Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi

Rabu, 4 November 2026 15:32 WIB

Jangan Klik! Tautan Isu Video Egar dan Fina Dijual Rp30 Ribu, Ini Modus Penipuannya

Rabu, 4 November 2026 15:05 WIB

Definisi Jilat Ludah Sendiri? Perubahan Drastis Vicky Prasetyo ke Raffi Ahmad Bikin Publik Curiga!

Rabu, 4 November 2026 13:53 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Jangan Klik! Tautan Isu Video Egar dan Fina Dijual Rp30 Ribu, Ini Modus Penipuannya
  • Definisi Jilat Ludah Sendiri? Perubahan Drastis Vicky Prasetyo ke Raffi Ahmad Bikin Publik Curiga!
  • 6 Tempat Makan Ramah Vegan dan Vegetarian di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan
  • 3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita
  • Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri
  • Cerai Tanpa Drama! Demian Aditya Kudeta Ultah DMS, Reuni Bareng Sara Wijayanto Diserbu Netizen!
  • BSU Kemnaker 2026 Cair Rp 900 Ribu! Cek Syarat dan Jadwal Transfernya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Paparkan soal Indikator Capaian Pembangunan, Rachmat Pambudy Dipuji Akademisi

By Putra JuangSabtu, 16 November 2024 16:23 WIB3 Mins Read
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy. ANTARA/HO-Bappenas
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemaparan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah menarik perhatian publik, pada Selasa (12/11/2024).

Interpretasi atas paparan tersebut telah berubah menjadi diskusi luas tentang kinerja pemerintahan sebelumnya. Dalam presentasinya, Rachmat Pambudy memberikan penjelasan detail tentang indikator-indikator capaian pembangunan.

Dosen di Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Dr. Broto Wardoyo mereaksi paparan tersebut sebagai contoh transparansi yang positif. Menurutnya, hal ini menunjukkan kemauan untuk membangun kebijakan berdasarkan data yang akurat.

“Dalam banyak kasus, data yang diterbitkan oleh beberapa lembaga pemerintah tidak sepenuhnya akurat. Kebutuhan untuk menampilkan capaian kinerja yang baik seringkali mendorong publikasi data yang tidak sepenuhnya tepat. Karena itu, baik adanya jika pemerintah memaparkan data secara apa adanya tanpa ditutup-tutupi,” kata Broto dalam keterangannya, Sabtu (16/11/2024).

Baca Juga:  DPR Kritik Pendidikan Tinggi Disebut Tertiary Education: Gak Nyambung Jek

Dosen Ilmu Politik dari Universitas Bakrie, Yudha Kurniawan juga memaparkan pandangan serupa. Yudha yang juga memimpin Laboratorium Ilmu Politik di Universitas Bakrie itu menyoroti tidak sinkronnya data-data yang dirilis oleh beberapa lembaga pemerintah dengan catatan kelompok epistemik.

“Terkadang data yang sama, misalnya tentang kapasitas pertahanan, tidak sinkron antara yang dikeluarkan oleh lembaga resmi dengan yang dirilis oleh think tank terkemuka seperti SIPRI,” ucap Yudha.

Lebih lanjut, Yudha mengatakan bahwa Rachmat Pambudy memiliki latar belakang sebagai akademisi dan tentu terbiasa memaparkan data apa adanya.

Menurutnya, hal tersebut bukan sebuah kelemahan, namun justru merupakan kekuatan di tengah banyaknya pencitraan yang memanfaatkan fabrikasi data.

Baca Juga:  DPR RI Resmi Setujui Naturalisasi Tiga Pemain Keturunan Indonesia

“Langkah transparan tersebut menunjukkan komitmen terhadap perencanaan pembangunan yang bertanggung jawab. Dalam proses pembangunan nasional, kejujuran data menjadi elemen vital untuk memastikan kebijakan yang dirumuskan memiliki dasar yang akurat dan dapat diandalkan. Mengakui adanya tantangan atau target yang belum tercapai bukan berarti menandakan kegagalan, melainkan menjadi ruang untuk perbaikan yang lebih terarah,” bebernya.

Hal ini diperkuat dengan keterangan resmi Kementerian PPN/Bappenas bertajuk “Pencapaian Kinerja Pembangunan RPJMN 2020–2024”. Di sana juga dijelaskan bahwa data yang dipresentasikan hanya mencakup sebagian kecil dari keseluruhan indikator pembangunan.

Dari 505 indikator yang dirancang, 19 indikator dievaluasi, dan 11 di antaranya diperkirakan tidak tercapai. Hal ini, menurut Kementerian, diklarifikasi sekali lagi, tidak dapat diartikan sebagai nilai buruk, melainkan bagian dari proses pembangunan yang bersifat kontinu dan berkelanjutan.

Baca Juga:  DPR RI Setujui Naturalisasi Tiga Pemain, Kevin Diks Siap Perkuat Timnas

Dalam membaca data pembangunan, penting untuk melihat keseluruhan konteks, termasuk capaian yang telah diraih selama kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Evaluasi ini justru menjadi bukti bahwa dengan nadanya beberapa target yang berhasil dicapai, meski ada ruang untuk perbaikan.

“Pembangunan nasional bukanlah proses instan, diperlukan evaluasi berkala untuk memperbaiki strategi dan kebijakan yang ada,” ucap Rachmat Pambudy.

Dengan pendekatan yang berbasis data dan transparansi, pemerintah dapat terus menyusun kebijakan yang lebih baik untuk menjawab tantangan di masa depan. Evaluasi seperti ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal menuju pembangunan yang semakin inklusif dan berkelanjutan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPR RI pembangunan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita

Presiden Prabowo Subianto.

Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.