Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Sabtu, 19 September 2026 20:03 WIB

Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya

Sabtu, 19 September 2026 19:51 WIB

Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!

Sabtu, 19 September 2026 19:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!
  • Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya
  • Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!
  • Insiden Memalukan di Asian Games 2026, Korea Selatan Diputarkan Lagu Korea Utara
  • Daftar Lokasi Nobar Resmi Persijap vs Persib Bandung: Titik Kumpul Bobotoh Akhir Pekan Ini
  • Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung
  • Karma Dibayar Kontan? Deretan Kontroversi Jule dari Lepas Hijab hingga Berakhir di Sel Tahanan
  • Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 19 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral! Dedi Mulyadi Skakmat Aqua: Airnya Disedot, Pohonnya Ditebang!

By Aga GustianaKamis, 23 Oktober 2025 10:35 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi temukan fakta mengejutkan soal pabrik Aqua di Subang.
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi sidak pabrik Aqua di Subang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Manajemen perusahaan air mineral Aqua mengakui salah satu sumur bor mereka di kawasan Subang mengalami longsor. Pengakuan tersebut muncul setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pabrik yang selama ini memproduksi air mineral kemasan itu.

Dalam kunjungannya, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM menemukan bahwa sumber air Aqua bukan berasal dari mata air pegunungan, seperti yang selama ini diyakini publik, melainkan dari sumur bor dengan kedalaman lebih dari 100 meter.

Hal itu terungkap dalam video yang diunggah di kanal YouTube KDM Channel, Rabu (22/10/2025). Dalam video tersebut, salah seorang pegawai pabrik Aqua menjelaskan proses pengambilan air yang digunakan dalam produksi.

“(Produksi air) di sini sekitar 2,8 juta liter,” ungkap salah seorang pegawai Aqua kepada Dedi Mulyadi.

Pegawai tersebut juga menambahkan bahwa semua sumber air yang digunakan Aqua berasal dari sumur bor, bukan mata air alami. Penjelasan itu membuat KDM tampak kaget.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Raih Peringkat Terbaik Pertama Nasional soal Indeks SPBE

“Oh ini airnya dibor? Saya kira air permukaan seperti air sungai atau dari mata air. Ternyata bukan dari mata air, tapi dari dalam tanah dibor ya? Berarti kategorinya sumur pompa dalam,” ujar Dedi dengan nada heran.

Sumur Bor Longsor, KDM Soroti Eksploitasi Air Bawah Tanah

Dalam dialog lanjutan, pegawai Aqua mengungkap bahwa salah satu sumur bor perusahaan mengalami longsor. Menurut penjelasan pihak pabrik, longsor itu disebabkan oleh kondisi tanah di bagian atas atau wilayah hulu yang merupakan area persawahan warga.

Namun, penjelasan itu langsung disanggah oleh Dedi Mulyadi. Ia menilai bahwa penyebab utama longsor bukan sekadar faktor alam, melainkan akibat eksploitasi berlebihan terhadap air bawah tanah dan penebangan hutan di sekitar kawasan.

“Kenapa longsor? Karena airnya diambilin, pohonnya ditebangin,” tegas Dedi saat memeriksa area sumber air di dalam kompleks pabrik, dikutip dari kanal YouTube KDM, Kamis (23/10/2025).

Baca Juga:  Profil Erwan Setiawan Pendamping Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar

Menurutnya, kegiatan industri yang dilakukan tanpa memperhatikan aspek ekologis dapat menyebabkan ketidakseimbangan alam yang berujung pada bencana. Ia mengingatkan bahwa aktivitas penyedotan air tanah dalam skala besar dapat menurunkan kualitas tanah dan meningkatkan risiko longsor.

“Ini kan airnya dibor. Saya kira air permukaan seperti air sungai atau dari mata air. Oh, jadi ini bukan air mata air (pegunungan), tetapi dari dalam tanah dibor ya? Berarti kategorinya sumur pompa dalam,” ulangnya menegaskan.

Dampak Ekologis dan Perubahan Lingkungan

KDM juga menyoroti perubahan kondisi alam di kawasan pegunungan Subang. Menurutnya, kerusakan lingkungan yang ditandai dengan banjir dan longsor yang kini semakin sering terjadi, tidak bisa dilepaskan dari aktivitas industri yang mengganggu tata air dan vegetasi alami.

“Salah satu tesis yang hari ini terjadi adalah dulu Kasomalang itu nggak pernah banjir. Hari ini Kasomalang itu banjir. Berarti kan ada problem lingkungan akut yang harus segera dibenahi. Terus yang kedua, longsor sering terjadi,” ujar Dedi.

Baca Juga:  Usung Dedi Mulyadi Jadi Cagub Jabar, Golkar Siapkan Kejutan untuk Ridwan Kamil

Dedi menegaskan bahwa pemerintah daerah dan lembaga lingkungan perlu segera melakukan penelitian menyeluruh mengenai dampak pengambilan air bawah tanah di kawasan tersebut. Ia menilai, eksploitasi sumber daya alam tanpa kendali bisa berdampak jangka panjang pada kehidupan masyarakat sekitar.

“Makanya longsor sering terjadi. Apa memang hutannya yang ditebang kemudian kering ketika hujan longsor? Atau memang ada aspek-aspek lain yang harus menjadi bahan penelitian? Ini saya lagi mikir,” ucapnya.

Sebagai mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi dikenal vokal terhadap isu lingkungan dan pelestarian alam. Ia menegaskan bahwa praktik industri harus berjalan berdampingan dengan tanggung jawab ekologis, bukan justru menjadi penyebab bencana.

Kunjungan dan pernyataannya ini pun ramai diperbincangkan publik. Banyak pihak yang menilai bahwa temuan KDM menjadi peringatan keras bagi industri air kemasan, agar lebih transparan dan berkomitmen menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar sumber produksinya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jawa barat lingkungan longsor Subang viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!

Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung

Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat

Pamer Lencana KPK, Oknum LSM Pemeras Ketua Kelompok Tani di Sukabumi Dicokok Polisi

Bongkar Alasan Dikick dari Kemenkeu! Aksi ‘Koboy’ Purbaya Berakhir di Kolam Pancing, Siap Kejar Pilgub Jabar?

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.