Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Siap Gelora! Lokasi Nobar Persib Bandung vs Melbourne Victory Sore Ini

Rabu, 4 November 2026 08:30 WIB

Dibikin Heran Satu Dunia! Selebrasi Paling Nyeleneh Veda Ega: Makan Belalang Goreng di Sepang!

Rabu, 4 November 2026 08:20 WIB

Bawa JNE Makin Adaptif, Hui Chandra Fireta Sabet Gelar Most Innovative CFO Awards 2026

Rabu, 4 November 2026 07:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siap Gelora! Lokasi Nobar Persib Bandung vs Melbourne Victory Sore Ini
  • Dibikin Heran Satu Dunia! Selebrasi Paling Nyeleneh Veda Ega: Makan Belalang Goreng di Sepang!
  • Bawa JNE Makin Adaptif, Hui Chandra Fireta Sabet Gelar Most Innovative CFO Awards 2026
  • Pincang Tanpa Duo Asing, Persib Tetap Ngotot Segel Tiket 16 Besar ACL 2
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF Terbaru 4 November 2026, Amankan Hadiah Gratisnya
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Pemerintah Salurkan BSU Rp900 Ribu Lewat Bank Himbara dan Pos, Cek Namamu Sekarang!
  • Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Walhi Jabar Sebut Alih Fungsi Alam Jadi Penyebab Meluasnya Banjir di Kawasan Bandung

By Putri Mutia RahmanJumat, 1 Maret 2024 17:37 WIB2 Mins Read
Ilustrasi yang terjadi di Cibaduyut Bandung. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat (jabar) Wahyudin Iwang soroti pembangunan infrastruktur ugal-ugalan sebagai penyebab banjir yang meluas di kawasan Kota Bandung dan sekitarnya.

Iwang menyebut, pembangunan infrastruktur yang tidak sesuai dengan kaidah RTRW di Kota Bandung menyebabkan alih fungsi yang terjadi pada beberapa kawasan resapan air.

“Perluasan genangan banjir di beberapa titik di Bandung, salah satu dampak yang paling signifikan adalah terjadi alih fungsi yang tidak dapat terhindarkan, bentang alam berubah. Beberapa titik yang menjadi kawasan resapan yang memiliki fungsi untuk menangkap air itu berubah fungsinya,” ucapnya saat diwawancara pada Jumat (1/3/2024).

Iwang lalu mencontohkan banjir yang melanda kawasan dataran tinggi yaitu Padalarang, banjir yang meluas pada kawasan tersebut merupakan dampak paling signifikan pengalihan fungsi akibat pembangunan Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang mengganggu rekonstruksi bentang alam.

Baca Juga:  Di Balik Isu Ekowisata Puncak, Tangisan Dedi Mulyadi Berakhir Tanpa Hasil?

“Jangan lupa Padalarang ini ada intervensi kegiatan kereta cepat yang mengalihfungsikan bentang alam yang terlewati oleh KCIC dan tentunya jika konstruksi bentang alam itu terganggu maka alam juga akan terganggu,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga menyebutkan faktor pembangunan di Kawasan Bandung Utara (KBU) menjadi kunci lainnya yang mengakibatkan perluasan banjir di Bandung.

Hal ini bisa dilihat dari runoff per musim hujan, jika ketika setiap tahun runoff tersebut tinggi artinya sangat signifikan bahwa kawasan hulu telah mengalami degradasi dari berbagai kegiatan yang bersifat mengalihfungsikan kawasan tersebut.

Baca Juga:  Soroti Penanganan Lambat, WALHI Jabar Ungkap Ancaman Tersembunyi di Balik Tumpahan Batu Bara Pangandaran

“KBU juga menjadi kata kunci selanjutnya, jika suatu kawasan yang berada di ketinggian terganggu bentang alamnya. Jika kawasan tersebut terus mengalami intervensi yang menimbulkan alih fungsi secara signifikan, tidak hanya menyebabkan pelepasan emisi yang bermuara pada krisis iklim, tapi juga runoff akan semakin tinggi dan itu berdampak pada bencana,” jelasnya.

Bahkawan menurut Iwang, jika banyak aktivitas yang tidak mengedepankan kaidah ekologis dan kaedah lingkungan akan memicu bencana dari patahan lembang.

“Jangan lupakan bahwa kawasan KBU itu berada pada patahan lembang, ketika misal terjadi aktivitas yang tidak mengedepankan kaidah ekologis dan kaedah lingkungan, maka tidak menutup kemungkinan akan membawa bencana tidak kita harapkan,” ucapnya.

Baca Juga:  Rusak Fungsi Konservasi, Walhi Jabar Desak Pemerintah Hentikan Izin Pembangunan di Daerah KBB

Iwang menyebut hal ini disebabkan oleh sikap pemerintah yang tidak tegas melakukan proses pengawasan yang tertuang dalam dokumen RTRW.

“Artinya pemerintah tidak mengedepankan pola ruang dengan kegiatan-kegiatan yang tidak memperhatikan daya dukung lingkungan di satu kawasan, karen faktanya zona-zona yang bukan peruntukannya itu terbangu, dan tidak ditertibkan oleh pemerintah, sehingga proses pengawasan yang tertuang dalam dokumen RTRW tidak dicanangkan dengan baik,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

pembangunan Walhi Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Aksi di DPRD Jabar, HMI Bandung Tegaskan Gerakan Ekstra Parlementer Adalah Gerakan Rakyat

Pajak

Uang Kita ke Mana? Menilik Pidato Hashim yang Jadikan Tukang Cukur hingga Warteg Target Pajak Baru

Terpopuler
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.