bukamata.id – Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, memberikan respons tegas terkait viralnya aksi seorang pemuda yang menghina suku Sunda dalam sebuah siaran live streaming.
Erwan menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk penghinaan yang menyinggung harga diri masyarakat Sunda serta berpotensi memicu konflik SARA.
“Saya sebagai orang Sunda merasa sangat terhina dan sangat marah. Saya berharap kepolisian segera menangkap orang tersebut karena ini sudah SARA dan bisa memecah belah bangsa,” tegas Erwan, Kamis (12/12/2025).
Meski demikian, Erwan mengingatkan agar masyarakat tidak melampiaskan kemarahan kepada suatu kelompok secara umum. Menurutnya, fokus utama harus pada oknum pelaku.
“Namun jangan dendam kepada sukunya, karena tidak semua sama. Fokus pada oknum tersebut,” ujarnya.
Ia pun meyakini aparat kepolisian akan mengambil tindakan tegas agar kasus serupa tidak terulang.
“Saya yakin kepolisian akan segera menangkap dan memproses hukum agar ada efek jera,” tambahnya.
Erwan menegaskan pentingnya menjaga persatuan antarsuku di Indonesia. “Tidak boleh ada yang menghina suku apa pun: Sunda, Jawa, Batak, dan lainnya. Kita saling menghormati sebagai warga NKRI,” tutupnya.
Kronologi Video Penghinaan Suku Sunda yang Viral
Jagat media sosial sebelumnya digemparkan oleh potongan video live streaming yang memperlihatkan seorang pemuda melontarkan ujaran kebencian bernada SARA.
Video yang pertama kali diunggah melalui kanal YouTube bernama Rgbgob itu dengan cepat menyebar ke berbagai platform digital.
Dalam tayangan tersebut, sang kreator konten berbicara dengan nada tinggi dan menyampaikan kalimat rasis terhadap masyarakat Sunda. Ucapan tersebut langsung memicu kemarahan publik. Kolom komentar dipenuhi kecaman dari warganet, termasuk tokoh dan masyarakat Sunda.
Berdasarkan penelusuran netizen, sosok dalam video tersebut diduga kuat adalah Adimas Firdaus, kakak dari streamer populer Bigmo atau Muhammad Jannah.
Saat ditegur penonton agar menjaga lisan, Adimas justru semakin memanas dan membalas dengan kata-kata kasar.
“Kalau baper pulang aja, cabut lu kayak orang kampung,” ujarnya dalam video tersebut.
Ia bahkan mengaku sengaja memancing kontroversi untuk meraih atensi. “Indonesia hanya suka dengan kontroversi, makanya gue terus buat kontroversi. Kasus lagi, kasus lagi, gue enggak peduli,” katanya.
Rekam Jejak Kontroversi Adimas Firdaus
Diketahui, ini bukan kali pertama Adimas membuat konten berbau SARA. Ia disebut kerap melontarkan ujaran rasis terhadap suku lain dalam beberapa live streaming sebelumnya.
Selain itu, ia dan adiknya, Bigmo, juga pernah terseret kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan selebgram Azizah Salsha, mantan istri pesepak bola Pratama Arhan. Laporan tersebut kini telah naik ke tahap penyidikan di Bareskrim Polri.
Dengan munculnya video penghinaan suku Sunda, posisi Adimas semakin sulit. Publik menilai tindakan barunya ini berpotensi menambah masalah hukum yang harus ia hadapi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Adimas Firdaus maupun pihak Bigmo terkait video viral tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









