Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan

Rabu, 4 November 2026 20:21 WIB

Supersub Persib! Luka Menalo Butuh 11 Menit untuk Ubah Nasib Laga di Melbourne

Rabu, 4 November 2026 19:42 WIB

Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH

Rabu, 4 November 2026 19:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan
  • Supersub Persib! Luka Menalo Butuh 11 Menit untuk Ubah Nasib Laga di Melbourne
  • Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
  • Persib Menang Lagi di ACL 2! Ini Hitung-hitungan Poin Koefisien Liga Indonesia Terbaru di Ranking AFC
  • Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli
  • Ukir Sejarah! Bek Timnas Indonesia Terpilih Jadi Pemain Terbaik Liga Champions
  • Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 5 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral! Dedi Mulyadi Skakmat Aqua: Airnya Disedot, Pohonnya Ditebang!

By Aga GustianaKamis, 23 Oktober 2025 10:35 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi temukan fakta mengejutkan soal pabrik Aqua di Subang.
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi sidak pabrik Aqua di Subang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Manajemen perusahaan air mineral Aqua mengakui salah satu sumur bor mereka di kawasan Subang mengalami longsor. Pengakuan tersebut muncul setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pabrik yang selama ini memproduksi air mineral kemasan itu.

Dalam kunjungannya, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM menemukan bahwa sumber air Aqua bukan berasal dari mata air pegunungan, seperti yang selama ini diyakini publik, melainkan dari sumur bor dengan kedalaman lebih dari 100 meter.

Hal itu terungkap dalam video yang diunggah di kanal YouTube KDM Channel, Rabu (22/10/2025). Dalam video tersebut, salah seorang pegawai pabrik Aqua menjelaskan proses pengambilan air yang digunakan dalam produksi.

“(Produksi air) di sini sekitar 2,8 juta liter,” ungkap salah seorang pegawai Aqua kepada Dedi Mulyadi.

Pegawai tersebut juga menambahkan bahwa semua sumber air yang digunakan Aqua berasal dari sumur bor, bukan mata air alami. Penjelasan itu membuat KDM tampak kaget.

Baca Juga:  Delapan Organisasi Sekolah Gugat Dedi Mulyadi ke PTUN Soal Kebijakan Rombel

“Oh ini airnya dibor? Saya kira air permukaan seperti air sungai atau dari mata air. Ternyata bukan dari mata air, tapi dari dalam tanah dibor ya? Berarti kategorinya sumur pompa dalam,” ujar Dedi dengan nada heran.

Sumur Bor Longsor, KDM Soroti Eksploitasi Air Bawah Tanah

Dalam dialog lanjutan, pegawai Aqua mengungkap bahwa salah satu sumur bor perusahaan mengalami longsor. Menurut penjelasan pihak pabrik, longsor itu disebabkan oleh kondisi tanah di bagian atas atau wilayah hulu yang merupakan area persawahan warga.

Namun, penjelasan itu langsung disanggah oleh Dedi Mulyadi. Ia menilai bahwa penyebab utama longsor bukan sekadar faktor alam, melainkan akibat eksploitasi berlebihan terhadap air bawah tanah dan penebangan hutan di sekitar kawasan.

“Kenapa longsor? Karena airnya diambilin, pohonnya ditebangin,” tegas Dedi saat memeriksa area sumber air di dalam kompleks pabrik, dikutip dari kanal YouTube KDM, Kamis (23/10/2025).

Baca Juga:  Rakyat Bahas Nyawa, Dewan Sibuk Push Rank: Skandal Asap Rokok di Gedung Rakyat Jember!

Menurutnya, kegiatan industri yang dilakukan tanpa memperhatikan aspek ekologis dapat menyebabkan ketidakseimbangan alam yang berujung pada bencana. Ia mengingatkan bahwa aktivitas penyedotan air tanah dalam skala besar dapat menurunkan kualitas tanah dan meningkatkan risiko longsor.

“Ini kan airnya dibor. Saya kira air permukaan seperti air sungai atau dari mata air. Oh, jadi ini bukan air mata air (pegunungan), tetapi dari dalam tanah dibor ya? Berarti kategorinya sumur pompa dalam,” ulangnya menegaskan.

Dampak Ekologis dan Perubahan Lingkungan

KDM juga menyoroti perubahan kondisi alam di kawasan pegunungan Subang. Menurutnya, kerusakan lingkungan yang ditandai dengan banjir dan longsor yang kini semakin sering terjadi, tidak bisa dilepaskan dari aktivitas industri yang mengganggu tata air dan vegetasi alami.

“Salah satu tesis yang hari ini terjadi adalah dulu Kasomalang itu nggak pernah banjir. Hari ini Kasomalang itu banjir. Berarti kan ada problem lingkungan akut yang harus segera dibenahi. Terus yang kedua, longsor sering terjadi,” ujar Dedi.

Baca Juga:  Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng

Dedi menegaskan bahwa pemerintah daerah dan lembaga lingkungan perlu segera melakukan penelitian menyeluruh mengenai dampak pengambilan air bawah tanah di kawasan tersebut. Ia menilai, eksploitasi sumber daya alam tanpa kendali bisa berdampak jangka panjang pada kehidupan masyarakat sekitar.

“Makanya longsor sering terjadi. Apa memang hutannya yang ditebang kemudian kering ketika hujan longsor? Atau memang ada aspek-aspek lain yang harus menjadi bahan penelitian? Ini saya lagi mikir,” ucapnya.

Sebagai mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi dikenal vokal terhadap isu lingkungan dan pelestarian alam. Ia menegaskan bahwa praktik industri harus berjalan berdampingan dengan tanggung jawab ekologis, bukan justru menjadi penyebab bencana.

Kunjungan dan pernyataannya ini pun ramai diperbincangkan publik. Banyak pihak yang menilai bahwa temuan KDM menjadi peringatan keras bagi industri air kemasan, agar lebih transparan dan berkomitmen menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar sumber produksinya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jawa barat lingkungan longsor Subang viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan

Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH

Peringatan Darurat Sanitasi Kota Bandung, 90 Persen Sungai Tercemar Bakteri E. Coli

Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Hj Komariyah di Indramayu: Sakit Hati Sering Disindir Utang

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.