairan November 2026

Longsor 20 Meter Terjang Perumahan Buana Flamingo Cimahi, 4 Rumah Rusak Berat

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kabar Gembira! Data Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Sudah Diperbarui, Cair November 2026?

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.