Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gunting Guru BK vs Air Mata Siswi! Skandal ‘Salon Paksa’ di SMKN 2 Garut Meledak

Kamis, 7 Mei 2026 13:40 WIB

Video Viral ‘Bandar Membara’ Banyak Diburu Link-nya, Ini Fakta Terbaru

Kamis, 7 Mei 2026 13:30 WIB
Ilustrasi begal

Pria di Soekarno-Hatta Bandung Jadi Korban Begal Berkedok Polisi Gadungan

Kamis, 7 Mei 2026 13:09 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gunting Guru BK vs Air Mata Siswi! Skandal ‘Salon Paksa’ di SMKN 2 Garut Meledak
  • Video Viral ‘Bandar Membara’ Banyak Diburu Link-nya, Ini Fakta Terbaru
  • Pria di Soekarno-Hatta Bandung Jadi Korban Begal Berkedok Polisi Gadungan
  • Persib Segera Pinang Pemain Timnas Abroad? Ini Bukti Kuat yang Beredar!
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp17.000 per Gram, Tembus Rp2,84 Juta
  • Persib Bandung Incar Ole Romeny, Ini 3 Nama Panas Jelang Bursa Transfer 2026
  • Video Tasya Gym Bandar Batang 15 Menit Hebohkan TikTok dan X, Link Asli Diburu
  • Persija vs Persib 7 Tahun Tak Digelar di Jakarta, Siapa Lebih Superior?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 7 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Desak Evaluasi Total Rekrutmen Mahasiswa FK Pasca Skandal Dokter Pemerkosa di RSHS

By Aga GustianaKamis, 10 April 2025 14:14 WIB2 Mins Read
Tersangka kasus kekerasan seksual terhadap keluarga korban di RSHS Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, angkat bicara dengan nada keras terkait kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang dokter residen anestesi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Dedi menilai kasus ini sebagai “tamparan keras” bagi dunia pendidikan kedokteran dan mendesak adanya evaluasi total terhadap proses rekrutmen mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK).

“Pertama, ini bahan evaluasi. Bagaimana sebuah lembaga pendidikan mengelola, dokter itu kan orang yang sangat dipercaya,” tegas Dedi di Kota Sukabumi, Kamis (10/4/2025).

Menurut Dedi, profesi dokter memegang peran sentral dan sakral dalam menjaga keselamatan nyawa manusia. Pasien memberikan kepercayaan penuh, mulai dari pemeriksaan hingga tindakan operasi yang paling intim. Oleh karena itu, Dedi menekankan bahwa calon dokter harus dipastikan memiliki integritas tinggi dan kondisi mental yang benar-benar sehat.

Baca Juga:  Proyek Hunian di Purwakarta Serap 3.000 Tenaga Kerja, Gunakan 95 Persen Material Lokal Jawa Barat

“Orang percaya dia mendiagnosa, memberikan obat, buka bajunya untuk diperiksa, sampai telanjang untuk dioperasi. Ini pekerjaan yang butuh kepercayaan penuh,” ujarnya dengan nada prihatin.

Lebih lanjut, Dedi menyatakan bahwa jika sampai ada oknum dokter yang justru memiliki hasrat biologis yang menyimpang saat menjalankan praktik, maka hal ini harus menjadi alarm peringatan yang sangat keras dalam proses seleksi calon mahasiswa Fakultas Kedokteran.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Pastikan Tak Ada Ampun Bagi Penyunat Kompensasi Sopir Angkot Puncak Bogor

“Kalau sekarang muncul dokter punya hasrat biologis ketika praktik, berarti harus dievaluasi rekrutmennya. Tingkat seleksinya harus diperketat. Nggak boleh orang-orang lolos tes psikologi kalau dia punya kelainan seksual atau gangguan mental,” tandasnya.

Dedi khawatir, kasus seperti ini dapat merusak kepercayaan masyarakat secara keseluruhan terhadap dunia medis. Ia bahkan menyindir dengan perumpamaan yang menohok, menggambarkan ketakutan masyarakat yang mungkin timbul akibat ulah oknum dokter tersebut.

“Bagaimana nanti kalau semua orang takut dirawat di rumah sakit? Yang nungguin juga takut. Ini bahaya. Dulu kalau di rumah sakit takut aya jurigan (ada hantu) kok hari ini dokternya seperti jurig. Nggak juga ya jurig nggak pernah merkosa,” ucapnya.

Baca Juga:  Dokter Kandungan di Garut Diduga Lecehkan Pasien, Dedi Mulyadi: Cabut Gelarnya!

Seperti yang diketahui, Priguna Anugerah P, seorang residen anestesi PPDS FK Unpad di RSHS Bandung, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap seorang pasien wanita.

Kasus ini kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian, dan yang bersangkutan telah dinonaktifkan dari tugas medisnya. Pernyataan tegas Gubernur Dedi Mulyadi ini menambah tekanan bagi institusi pendidikan kedokteran untuk segera berbenah dan memastikan kejadian serupa tidak akan pernah terulang kembali.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Dokter RSHS Bandung Unpad
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gunting Guru BK vs Air Mata Siswi! Skandal ‘Salon Paksa’ di SMKN 2 Garut Meledak

Ilustrasi begal

Pria di Soekarno-Hatta Bandung Jadi Korban Begal Berkedok Polisi Gadungan

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp17.000 per Gram, Tembus Rp2,84 Juta

Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Wanita Paruh Baya di KBB, Motif Masih Diburu

Kritik Tajam Kirab Mahkota Binokasih: Mahasiswa Sebut Rakyat Butuh Solusi Nyata, Bukan Romantisasi Budaya!

Bukan dari APBD, Kirab Budaya Mahkota Binokasih Andalkan Gotong Royong Tokoh Jabar

Terpopuler
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Link Video Viral ‘Vell TikTok Blunder’, Warganet Ramai Cari Versi Asli
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
  • Heboh Pencarian Video Viral “Tasya Gym Bandar Batang”, Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Digital
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.