Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026

Minggu, 1 November 2026 20:03 WIB

Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks

Minggu, 1 November 2026 19:41 WIB

Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati

Minggu, 1 November 2026 19:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026
  • Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks
  • Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati
  • Menalo Brace, Klok Gol Indah! Persib Tempel Ketat Persija
  • Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka
  • Persib Menggila! Unggul 3-0 atas Kalteng FC di Babak Pertama
  • Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution
  • Mutombo Absen, Persib Tak Mau Ambil Risiko Jelang Lawan Kalteng FC
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Wamentan Sudaryono Akui Ilmu Pertanian Didapat Hasil Diskusi Bareng Ayah

By Putra JuangSabtu, 27 Juli 2024 18:26 WIB2 Mins Read
Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sudaryono langsung tancap gas usai dilantik menjadi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI berkeliling mengamati potensi pertanian di daerah. Salah satu daerah yang dikunjungi yakni Kabupaten Bandung.

Dengan mengenakan pangsi dan iket, Sudaryono turun ke ladang untuk melihat hasil panen berbagai varietas dalam acara Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan.

Dirinya juga tak sungkan berbincang dengan masyarakat yang menampilkan beragam produk pertanian di area pameran.

Sudaryono mengaku, banyak berdiskusi dengan ayahnya yang juga keluarga petani asal Grobogan soal problematika yang dihadapi para petani.

“Menurut saya pernah (merasakan hidup sebagai petani) dan tahu itu penting. Saya merasa itu blessing, ya saya lahir dari keluarga seperti itu (petani). Oh, sering (berdiskusi), aku diteleponin terus. Ini kebetulan lagi di rumah. Jadi ya biasa dicurhati macam-macam ya,” kata Sudaryono, Sabtu (27/7/2024).

Baca Juga:  Hasilkan Omzet Rp3 Miliar, Polisi Berhasil Tangkap 5 Pelaku Transaksi Judol

Dengan latar belakang sebagai anak petani, ia banyak belajar dari ayahnya tentang beragam tantangan yang dihadapi petani. Menurutnya, memberikan edukasi pada petani tidak bisa hanya pemberian materi semata khususnya dalam penerapan inovasi teknologi dalam sistem pertanian.

“Kita ngerti susahnya, kita ngerti, paham bahwa pupuk itu harus ada, bibitnya harus benar, cara ngolahnya harus benar. Gak bisa kita main suruh, main perintah. Belum tentu jalan,” ucapnya.

Baca Juga:  Semarakkan Ramadhan, PT Mitra Citarum Air Biru Berbagi Takjil ke Masyarakat Sekitar

Sudaryono berkomitmen, untuk membuat para petani punya masa depan. Beragam program dilakukan mulai dari penerapan inovasi pertanian hingga mengejar target Swasembada pangan dalam dua tahun sesuai dengan target dari Presiden terpilih Prabowo Subianto.

“Swasembada 1 tahun, 2 tahun maksimal. Kita mau swasembada pangan,” tegasnya.

Sudaryono mengaku, hanya ingin fokus bekerja di tengah terpaan isu korupsi di Kementrian Pertanian.

“Kita sih yang jelas, yang lalu sudah ada yang nangani. Kita tidak mau larut dalam kesedihan. Ada banyak jutaan orang bergantung sama keputusan kita. Jadi kita tidak mau larut sama yang kemarin sudah ditangani oleh pihak berwenang. Apapun kebutuhan pihak berwenang kita siap bantu dalam hal penuntasan kasus dan lain-lain,” tuturnya.

Baca Juga:  Jangan Lewatkan Beragam Kegiatan Menarik pada HUT Kabupaten Bandung ke-383

Saat ini, Sudaryono hanya memprioritaskan bagaimana petani di Indonesia bisa hidup sejahtera.

“Yang jelas yang sekarang ada tim Kementerian Pertanian ini. Saya khususnya karena jadi Wamen baru, kita semangatin, kita tatap ke depan karena ada jutaan orang yang mohon maaf, susah, senang, sejahatara, makan cukup, nggak makan cukup. Hidupnya, hidup matinya tergantung oleh keputusan kita. Kita fokus pada petani, kita fokus pada swasembada, kita fokus pada visi, pada tujuan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kabupaten Bandung pertanian petani
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks

Ilustrasi video syur

Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka

Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution

Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih

Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.