bukamata.id – Sebuah video yang menampilkan Direktur Utama PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi, Ali Imam Faryadi, sedang tidur saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kota Bekasi, baru-baru ini menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, Ali Imam tampak mengenakan baju merah, menyandarkan tubuhnya di kursi dengan posisi menengadah, sementara suara rapat masih terdengar di latar belakang. Momen ini terjadi saat pembahasan mengenai penyertaan modal daerah untuk Tahun Anggaran 2026.
Video singkat itu memicu beragam reaksi dari publik. Akun gosip @lambe_turah menjadi salah satu titik awal viralnya video ini, dan komentar netizen pun beragam, sebagian besar bernada kritis bahkan mengecam.
“Pantesan air mati mulu,” tulis akun @olevelove, menyoroti isu klasik pelayanan PDAM Tirta Patriot.
“Enak bener tidur,” sahut @raffi_dirgantara18.
“Minimal copot ganti yang niat kerja,” komentar @kuliner_bekasi_hits.
“Sekelas dirut loh,” timpal @nanasmuda_14.
Di dalam video, terdengar suara seseorang sedang membahas peraturan hukum, menandakan rapat tengah berlangsung. Di belakang Ali Imam, terlihat sejumlah pejabat lain mengenakan baju dinas resmi Pemerintah Kota Bekasi, tampak serius mengikuti jalannya rapat. Kontras antara fokus mereka dan posisi Dirut yang terlihat tidur membuat publik langsung menilai negatif.
Namun, informasi yang beredar tidak sepenuhnya menggambarkan keadaan sebenarnya. Sekretaris Panitia Khusus (Pansus) 8 DPRD Kota Bekasi, Misbahudin, angkat bicara menanggapi viralnya video tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi saat jeda rapat, bukan ketika rapat resmi sedang berlangsung.
“Saat itu, saya sebagai Sekretaris Pansus yang memimpin rapat Pansus 8 terlebih dahulu dikarenakan Ketua dan Wakil telat hadir karena sedang ada urusan keluarga,” ujar Misbah, Selasa (25/11/2025).
“Jadi tidak benar kalau itu disebut bahwa yang bersangkutan tertidur pada saat rapat resmi sedang berlangsung, melainkan saat break waktu Ashar ketika rapat sedang diskors,” jelasnya.
Sebagai pemimpin rapat, Misbah menegaskan bahwa menjadi tugasnya untuk memperhatikan dan menilai seluruh peserta rapat, termasuk jajaran direksi BUMD, Tim Analis, dan Tim Naskah Akademik. Dari pengamatannya, semua peserta rapat hadir dengan tertib, fokus, dan menjalankan tanggung jawabnya dengan baik.
“Saya sih menilai semua peserta yang hadir, termasuk Dirut Perumda Tirta Patriot, telah mengikuti jalan rapat itu dengan tertib, dengan fokus, dan penuh tanggung jawab,” katanya.
Agenda rapat kala itu adalah ekspose masing-masing BUMD untuk memaparkan informasi secara global kepada seluruh anggota Pansus, pimpinan, serta tim konsultan investasi yang hadir. Tujuan utamanya adalah memberikan gambaran menyeluruh mengenai penyertaan modal Pemerintah Kota Bekasi kepada BUMD untuk Tahun Anggaran 2026, bukan membahas teknis operasional secara rinci yang memerlukan perhatian setiap peserta secara terus-menerus.
“Jadi, kami Pansus 8 berharap informasi yang beredar ini dapat diklarifikasi secara proporsional agar tidak menimbulkan persepsi yang negatif, terlebih dengan narasi sesat yang dibumbui dengan fitnah yang keji,” tutup Misbah.
Reaksi Publik dan Dinamika Media Sosial
Kejadian ini menjadi refleksi menarik tentang pengaruh media sosial terhadap opini publik. Sebuah video singkat yang hanya menampilkan beberapa detik dari keseluruhan rapat bisa menimbulkan persepsi yang salah, terutama jika tidak disertai konteks yang jelas. Netizen yang melihat potongan gambar Dirut tidur cenderung langsung membuat penilaian, tanpa mengetahui bahwa itu terjadi saat jeda rapat.
Fenomena ini juga menunjukkan ekspektasi tinggi masyarakat terhadap pimpinan BUMD, terutama terkait pelayanan publik. PDAM Tirta Patriot bertanggung jawab atas distribusi air di Kota Bekasi, dan gangguan pasokan air sering menjadi keluhan warga. Dalam konteks ini, video singkat Dirut tertidur menjadi isu publik yang sensitif, karena diasosiasikan dengan kurangnya perhatian terhadap pelayanan.
Di sisi lain, kejadian ini menjadi pengingat bahwa pejabat publik, meski memiliki tanggung jawab besar, tetap manusiawi. Istirahat sejenak selama rapat panjang adalah hal yang wajar dan bahkan diperlukan agar peserta rapat tetap fokus dan produktif.
Profil PDAM Tirta Patriot dan Dirut Ali Imam Faryadi
PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memiliki peran strategis dalam penyediaan air bersih bagi warga Bekasi. Kinerja PDAM menjadi sorotan publik karena layanan air bersih merupakan kebutuhan dasar warga. Gangguan distribusi atau air mati sering kali menjadi isu yang langsung memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat.
Ali Imam Faryadi sendiri merupakan sosok yang sudah cukup dikenal di lingkup pemerintahan Kota Bekasi. Sebagai Dirut PDAM, tanggung jawabnya meliputi manajemen operasional perusahaan, pengawasan distribusi air, hingga penyusunan rencana strategis perusahaan. Tugas ini menuntut fokus tinggi, koordinasi dengan berbagai pihak, serta kemampuan untuk menghadapi tekanan publik yang terus meningkat.
Klarifikasi Pansus DPRD: Perspektif Rapat dan Prosedur
Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang menjadi latar video tersebut dilaksanakan untuk membahas Raperda tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kota Bekasi kepada BUMD untuk Tahun Anggaran 2026. Menurut Misbah, rapat ini sifatnya lebih kepada ekspose atau paparan dari masing-masing BUMD mengenai kondisi umum dan rencana investasi, bukan pembahasan teknis yang harus diikuti secara ketat oleh setiap peserta di setiap detil.
“Agenda rapat kala itu hanyalah ekspose masing-masing BUMD untuk memaparkan secara global kepada seluruh anggota dan pimpinan Pansus serta tim konsultan investasi yang hadir,” jelas Misbah. Hal ini menekankan bahwa video yang menampilkan Dirut tidur tidak mencerminkan ketidakterlibatan atau kelalaian dalam rapat resmi.
Misbah juga menekankan pentingnya klarifikasi informasi untuk mencegah persepsi negatif. Dalam era media sosial, potongan informasi kecil bisa dengan cepat menjadi viral dan memicu fitnah atau tudingan yang tidak akurat.
Pelajaran dari Viralitas dan Persepsi Publik
Kasus ini menggarisbawahi pentingnya konfirmasi informasi sebelum menyebarkan tudingan atau narasi negatif di media sosial. Klarifikasi dari pihak yang bersangkutan, seperti yang dilakukan Misbah, sangat penting untuk membendung misinformasi.
Selain itu, kasus ini juga menunjukkan tekanan tinggi yang dihadapi pejabat publik, terutama yang bertanggung jawab atas layanan esensial. Netizen memiliki hak untuk mengawasi kinerja BUMD, tetapi ekspektasi terhadap pejabat publik harus dipahami dalam konteks tugas dan kondisi nyata di lapangan.
Viralnya video singkat ini sekaligus menjadi cerminan bagaimana persepsi publik terbentuk dari potongan kecil informasi. Kesadaran kritis masyarakat menjadi kunci agar opini tidak terbentuk dari narasi sesat atau informasi yang tidak lengkap.
Kesimpulan
Kejadian viral video Dirut PDAM Tirta Patriot tertidur saat rapat DPRD bukan sekadar isu personal, tetapi juga mencerminkan dinamika interaksi antara pejabat publik, media sosial, dan persepsi masyarakat. Klarifikasi resmi dari Pansus 8 DPRD Kota Bekasi memberikan konteks yang lebih akurat, menekankan bahwa Dirut Ali Imam Faryadi tidur saat jeda rapat, bukan saat pembahasan resmi berlangsung.
Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak: bagi publik, untuk lebih berhati-hati menilai informasi yang viral; bagi media, untuk menyertakan konteks penuh sebelum menyiarkan isu; dan bagi pejabat publik, untuk tetap transparan dalam menjalankan tugas sambil menjaga citra di mata masyarakat.
Dalam era digital seperti sekarang, setiap detik visual dapat memengaruhi opini publik. Namun, fakta yang lengkap dan klarifikasi yang proporsional tetap menjadi kunci agar masyarakat tidak terjebak pada persepsi yang salah. Viral atau tidaknya video, konteks dan penjelasan resmi tetaplah yang menentukan penilaian publik yang adil dan objektif.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










