bukamata.id – Sebuah video viral memperlihatkan guru olahraga di SD Negeri Pinayungan II, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengajak siswanya mempraktikkan kegiatan renang di lapangan sekolah.
Dalam video tersebut, siswa tampak melakukan gerakan renang di atas lantai dan meja, yang kemudian menuai perhatian luas di media sosial.
Menanggapi viralnya video tersebut, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, melontarkan kritik tajam. Ia menilai aksi tersebut mencerminkan kurangnya pemahaman guru terhadap esensi dan arah pendidikan yang sebenarnya.
“Saya melihat postingan guru olahraga yang memposting kegiatan anak-anak sedang berenang di atas lantai dan di atas meja. Saya tahu tujuan dari postingan tersebut, tetapi justru itu melambangkan guru tersebut tidak mengerti esensi pendidikan dan arah pendidikan,” ujar Dedi, dikutip dari Instagram @dedimulyadi71 pada Selasa (25/2/2025).
Dedi menegaskan bahwa pelajaran renang merupakan bagian penting dari kurikulum pendidikan jasmani. Selain renang, terdapat banyak cabang olahraga lain yang bisa dikembangkan sesuai minat siswa, seperti lari, jalan kaki, bola voli, sepak bola, tenis meja, hingga senam.
Namun, menurut Dedi, keluhan utama orang tua bukan pada aktivitas renang itu sendiri, melainkan pada praktik kolektifitas pembelian tiket renang yang sering kali dikoordinasikan oleh guru, yang dikhawatirkan berpotensi menimbulkan kerja sama yang tidak transparan antara pihak sekolah dan pengelola kolam renang.
“Keluhan orang tua selama ini bukan mengeluhkan renangnya, tetapi mengeluhkan kolektifitas pembelian tiket renang yang dikoordinatorkan oleh guru, yang bekerja sama dengan kolam renang,” tegas Dedi.
Sebagai solusi, Dedi menyarankan agar guru tetap mengadakan kegiatan renang tanpa harus mengurus tiket siswa.
“Cukup Anda tunggu saja di kolam renangnya, mereka membeli tiket sendiri dan datang dengan sendirinya,” katanya.
Ia juga mengingatkan, bagi siswa yang orang tuanya mengalami kendala biaya, masih banyak alternatif olahraga lain yang bisa dilakukan tanpa mengeluarkan biaya tambahan.
“Apabila orang tuanya tidak punya biaya untuk kegiatan berenang, kan banyak pembelajaran lain yang dilakukan tanpa biaya,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











