bukamata.id – Manajemen RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung bergerak cepat menanggapi gelombang protes di media sosial terkait pelayanan medis pada seorang bayi. Kasus ini bermula dari unggahan akun TikTok Ibu Nina Saleha pada 8 April 2026 yang menarik perhatian jutaan netizen.
Menanggapi situasi tersebut, pihak rumah sakit plat merah ini secara resmi menyampaikan penyesalan mendalam sekaligus memberikan klarifikasi mengenai langkah penyelesaian yang telah diambil.
Respons Cepat dan Permohonan Maaf Resmi
Melalui rilis resmi yang dikeluarkan pada Kamis malam, pihak manajemen RSHS mengakui adanya ketidaknyamanan dalam proses perawatan pasien.
“Segenap manajemen RSUP Dr. Hasan Sadikin menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas ketidaknyamanan peristiwa yang dialami oleh anak Ibu Nina Saleha selama mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUP Dr. Hasan Sadikin,” tulis manajemen RSHS (9/4/2026).
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab publik atas integritas layanan kesehatan yang menjadi standar utama di rumah sakit rujukan Jawa Barat tersebut.
Penyelesaian Lewat Jalur Kekeluargaan
Tidak sekadar mengeluarkan pernyataan tertulis, tim internal RSHS dikabarkan telah menemui langsung keluarga pasien. Pertemuan tatap muka dengan Ibu Nina Saleha ini bertujuan untuk mendengarkan kronologi sekaligus mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak.
Manajemen mengonfirmasi bahwa kesalahpahaman yang sempat mencuat di ruang digital kini telah berakhir baik.
“Tim dari RSUP Dr. Hasan Sadikin telah melakukan kunjungan dan berkomunikasi dengan Bu Nina Saleha atas keluhan sebagaimana dimaksud dan keluhan tersebut telah terselesaikan dengan kekeluargaan,” jelas manajemen lebih lanjut.
Komitmen Perbaikan Mutu Layanan
Viralnya keluhan pasien di era digital saat ini menjadi pengingat bagi instansi kesehatan untuk terus berbenah. RSHS menegaskan bahwa insiden ini akan dijadikan bahan evaluasi mendalam agar standar pelayanan tetap terjaga dan sesuai dengan ekspektasi masyarakat luas.
“Pada prinsipnya, RSUP Dr. Hasan Sadikin akan selalu melakukan evaluasi dan peningkatan kemampuan dalam pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambah pernyataan tersebut.
Sebagai penutup, RSHS berjanji untuk terus meningkatkan transparansi dan kualitas penanganan pasien.
“RSHS berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta melakukan perbaikan berkelanjutan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di RSHS,” pungkas mereka.
Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi sektor publik mengenai krusialnya kecepatan merespons aduan di media sosial demi menjaga kredibilitas institusi di mata publik.-.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










