Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gondrong Pakai Bando dan Ngopi di Warung, Karier Sepak Bola Evan Dimas Sudah Habis?

Minggu, 14 Juni 2026 20:51 WIB

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Minggu, 14 Juni 2026 19:00 WIB

Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?

Minggu, 14 Juni 2026 18:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gondrong Pakai Bando dan Ngopi di Warung, Karier Sepak Bola Evan Dimas Sudah Habis?
  • Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama
  • Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?
  • Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini
  • Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Paparkan soal Indikator Capaian Pembangunan, Rachmat Pambudy Dipuji Akademisi

By Putra JuangSabtu, 16 November 2024 16:23 WIB3 Mins Read
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy. ANTARA/HO-Bappenas
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemaparan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah menarik perhatian publik, pada Selasa (12/11/2024).

Interpretasi atas paparan tersebut telah berubah menjadi diskusi luas tentang kinerja pemerintahan sebelumnya. Dalam presentasinya, Rachmat Pambudy memberikan penjelasan detail tentang indikator-indikator capaian pembangunan.

Dosen di Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Dr. Broto Wardoyo mereaksi paparan tersebut sebagai contoh transparansi yang positif. Menurutnya, hal ini menunjukkan kemauan untuk membangun kebijakan berdasarkan data yang akurat.

“Dalam banyak kasus, data yang diterbitkan oleh beberapa lembaga pemerintah tidak sepenuhnya akurat. Kebutuhan untuk menampilkan capaian kinerja yang baik seringkali mendorong publikasi data yang tidak sepenuhnya tepat. Karena itu, baik adanya jika pemerintah memaparkan data secara apa adanya tanpa ditutup-tutupi,” kata Broto dalam keterangannya, Sabtu (16/11/2024).

Baca Juga:  Keberadaan Ahmad Sahroni Masih Misterius, Benarkah Ada di Luar Negeri?

Dosen Ilmu Politik dari Universitas Bakrie, Yudha Kurniawan juga memaparkan pandangan serupa. Yudha yang juga memimpin Laboratorium Ilmu Politik di Universitas Bakrie itu menyoroti tidak sinkronnya data-data yang dirilis oleh beberapa lembaga pemerintah dengan catatan kelompok epistemik.

“Terkadang data yang sama, misalnya tentang kapasitas pertahanan, tidak sinkron antara yang dikeluarkan oleh lembaga resmi dengan yang dirilis oleh think tank terkemuka seperti SIPRI,” ucap Yudha.

Lebih lanjut, Yudha mengatakan bahwa Rachmat Pambudy memiliki latar belakang sebagai akademisi dan tentu terbiasa memaparkan data apa adanya.

Menurutnya, hal tersebut bukan sebuah kelemahan, namun justru merupakan kekuatan di tengah banyaknya pencitraan yang memanfaatkan fabrikasi data.

Baca Juga:  Petahana Gugur, Atalia Praratya dan Melly Goeslaw Amankan Kursi DPR RI 

“Langkah transparan tersebut menunjukkan komitmen terhadap perencanaan pembangunan yang bertanggung jawab. Dalam proses pembangunan nasional, kejujuran data menjadi elemen vital untuk memastikan kebijakan yang dirumuskan memiliki dasar yang akurat dan dapat diandalkan. Mengakui adanya tantangan atau target yang belum tercapai bukan berarti menandakan kegagalan, melainkan menjadi ruang untuk perbaikan yang lebih terarah,” bebernya.

Hal ini diperkuat dengan keterangan resmi Kementerian PPN/Bappenas bertajuk “Pencapaian Kinerja Pembangunan RPJMN 2020–2024”. Di sana juga dijelaskan bahwa data yang dipresentasikan hanya mencakup sebagian kecil dari keseluruhan indikator pembangunan.

Dari 505 indikator yang dirancang, 19 indikator dievaluasi, dan 11 di antaranya diperkirakan tidak tercapai. Hal ini, menurut Kementerian, diklarifikasi sekali lagi, tidak dapat diartikan sebagai nilai buruk, melainkan bagian dari proses pembangunan yang bersifat kontinu dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Gibran Sebut Pembangunan IKN Berdampak bagi Indonesia Bagian Timur

Dalam membaca data pembangunan, penting untuk melihat keseluruhan konteks, termasuk capaian yang telah diraih selama kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Evaluasi ini justru menjadi bukti bahwa dengan nadanya beberapa target yang berhasil dicapai, meski ada ruang untuk perbaikan.

“Pembangunan nasional bukanlah proses instan, diperlukan evaluasi berkala untuk memperbaiki strategi dan kebijakan yang ada,” ucap Rachmat Pambudy.

Dengan pendekatan yang berbasis data dan transparansi, pemerintah dapat terus menyusun kebijakan yang lebih baik untuk menjawab tantangan di masa depan. Evaluasi seperti ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal menuju pembangunan yang semakin inklusif dan berkelanjutan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bappenas dosen DPR RI pembangunan Rachmat Pambudy
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.