bukamata.id – Sebuah video yang memperlihatkan warga dan pelajar menyeberangi sungai menggunakan perahu sambil membawa sepeda motor di Desa Kalipasir, Kecamatan Way Bungur, viral di media sosial.
Video ini menuai sorotan publik sekaligus memunculkan dugaan “ancaman” warga terhadap pemerintah terkait pembangunan jembatan yang tertunda.
Dalam video yang diunggah akun Facebook Andre Angler Liar pada Minggu (1/2/2026), Andre menyoroti minimnya infrastruktur, khususnya jembatan penghubung Kalipasir–Way Bungur, yang hingga kini belum dibangun secara permanen. Ia juga mengkritik pemerintah daerah hingga pusat.
“Tolong pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat tanggapi rakyat di Desa Kalipasir, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur yang menderita akibat ulah-ulah para pejabat,” tulis Andre dalam keterangannya.
Dalam narasi video, Andre menyebut dirinya menerima panggilan telepon dari Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela yang meminta agar ia menghentikan penyebaran video tersebut. Klaim ini langsung memicu perdebatan dan reaksi keras di media sosial.
“Terima kasih untuk Wakil Gubernur Lampung yang semalam sudah telepon dan suruh menghentikan video saya. Saya tidak akan berhenti sebelum jembatan ini benar-benar dibangun,” ujar Andre dalam video.
Pernyataan itu dinilai oleh sebagian warganet sebagai bentuk tekanan atau ancaman terselubung terhadap pemerintah.
Andre juga menekankan kondisi perahu penyeberangan yang rapuh dan tanpa alat keselamatan, yang sangat berisiko bagi pelajar yang setiap hari menyeberangi sungai demi sekolah.
“Kasihan anak didik generasi bangsa ini. Desa Kalipasir berdiri sejak 1960, sekarang sudah 2026,” lanjutnya. Kritikan keras juga diarahkan ke pemerintah: “Kalau memang enggak bisa kerja, enggak usah kerja. Kalian digaji rakyat, tapi fasilitas rakyat enggak diutamakan.”
Saat dikonfirmasi, Andre hanya membalas singkat: “Waalaikumsalam, maaf lagi di klinik antar ibu.”
Pemprov Lampung Klarifikasi: Narasi Telepon Wagub Tidak Benar
Menanggapi viralnya video tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung mengeluarkan klarifikasi resmi melalui akun Instagram @pemprovlampung_ pada Minggu (1/2/2026). Pemprov membantah tudingan bahwa Wagub Jihan Nurlela menelepon warga atau meminta penghentian perekaman video.
“Perlu kami tegaskan bahwa narasi tersebut tidak benar dan tidak sesuai fakta,” tegas Pemprov Lampung.
Beberapa poin klarifikasi yang disampaikan:
- Wagub Lampung tidak pernah menghubungi warga terkait kondisi jalan maupun pembangunan jembatan di Desa Kalipasir.
- Tidak ada instruksi menghentikan pembuatan video atau intimidasi terhadap warga.
- Pemprov Lampung tetap terbuka terhadap aspirasi, kritik, dan masukan masyarakat, terutama terkait pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.
“Narasi yang beredar merupakan informasi keliru yang berpotensi menyesatkan publik jika tidak diluruskan,” tambah Pemprov.
Reaksi Warganet: Klarifikasi Tak Cukup, Warga Tetap Mendesak
Meski klarifikasi telah dikeluarkan, warganet menilai hal itu tidak menyelesaikan persoalan mendasar, yakni pembangunan jembatan. Beberapa komentar di akun Instagram @lambe_turah pada Senin (2/2/2026) menyoroti tuntutan warga:
- “Yaudah sih, daripada klarifikasi mending dilakukan perubahan, buatin jembatan sana. Minimal turun ke masyarakat,” tulis akun @tab*.
- “Dari gw orok sampai sekarang umur 36 tahun, kampung halaman gw Lampung Timur masih gitu-gitu aja. Jalan rusak, transportasi umum minus,” tulis akun @ret*.
- “Daripada sibuk klarifikasi, mending langsung bangun aja deh jembatannya, apa enggak ada uangnya?” tulis akun @dee*.
Viralnya video ini menunjukkan ketegangan antara warga dan pemerintah: di satu sisi, warga mengekspresikan frustrasi mereka secara publik; di sisi lain, Pemprov Lampung menegaskan fakta berbeda. Namun, persoalan minimnya infrastruktur tetap menjadi sorotan utama dan menunggu solusi nyata.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











