Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

LPG Nonsubsidi Meroket, Dedi Mulyadi Ajak Warga Jabar Beralih ke Kayu Bakar

Selasa, 21 April 2026 16:57 WIB

Kabar Baik! Banjir Kabupaten Bandung Segera Teratasi, Menteri PU Restui Tiga Usulan KDS

Selasa, 21 April 2026 16:03 WIB
PENUSUKAN

Cemburu Buta! Pria di Bandung Tewas Ditusuk 7 Kali di Kontrakan

Selasa, 21 April 2026 16:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • LPG Nonsubsidi Meroket, Dedi Mulyadi Ajak Warga Jabar Beralih ke Kayu Bakar
  • Kabar Baik! Banjir Kabupaten Bandung Segera Teratasi, Menteri PU Restui Tiga Usulan KDS
  • Cemburu Buta! Pria di Bandung Tewas Ditusuk 7 Kali di Kontrakan
  • Dulu Viral Karena Rumah Tripleks, Kini Fadly Alberto Terancam Sanksi Berat Gara-gara ‘Tendangan Kungfu’!
  • Persib Wajib Menang! Jadwal Pekan 29 Super League Makin Panas
  • Bongkar Borok Pelayanan Showroom Mobil Listrik, Konsumen Diusir Halus Sales Gegara Cuma Pakai Sendal Jepit?
  • Fakta Mengejutkan! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Palsu dan Berbahaya
  • Persib Gagal Menang, Ini Hitung-Hitungan Peluang Juara Maung Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 21 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Walhi Jabar Sebut Alih Fungsi Alam Jadi Penyebab Meluasnya Banjir di Kawasan Bandung

By Putri Mutia RahmanJumat, 1 Maret 2024 17:37 WIB2 Mins Read
Ilustrasi yang terjadi di Cibaduyut Bandung. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat (jabar) Wahyudin Iwang soroti pembangunan infrastruktur ugal-ugalan sebagai penyebab banjir yang meluas di kawasan Kota Bandung dan sekitarnya.

Iwang menyebut, pembangunan infrastruktur yang tidak sesuai dengan kaidah RTRW di Kota Bandung menyebabkan alih fungsi yang terjadi pada beberapa kawasan resapan air.

“Perluasan genangan banjir di beberapa titik di Bandung, salah satu dampak yang paling signifikan adalah terjadi alih fungsi yang tidak dapat terhindarkan, bentang alam berubah. Beberapa titik yang menjadi kawasan resapan yang memiliki fungsi untuk menangkap air itu berubah fungsinya,” ucapnya saat diwawancara pada Jumat (1/3/2024).

Iwang lalu mencontohkan banjir yang melanda kawasan dataran tinggi yaitu Padalarang, banjir yang meluas pada kawasan tersebut merupakan dampak paling signifikan pengalihan fungsi akibat pembangunan Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang mengganggu rekonstruksi bentang alam.

Baca Juga:  Walhi Jabar Soal Monyet Turun ke Pemukiman Warga: Habitatnya Terganggu

“Jangan lupa Padalarang ini ada intervensi kegiatan kereta cepat yang mengalihfungsikan bentang alam yang terlewati oleh KCIC dan tentunya jika konstruksi bentang alam itu terganggu maka alam juga akan terganggu,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga menyebutkan faktor pembangunan di Kawasan Bandung Utara (KBU) menjadi kunci lainnya yang mengakibatkan perluasan banjir di Bandung.

Hal ini bisa dilihat dari runoff per musim hujan, jika ketika setiap tahun runoff tersebut tinggi artinya sangat signifikan bahwa kawasan hulu telah mengalami degradasi dari berbagai kegiatan yang bersifat mengalihfungsikan kawasan tersebut.

Baca Juga:  Hanya Demi Pajak Pembangunan, Pemerintah Acuhkan Kerusakan Lingkungan di KBU

“KBU juga menjadi kata kunci selanjutnya, jika suatu kawasan yang berada di ketinggian terganggu bentang alamnya. Jika kawasan tersebut terus mengalami intervensi yang menimbulkan alih fungsi secara signifikan, tidak hanya menyebabkan pelepasan emisi yang bermuara pada krisis iklim, tapi juga runoff akan semakin tinggi dan itu berdampak pada bencana,” jelasnya.

Bahkawan menurut Iwang, jika banyak aktivitas yang tidak mengedepankan kaidah ekologis dan kaedah lingkungan akan memicu bencana dari patahan lembang.

“Jangan lupakan bahwa kawasan KBU itu berada pada patahan lembang, ketika misal terjadi aktivitas yang tidak mengedepankan kaidah ekologis dan kaedah lingkungan, maka tidak menutup kemungkinan akan membawa bencana tidak kita harapkan,” ucapnya.

Baca Juga:  Cawagub Gita KDI Komitmen Dukung Kesejahteraan Perempuan Lewat Program Nyata

Iwang menyebut hal ini disebabkan oleh sikap pemerintah yang tidak tegas melakukan proses pengawasan yang tertuang dalam dokumen RTRW.

“Artinya pemerintah tidak mengedepankan pola ruang dengan kegiatan-kegiatan yang tidak memperhatikan daya dukung lingkungan di satu kawasan, karen faktanya zona-zona yang bukan peruntukannya itu terbangu, dan tidak ditertibkan oleh pemerintah, sehingga proses pengawasan yang tertuang dalam dokumen RTRW tidak dicanangkan dengan baik,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

pembangunan Penyebab Banjir Bandung Wahyudin Iwang Walhi Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

LPG Nonsubsidi Meroket, Dedi Mulyadi Ajak Warga Jabar Beralih ke Kayu Bakar

Kabar Baik! Banjir Kabupaten Bandung Segera Teratasi, Menteri PU Restui Tiga Usulan KDS

PENUSUKAN

Cemburu Buta! Pria di Bandung Tewas Ditusuk 7 Kali di Kontrakan

Bongkar Borok Pelayanan Showroom Mobil Listrik, Konsumen Diusir Halus Sales Gegara Cuma Pakai Sendal Jepit?

Sopir Sudah Minta Maaf, Tapi Manajemen Bhisa Shuttle Malah Bungkam? Netizen: Seperti Lepas Tangan

JK Ungkit Jasa Politik, Jokowi Respons Santai: Saya Orang Kampung

Terpopuler
  • Ole Romeny
    Rumor Transfer Persib: Skenario Gila Datangkan Ole Romeny dan Lepas Eliano ke Eropa
  • Viral! Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Full Durasi No Sensor dari Kebun Sawit ke Dapur
  • Rumor Transfer Persib: Antara Ronald Koeman Jr yang Dilirik Raksasa Belanda dan Kode Keras untuk Kadu
  • Shock Transfer! Persib Incar Striker 62 Gol, Ini Dampaknya ke Skuad
  • Diusir Secara Hukum, Dicintai Secara Nurani: Tragedi Dr. Badjora yang Mengguncang Padangsidimpuan!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.