Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bantuan Sosial PKH dan BPNT Cair Oktober 2026? Ini Langkah Mudah Cek Saldo KKS dan Status Penerima

Minggu, 11 Oktober 2026 06:00 WIB
Sudirman Street Food

Rekomendasi 10 Tempat Wisata Kuliner Malam Bandung yang Pas Buat Nongkrong Akhir Pekan

Minggu, 11 Oktober 2026 02:00 WIB

Rekomendasi 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan

Minggu, 11 Oktober 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bantuan Sosial PKH dan BPNT Cair Oktober 2026? Ini Langkah Mudah Cek Saldo KKS dan Status Penerima
  • Rekomendasi 10 Tempat Wisata Kuliner Malam Bandung yang Pas Buat Nongkrong Akhir Pekan
  • Rekomendasi 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan
  • Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan
  • Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!
  • Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas
  • Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian
  • Bukan Ratu Biasa! Inilah Sosok Suthida, Permaisuri Thailand Pemegang Kendali Jet Tempur
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Fakta Kelam di Balik Hubungan Asmara yang Berujung Penyiksaan di Bandung

By SusanaMinggu, 21 Juni 2026 12:45 WIB4 Mins Read
Kasus penyekapan di Bandung menimpa wanita berinisial YTR asal Rancaekek. Foto: Instagram @azis_docs.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kisah pilu menimpa seorang perempuan berinisial YTT (29), warga Antapani, Kota Bandung. Setelah menghilang tanpa kabar selama kurang lebih tiga tahun, ia akhirnya ditemukan dalam kondisi sangat memprihatinkan di rumah sakit dengan sejumlah luka berat di tubuhnya.

Keluarga menduga kuat YTT menjadi korban penganiayaan dan penyekapan yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri. Kasus ini kini tengah ditangani pihak kepolisian dan menyita perhatian publik karena kondisi korban yang sangat mengenaskan saat ditemukan.

Ditemukan di Rumah Sakit dalam Kondisi Luka Berat

Kasus ini mulai terungkap setelah keluarga korban menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal. Pesan tersebut menyebutkan bahwa YTT sedang dirawat di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Keluarga yang menerima kabar tersebut langsung mendatangi rumah sakit dan mendapati kondisi korban sangat mengkhawatirkan.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut.

“Setelah itu pelapor mendatangi RSHS dan diketahui bahwa korban dalam keadaan luka berat di bagian kepala, wajah, kaki, serta luka ringan di bagian tangan,” ujar Hendra, Selasa 16 Juni 2026.

Baca Juga:  Kasus Pemerkosaan di RSHS Mandek? Ini Kata Polda Jabar

Kabar tersebut membuat keluarga syok, mengingat korban telah lama tidak diketahui keberadaannya.

Hilang Kontak Selama Tiga Tahun

Menurut keterangan kepolisian, YTT sudah tidak diketahui keberadaannya selama sekitar tiga tahun. Selama kurun waktu tersebut, keluarga hampir tidak pernah mendapatkan kabar yang jelas.

“Korban menghilang tanpa kabar dan tidak diketahui keberadaannya selama kurang lebih tiga tahun,” ungkap Hendra.

Meski sesekali korban sempat mengirim pesan singkat, informasi yang diberikan sangat terbatas, salah satunya menyebut berada di Jakarta. Setelah itu, komunikasi kembali terputus.

Diduga Mengalami Kekerasan dalam Waktu Lama

Dari hasil penyelidikan awal, korban diduga mengalami penganiayaan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Terlapor berinisial TH disebut melakukan kekerasan menggunakan tangan kosong, benda tumpul, hingga senjata tajam.

Selain itu, sejumlah barang berharga milik korban juga diduga hilang.

“Diduga selama rentang waktu tersebut korban mendapatkan penganiayaan dari terlapor menggunakan tangan, benda tumpul, senjata tajam, serta barang berharga milik korban juga hilang,” jelas Hendra.

Baca Juga:  Nyaris Kehilangan Sang Buah Hati! Trauma Mendalam Nina Saleha di Balik Skandal RSHS Bandung

Akibat kekerasan tersebut, korban mengalami luka berat yang berdampak serius pada kondisi fisiknya, termasuk gangguan penglihatan, kesulitan berbicara, hingga tidak dapat berjalan.

Awal Mula Perkenalan dari Hubungan Asmara

Menurut keterangan keluarga, korban pertama kali mengenal terduga pelaku pada tahun 2023 dalam sebuah acara konser musik di kawasan Tritan Point, Bandung.

Hubungan keduanya kemudian berlanjut menjadi hubungan asmara hingga pelaku sempat datang ke rumah keluarga korban di Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Namun setelah pertemuan tersebut, korban tiba-tiba menghilang dan sulit dihubungi.

“Iya, sejak saat itu langsung lost contact. Padahal sebelumnya masih rutin pulang karena bekerja dan ngekos di Bandung,” ujar adik korban, Syahrul Ulum (26).

Keluarga Sempat Cari dan Viralkan Pencarian

Keluarga korban sempat melakukan pencarian besar-besaran, termasuk menyebarkan informasi orang hilang di media sosial hingga sempat viral.

Namun upaya tersebut disebut sempat mendapat tekanan dari pihak yang meminta unggahan tersebut dihapus. Keluarga menduga hal tersebut berkaitan dengan terduga pelaku.

Kondisi Korban Saat Ditemukan Sangat Memprihatinkan

Saat pertama kali melihat korban di ruang IGD, keluarga mengaku sangat terpukul. Kondisi fisik YTT disebut mengalami kerusakan serius di beberapa bagian tubuh.

Baca Juga:  Terungkap! Alat Kontrasepsi Jadi Bukti Pelecehan Dokter PPDS RSHS Bandung

Korban mengalami gangguan penglihatan, luka di wajah, hingga bekas luka bacokan di kaki. Tim medis kemudian melakukan tindakan operasi untuk menangani luka di bagian kepala dan wajah.

Pengakuan Korban Setelah Sadar

Setelah kondisi korban mulai membaik, keluarga mendapat keterangan awal mengenai apa yang dialaminya selama menghilang.

Korban mengaku kerap mengalami kekerasan fisik, termasuk pemukulan, penggunaan benda tajam, hingga luka bakar.

“Sering dipukul pakai helm, dibacok, bahkan ada bekas luka rokok juga,” ungkap keluarga korban.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Polda Jawa Barat. Aparat kepolisian disebut telah mendatangi lokasi dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.

Keluarga berharap pelaku segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

Sementara itu, korban kini masih menjalani perawatan intensif untuk pemulihan kondisi fisiknya akibat luka berat yang diderita selama masa hilang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

RSHS Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif

Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.