Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Rabu, 28 Oktober 2026 16:47 WIB

Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029

Rabu, 28 Oktober 2026 16:27 WIB

Persib vs Melbourne Victory Malam Ini Tayang di Mana? Ini Jadwal dan Link Live Streaming

Rabu, 28 Oktober 2026 15:13 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • Persib vs Melbourne Victory Malam Ini Tayang di Mana? Ini Jadwal dan Link Live Streaming
  • Sekolah Rasa Rumah Makan Sunda? SMAN 2 Subang Direnovasi Usai Sidak KDM
  • Siapa Mamita? Istri ‘Raja Sawer’ Haji AW yang Dikecam karena Sawer Uang dari Mobil
  • Prediksi Line Up Persib vs Melbourne Victory Malam Ini, Thom Haye dan Klok Kawal Lini Tengah
  • Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama
  • Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tuai Polemik, Warganet Kritik Program ASN Wajib Biayai Ibu Asuh ala Dedi Mulyadi

By SusanaMinggu, 13 April 2025 15:30 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program “Jabar Nyaah Ka Indung” yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menuai beragam respons dari publik, terutama warganet.

Program ini menyasar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov, kabupaten/kota, hingga pegawai BUMD se-Jabar.

Melalui program ini, setiap ASN diwajibkan memiliki satu ibu asuh, khususnya lansia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan belum tersentuh bantuan sosial.

“Setiap pegawai memiliki satu orang ibu asuh yang dibiayai dan diperhatikan dalam setiap waktu,” kata Dedi.

Baca Juga:  Tuai Pro Kontra, Dedi Mulyadi Pastikan Upaya Terbaik untuk SNBPT Siswa Jabar

Ia meyakini bahwa pendekatan personal seperti ini mampu meningkatkan kebahagiaan serta kesejahteraan para ibu di Jabar.

“Semoga program ini bisa menjadi jalan kita semua untuk menghormati dan menyayangi ibu, tak hanya lewat kata-kata, tapi lewat aksi nyata,” tambahnya.

Meski mengusung semangat kepedulian sosial, kebijakan tersebut justru menuai kritik dari sejumlah warganet.

Baca Juga:  Garut Dapat Rapor Merah! Putri Karlina Akui Tak Leluasa Sikat Pungli Karena Takut 'Offside'

Sejumlah komentar yang disampaikan melalui akun Instagram @sekitarbandungcom menilai kebijakan ini memberatkan ASN dan dianggap kurang tepat sasaran.

“KDM kudu baca deui UUD, fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Naha lain nyieun kebijakan nyieun rumah singgah nu layak jang lansia atau fakir miskin, kesehatan, ekonomi jeung pendidikanna dijamin ku negara?” tulis akun @m.iq***.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Usulkan Kertajati Jadi Kawasan Industri Pertahanan Nasional

“Mulai blunder,” tulis akun @ami***.

“Itu hal baik, tetapi ASN tidak semua orang kaya bisa menghidupi di luar keluarganya… Mestinya pemerintah yang fokus mengurus itu, jangan dibebankan kepada pekerja,” tulis akun @ama***.

“‘Nyaah’ itu nggak bisa dipaksa, Pak, harus datang dari hati sanubari,” komentar akun @ayu***.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi warganet
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029

Sekolah Rasa Rumah Makan Sunda? SMAN 2 Subang Direnovasi Usai Sidak KDM

Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama

Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.