bukamata.id – Sebuah video yang memperlihatkan Kepala Bidang Lalu Lintas (Kabid Lalin) Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, sedang memberikan pengarahan kepada sopir angkot di jalur Puncak, mendadak viral di media sosial.
Video tersebut muncul ditengah pengusutan kasus pemotongan dana kompensasi sopir angkot d selama arus mudik Lebaran.
Dalam video yang tersebar luas tersebut, Dadang tampak menyampaikan briefing di pinggir jalan kawasan Puncak Cisarua.
“Untuk kedepannya, kan ini ada perhatian nih dari Pak Gubernur, jangan sampai ngasih statement yang salah, misalkan gini, kalau Pak Gubernur tanya, ‘Mau diganti angkotnya?’ Jangan langsung bilang iya. Pikir dulu dampaknya buat kalian,” kata Dadang seperti dikutip dari unggahan Instagram @folkjawabarat_, Senin (7/4/2025).
Ia juga mengingatkan agar sopir tidak asal menjawab ketika dihubungi langsung oleh Gubernur.
“Kalau kata masyarakat iya, belum tentu benar. Ketika dieksekusi saya ingin dampaknya yang sejahtera buat temen-temen,” lanjutnya.
Di tengah briefing itu, salah satu sopir sempat bertanya, “Pak, boleh sewa borongan?”
Dadang pun mengizinkan asal lewat jalur alternatif.
“Kalau kalian nekat lewat jalur utama depan, saya sikat,” tegasnya.
Klarifikasi Soal Dugaan Pemotongan Dana Kompensasi
Sebelumnya, Dadang juga sempat memberikan klarifikasi terkait tuduhan bahwa Dishub dan Organda terlibat dalam pemotongan dana kompensasi yang diberikan Gubernur.
“Kami sudah sepakat dengan para pemilik kendaraan. Yang disampaikan ke Gubernur itu sama sekali tidak benar,” ujar Dadang.
Meski begitu, ia tidak menampik bahwa sempat ada uang yang diserahkan sopir ke KKSU (Koperasi Komunitas Sopir Unggul). Namun, itu bukan paksaan.
“Itu bentuk rasa terima kasih. Ada yang kasih Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, bahkan sampai Rp 200 ribu. Tapi itu sukarela,” jelasnya.
Total uang yang sempat terkumpul sekitar Rp 11,2 juta, dan menurut Dadang, kini telah dikembalikan seluruhnya kepada para sopir yang berhak menerimanya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










