bukamata.id – Video rumah penerima bantuan sosial (bansos) yang memiliki mobil pribadi di Kabupaten Bogor ramai diperbincangkan dan memicu kritikan dari publik.
Rekaman itu menunjukkan sebuah rumah di Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas, yang ditempeli stiker Keluarga Miskin Penerima Bansos, namun terlihat satu unit mobil terparkir di bagian garasi.
Video tersebut cepat viral dan memunculkan pertanyaan besar mengenai ketepatan sasaran bantuan pemerintah. Banyak warga menilai kondisi ekonomi keluarga tersebut sudah tidak relevan dengan kriteria penerima bansos.
Pendamping PKH Ciomas Lakukan Verifikasi
Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Ciomas langsung turun melakukan pengecekan begitu video itu menyebar. Dari hasil verifikasi, keluarga yang bersangkutan disebut sudah tidak memenuhi syarat sebagai penerima bantuan.
Mobil pribadi yang terparkir dianggap menjadi indikator bahwa kondisi ekonomi keluarga telah membaik dan tidak lagi masuk kategori warga miskin.
Setelah video mencuat, pihak keluarga akhirnya mengundurkan diri secara sukarela dari daftar penerima PKH.
Data Bansos Dinamis, Pemutakhiran Terkadang Tidak Cepat
Pihak pendamping menjelaskan bahwa data penerima bantuan sebenarnya rutin diperbarui. Namun, proses pemutakhiran membutuhkan waktu sehingga tak jarang ada keluarga yang secara ekonomi sudah meningkat tetapi masih tercatat sebagai penerima bansos.
Kondisi seperti ini disebut sangat mungkin terjadi karena data bersifat dinamis dan dipengaruhi banyak perubahan di lapangan.
Pemkab Bogor: Perlu Verifikasi Menyeluruh
Pemerintah Kabupaten Bogor merespons cepat dengan melakukan penelusuran lebih dalam. Pemkab menilai kasus ini menjadi momentum memperketat verifikasi agar program bansos lebih tepat sasaran.
Kasus seperti ini menjadi evaluasi penting agar bantuan tidak salah sasaran dan hanya diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
Pakar Sebut Perlu Integrasi Data Aset
Pakar kebijakan publik menilai viralnya kasus ini menunjukkan pentingnya integrasi data bansos dengan data kepemilikan aset, seperti kendaraan bermotor dan properti. Dengan sistem yang lebih terhubung, potensi penyalahgunaan data bisa ditekan.
Respons Warga: Bentuk Ketidakadilan Sosial
Warga sekitar menilai situasi ini sebagai bentuk ketidakadilan. Menurut mereka, bansos seharusnya diberikan kepada keluarga yang benar-benar hidup dalam kesulitan, bukan kepada pihak yang sudah memiliki kendaraan pribadi.
“RT nya yg kudu diperiksa,” tulis akun @gun*** dikutip dari kolom komentar akun Instagram @net2netnews.reborn, Selasa (25/11/2025).
“Dan memang banyak yg salah sasaran… Ada yg rumah di gang sempit dpt bansos tp punya motor lebih dari 2,” tulis akun @ike***
“Biasa sodara nya pejabat udah ga aneh,” tulis akun @ade***
Viralnya video tersebut dianggap wajar karena masyarakat ingin memastikan dana negara tidak salah sasaran.
Pemkab Bogor Janji Perketat Pengawasan
Pemkab Bogor menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pengawasan dan mempercepat pemutakhiran data. Tujuannya memastikan setiap rupiah bantuan sosial jatuh ke tangan yang tepat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










