Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Nama Bisa Berubah! Cek Bansos Tahap 3 2026 Pakai NIK KTP, Ini Caranya

Sabtu, 29 Agustus 2026 03:00 WIB
Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Klaim Ratusan Ribu Rupiah Tanpa Aplikasi Tambahan! Cara Dapatkan Saldo DANA Gratis Sabtu 29 Agustus 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 02:00 WIB

5 Kuliner Legendaris Bandung yang Masih Eksis di 2026, Wajib Masuk Daftar Wisata Kuliner

Jumat, 28 Agustus 2026 20:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Nama Bisa Berubah! Cek Bansos Tahap 3 2026 Pakai NIK KTP, Ini Caranya
  • Klaim Ratusan Ribu Rupiah Tanpa Aplikasi Tambahan! Cara Dapatkan Saldo DANA Gratis Sabtu 29 Agustus 2026
  • 5 Kuliner Legendaris Bandung yang Masih Eksis di 2026, Wajib Masuk Daftar Wisata Kuliner
  • Flexing Termahal! Di Balik Sertifikat Adopsi Orangutan Para Artis, Ada Tragedi Memilukan Ini
  • Skuad Bertabur Bintang, Julio Cesar Minta Persib Buktikan Kualitas Lawan Manila Digger
  • Bansos Tahap 3 2026 Cair hingga September, Cek Penerima Pakai NIK KTP di Sini
  • Anjing Pitbull Serang Anak di Arjasari Bandung, Warga Setempat Keluarkan 8 Petisi
  • Persib Siap Tempur, Teja Paku Alam Ungkap Senjata Berbahaya Manila Digger
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 29 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Desak Evaluasi Total Rekrutmen Mahasiswa FK Pasca Skandal Dokter Pemerkosa di RSHS

By Aga GustianaKamis, 10 April 2025 14:14 WIB2 Mins Read
Tersangka kasus kekerasan seksual terhadap keluarga korban di RSHS Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, angkat bicara dengan nada keras terkait kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang dokter residen anestesi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Dedi menilai kasus ini sebagai “tamparan keras” bagi dunia pendidikan kedokteran dan mendesak adanya evaluasi total terhadap proses rekrutmen mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK).

“Pertama, ini bahan evaluasi. Bagaimana sebuah lembaga pendidikan mengelola, dokter itu kan orang yang sangat dipercaya,” tegas Dedi di Kota Sukabumi, Kamis (10/4/2025).

Menurut Dedi, profesi dokter memegang peran sentral dan sakral dalam menjaga keselamatan nyawa manusia. Pasien memberikan kepercayaan penuh, mulai dari pemeriksaan hingga tindakan operasi yang paling intim. Oleh karena itu, Dedi menekankan bahwa calon dokter harus dipastikan memiliki integritas tinggi dan kondisi mental yang benar-benar sehat.

Baca Juga:  Larangan Angkot Beroperasi Berbuah Manis, Arus Balik Lebaran di Puncak Bogor Diklaim Lancar

“Orang percaya dia mendiagnosa, memberikan obat, buka bajunya untuk diperiksa, sampai telanjang untuk dioperasi. Ini pekerjaan yang butuh kepercayaan penuh,” ujarnya dengan nada prihatin.

Lebih lanjut, Dedi menyatakan bahwa jika sampai ada oknum dokter yang justru memiliki hasrat biologis yang menyimpang saat menjalankan praktik, maka hal ini harus menjadi alarm peringatan yang sangat keras dalam proses seleksi calon mahasiswa Fakultas Kedokteran.

Baca Juga:  Polisi Perpanjang Penahanan Dokter Residen Tersangka Pemerkosaan di RSHS

“Kalau sekarang muncul dokter punya hasrat biologis ketika praktik, berarti harus dievaluasi rekrutmennya. Tingkat seleksinya harus diperketat. Nggak boleh orang-orang lolos tes psikologi kalau dia punya kelainan seksual atau gangguan mental,” tandasnya.

Dedi khawatir, kasus seperti ini dapat merusak kepercayaan masyarakat secara keseluruhan terhadap dunia medis. Ia bahkan menyindir dengan perumpamaan yang menohok, menggambarkan ketakutan masyarakat yang mungkin timbul akibat ulah oknum dokter tersebut.

“Bagaimana nanti kalau semua orang takut dirawat di rumah sakit? Yang nungguin juga takut. Ini bahaya. Dulu kalau di rumah sakit takut aya jurigan (ada hantu) kok hari ini dokternya seperti jurig. Nggak juga ya jurig nggak pernah merkosa,” ucapnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tegas! Tak Ada Toleransi untuk Pelaku Kasus Penganiayaan di Bandung

Seperti yang diketahui, Priguna Anugerah P, seorang residen anestesi PPDS FK Unpad di RSHS Bandung, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap seorang pasien wanita.

Kasus ini kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian, dan yang bersangkutan telah dinonaktifkan dari tugas medisnya. Pernyataan tegas Gubernur Dedi Mulyadi ini menambah tekanan bagi institusi pendidikan kedokteran untuk segera berbenah dan memastikan kejadian serupa tidak akan pernah terulang kembali.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Dokter RSHS Bandung Unpad
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Nama Bisa Berubah! Cek Bansos Tahap 3 2026 Pakai NIK KTP, Ini Caranya

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Tahap 3 2026 Cair hingga September, Cek Penerima Pakai NIK KTP di Sini

Anjing Pitbull Serang Anak di Arjasari Bandung, Warga Setempat Keluarkan 8 Petisi

Robohkan Pohon Sebesar Perut Kerbau, Truk Tangki BBM Terjun ke Jurang di Jalur Gentong Tasikmalaya

Viral Aksi Nekat Bocah SD di Bandung Barat Terjang Perairan Saguling Naik Rakit Bambu demi Sekolah

Viral Video Pria Acungkan Celurit di Garut, Diduga Targetkan Sopir Truk Malam Hari

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Mesin Politik Mulai Dipanaskan! PRI Bidik 13 Kursi DPR RI dari Jawa Barat
  • Musda VI Demokrat Jabar Digelar, AHY Dorong Konsolidasi dan Kebangkitan Partai Menuju Pemilu 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.