Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Warga Jabar Siap-siap! Mudik Gratis Lebaran 2026 Dibuka: Kuota 3.040 Tiket, Ini Cara Daftarnya

Sabtu, 21 Februari 2026 06:00 WIB
PPPK

ASN Wajib Tahu! Prediksi Tanggal Cair Gaji ke-14 Tahun 2026

Sabtu, 21 Februari 2026 05:00 WIB

Cari Tempat Bukber di Bandung? Ini 5 Pilihan Terbaik Ramadan Ini

Sabtu, 21 Februari 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Warga Jabar Siap-siap! Mudik Gratis Lebaran 2026 Dibuka: Kuota 3.040 Tiket, Ini Cara Daftarnya
  • ASN Wajib Tahu! Prediksi Tanggal Cair Gaji ke-14 Tahun 2026
  • Cari Tempat Bukber di Bandung? Ini 5 Pilihan Terbaik Ramadan Ini
  • Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 21 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa
  • Disebut Pemeran Video Teh Pucuk dan KKN 17 Menit, Mahasiswi Ini Akhirnya Buka Suara
  • Cukup Jalan Kaki! Ini 5 Spot Wisata Hits Bandung Paling Dekat dari Stasiun
  • Sopir Angkot hingga Kusir Delman di Jabar Bakal Dapat Kompensasi Jika Libur Saat Mudik Lebaran 2026
  • Wajib Teken Materai! Syarat Baru Masuk Sekolah di Jabar: Dilarang Bawa Motor hingga Knalpot Brong
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 21 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Wajah Feminin, Fakta Mengejutkan: Mengurai Kisah Viral Sister Hong Lombok dari Para Korban

By Aga GustianaJumat, 14 November 2025 16:56 WIB5 Mins Read
Viral kisah Sister Hong versi Indonesia dari Lombok. Seorang pria diduga bernama Deni menyamar menjadi seorang wanita bernama Dea.
Viral kisah Sister Hong versi Indonesia dari Lombok. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah derasnya konten hiburan di media sosial, sebuah unggahan dari Lombok mendadak mengalihkan perhatian banyak orang. Bukan soal tren lipstik baru, bukan pula tutorial riasan pengantin. Tetapi tentang seorang MUA berhijab yang selama ini dipuji sopan, lembut, dan anggun—yang kemudian diketahui warganet sebagai laki-laki. Fenomena ini membuat publik menyebutnya sebagai “Sister Hong versi Lombok”, meniru julukan untuk sosok viral dari Tiongkok yang dikenal karena penyamaran serupa.

Nama itu adalah Dea Lipa, yang menurut unggahan warganet memiliki nama asli Deni. Selama bertahun-tahun, ia tampil sebagai perempuan berhijab dengan wajah glowing dan tubuh ramping. Foto dan videonya tersebar luas, memperlihatkan riasan sempurna yang membuat banyak perempuan datang kepadanya untuk jasa make-up. Namun, pada awal November 2025, identitasnya menjadi bahan perbincangan nasional setelah sebuah unggahan Facebook mendadak meledak.

Unggahan yang Mengguncang Media Sosial

Pemicu semakin viralnya kasus ini adalah unggahan dari akun Facebook @Diana_Arkayanti pada 6 November 2025. Dalam foto tersebut tampak seorang perempuan berhijab dengan riasan halus, persis seperti MUA perempuan pada umumnya. Namun, caption-nya membuat publik terhentak:

“Dia seorang MUA dari Lombok Tengah, dia bantong (laki-laki) dan berhijab. Sudah banyak laki-laki tertipu karena tampilannya memang tidak seperti bantong kalau sekilas dilihat. Dia dipuja dan dipuji cantik, dia berhijab.”

Unggahan itu menyebar cepat. Dalam waktu singkat, ia menerima ribuan komentar dan dibagikan lebih dari 1.800 kali. Banyak yang terkejut, sebagian tidak percaya, dan sebagian lainnya langsung mencari tahu siapa sebenarnya orang yang dibicarakan itu.

Menurut Diana, tokoh adat dan agama yang tinggal di kampung Deni seolah diam, sehingga ia ikut mempertanyakan:

Baca Juga:  Sister Hong Versi Indonesia Viral: Kisah Penyamaran MUA Hijaber dari Lombok yang Gegerkan Publik

“Pemangku adat dan pemuka agama di kampungnya kenapa diam saja. Tolong ini seorang tukang rias pengantin dia jenis kelamin laki-laki tapi kesehariannya pakai hijab, tolong neh tolong banget.”

Unggahan tersebut menjadi titik awal munculnya testimoni dan pengakuan dari berbagai pihak yang mengaku pernah berinteraksi dengan Deni.

Para Korban Mulai Bicara

Salah satu dampak terbesar dari viralnya kasus ini adalah munculnya pengakuan para mantan klien atau orang-orang yang pernah berinteraksi dengan sosok Dea Lipa. Di kolom komentar, mereka menuliskan pengalaman mencengangkan, bahkan memalukan bagi sebagian orang.

Seorang perempuan yang mengaku dirias Dea saat wisuda bercerita dengan nada panik:

“DIA PERNAH JADI MUA WISUDAKU, TERUS AKU GANTI BAJU DEPAN DIAAAA YAAMPUNNN KARNA AKU MIKIRNYA SAMA-SAMA CEWEEE.”

Kesaksian itu menjadi viral dalam viral. Banyak perempuan lain kemudian menuliskan bahwa mereka pernah dirias oleh Dea tanpa mengetahui bahwa ia laki-laki. Beberapa di antaranya bahkan merasa syok karena pernah disentuh saat proses make-up berlangsung, sesuatu yang mereka kira aman karena Dea tampil sebagai perempuan.

Ada pula laporan yang mencuri perhatian publik karena menyangkut aktivitas ibadah. Seorang warganet menulis:

“Itu yang jadi permasalahannya, kak. Dia juga kemarin sholat tarawih dan sholat ied di shaf perempuan, astagfirullah, itu sudah menyimpang agama.”

Meski tidak semua warganet setuju dengan nada komentar tersebut, unggahan itu semakin memperbesar sorotan terhadap fenomena yang sedang berlangsung.

“Sister Hong” dari Lombok: Penampilan yang Dinilai Menipu Banyak Orang

Warganet menyebut bahwa dalam dunia kerja, Deni lebih dikenal dengan nama Dea Lipa. Ia disebut selalu mengenakan hijab saat bekerja, bahkan ada yang mengklaim melihatnya memakai bra untuk menyamarkan identitasnya. Gerak-geriknya yang lembut, tubuhnya yang ramping, serta riasan wajah yang sangat feminin membuat banyak orang yakin bahwa ia adalah perempuan.

Baca Juga:  Terkuak Alasan Khairun Nisya Cosplay Jadi Pramugari, Ternyata Korban Penipuan

Semakin banyak testimoni bermunculan, semakin kuat pula kesan bahwa fenomena ini bukan hanya mengejutkan, tetapi juga memberikan rasa tidak nyaman bagi sebagian orang yang merasa privasinya dilanggar.

Perdebatan Tentang Etika dan Identitas

Di tengah keramaian komentar warganet, muncul pula pendapat yang lebih moderat. Beberapa orang menilai bahwa menjadi MUA tidak harus dikaitkan dengan penampilan tertentu, apalagi penyamaran.

“Kenapa harus pakai hijab? Padahal banyak laki-laki yang jadi MUA tanpa berpakaian seperti perempuan, dan hasilnya tetap bagus,” tulis seorang warganet.

Ada pula warga yang mengaku pernah mengenal Deni sejak masa sekolah:

“Pernah main-main ke kosku dulu pas masih SMK tahun 2021 di Praya karena kebetulan dia sahabatnya teman kosku. Awalnya belum tahu kalau dia cowok, pas hari ketiga baru dikasih tahu. Semoga Allah kasih hidayah buat dia.”

Bagi sebagian warganet, perdebatan ini bukan soal profesi, melainkan soal kejujuran identitas. Terlebih ketika seseorang bekerja di bidang jasa yang mengharuskan kontak fisik dan kedekatan dengan klien, terutama klien perempuan.

Unggahan lain di Instagram juga memunculkan kesaksian bahwa beberapa klien perempuan sempat berganti pakaian di depan Dea, yang pada saat itu mereka yakini sebagai perempuan. Setelah identitasnya terungkap, banyak dari mereka merasa sangat tidak nyaman.

Baca Juga:  Deni Akhirnya Bicara! Klarifikasi 'Sister Hong Lombok' Bongkar Tuduhan Viral

Pendapat Tokoh Agama NU

Viralnya kasus ini akhirnya sampai juga ke telinga tokoh agama. TGH Lalu Mala Syar’i, tokoh Nahdlatul Ulama Lombok Tengah, memberikan tanggapan dalam sebuah wawancara.

Menurutnya, fenomena seperti itu bukan hal baru di Lombok. “Itu sebenarnya bukan masalah baru,” ujarnya.

Namun ia menegaskan bahwa mengubah penampilan secara total sehingga menyerupai lawan jenis bertentangan dengan ajaran agama.

“Seorang yang dengan frontal menolak ataupun tidak menerima apa yang ditakdirkan, seorang laki-laki merubah secara total menjadi wanita dan sebaliknya, itu adalah haram mutlak,” tegasnya.

Meski begitu, ia membedakan antara penyamaran dan kondisi medis tertentu:

“Akan tetapi beda kasusnya ketika orang itu banci, mempunyai dua kelamin, maka bagi dia dibolehkan bagi dia untuk memilih yang dominan.”

Fenomena yang Belum Berakhir

Meski berbagai opini telah disampaikan, dan meski keterampilan Deni sebagai MUA tetap diakui banyak orang, identitasnya yang terbongkar telah mengubah cara publik memandang sosok yang sebelumnya mereka kenal sebagai “perempuan anggun berhijab”.

Kasus ini membuka perdebatan lebih besar mengenai: batas etika dalam profesi berbasis layanan, pentingnya kejujuran identitas, rasa aman dan privasi klien, dan bagaimana media sosial membentuk opini publik.

Yang jelas, banyak orang—khususnya para mantan klien—merasa telah tertipu oleh penampilan yang begitu meyakinkan. Dan bagi sebagian masyarakat, fenomena “Sister Hong Lombok” ini menjadi pengingat bahwa di era digital, identitas bisa dibangun, diubah, dan bahkan disembunyikan—sampai akhirnya tak lagi bisa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dea lipa deni mujur kasus penyamaran MUA Lombok sister hong lombok viral lombok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cari Tempat Bukber di Bandung? Ini 5 Pilihan Terbaik Ramadan Ini

Disebut Pemeran Video Teh Pucuk dan KKN 17 Menit, Mahasiswi Ini Akhirnya Buka Suara

The Great Asia Africa 2.0

Cukup Jalan Kaki! Ini 5 Spot Wisata Hits Bandung Paling Dekat dari Stasiun

Bukan Pilih Kasih! Okie Agustina Bongkar Alasan Pilu di Balik ‘Insiden Kue’ Ultah Nasha Anaya

Link Video Botol Golda No Sensor Ramai Diburu Netizen, Isinya Bikin Penasaran

Heboh! Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Ada Link Asli?

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.