Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Selasa, 27 Oktober 2026 18:24 WIB

Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC

Selasa, 27 Oktober 2026 18:05 WIB

Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam

Selasa, 27 Oktober 2026 17:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka
  • Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC
  • Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam
  • 5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!
  • Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen
  • Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK
  • Dua Pemain Muda Persib Dipanggil Timnas U-20, Siap Uji Coba Lawan Amerika Serikat
  • Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Desak Evaluasi Total Rekrutmen Mahasiswa FK Pasca Skandal Dokter Pemerkosa di RSHS

By Aga GustianaKamis, 10 April 2025 14:14 WIB2 Mins Read
Tersangka kasus kekerasan seksual terhadap keluarga korban di RSHS Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, angkat bicara dengan nada keras terkait kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang dokter residen anestesi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Dedi menilai kasus ini sebagai “tamparan keras” bagi dunia pendidikan kedokteran dan mendesak adanya evaluasi total terhadap proses rekrutmen mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK).

“Pertama, ini bahan evaluasi. Bagaimana sebuah lembaga pendidikan mengelola, dokter itu kan orang yang sangat dipercaya,” tegas Dedi di Kota Sukabumi, Kamis (10/4/2025).

Menurut Dedi, profesi dokter memegang peran sentral dan sakral dalam menjaga keselamatan nyawa manusia. Pasien memberikan kepercayaan penuh, mulai dari pemeriksaan hingga tindakan operasi yang paling intim. Oleh karena itu, Dedi menekankan bahwa calon dokter harus dipastikan memiliki integritas tinggi dan kondisi mental yang benar-benar sehat.

Baca Juga:  Pohon Gasibu Ditebang, Klaim Dedi Mulyadi soal Ukuran Berbeda dengan Data Visual

“Orang percaya dia mendiagnosa, memberikan obat, buka bajunya untuk diperiksa, sampai telanjang untuk dioperasi. Ini pekerjaan yang butuh kepercayaan penuh,” ujarnya dengan nada prihatin.

Lebih lanjut, Dedi menyatakan bahwa jika sampai ada oknum dokter yang justru memiliki hasrat biologis yang menyimpang saat menjalankan praktik, maka hal ini harus menjadi alarm peringatan yang sangat keras dalam proses seleksi calon mahasiswa Fakultas Kedokteran.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Usulkan Kertajati Jadi Kawasan Industri Pertahanan Nasional

“Kalau sekarang muncul dokter punya hasrat biologis ketika praktik, berarti harus dievaluasi rekrutmennya. Tingkat seleksinya harus diperketat. Nggak boleh orang-orang lolos tes psikologi kalau dia punya kelainan seksual atau gangguan mental,” tandasnya.

Dedi khawatir, kasus seperti ini dapat merusak kepercayaan masyarakat secara keseluruhan terhadap dunia medis. Ia bahkan menyindir dengan perumpamaan yang menohok, menggambarkan ketakutan masyarakat yang mungkin timbul akibat ulah oknum dokter tersebut.

“Bagaimana nanti kalau semua orang takut dirawat di rumah sakit? Yang nungguin juga takut. Ini bahaya. Dulu kalau di rumah sakit takut aya jurigan (ada hantu) kok hari ini dokternya seperti jurig. Nggak juga ya jurig nggak pernah merkosa,” ucapnya.

Baca Juga:  Susunan Tim Pemenangan Dedi-Erwan di Pilgub Jabar, Ada Nama Sule hingga Doel Sumbang

Seperti yang diketahui, Priguna Anugerah P, seorang residen anestesi PPDS FK Unpad di RSHS Bandung, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap seorang pasien wanita.

Kasus ini kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian, dan yang bersangkutan telah dinonaktifkan dari tugas medisnya. Pernyataan tegas Gubernur Dedi Mulyadi ini menambah tekanan bagi institusi pendidikan kedokteran untuk segera berbenah dan memastikan kejadian serupa tidak akan pernah terulang kembali.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Dokter RSHS Bandung Unpad
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka

Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas

peredaran narkoba

Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.