Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Kuliner Kekinian, 5 Tempat Makan Legendaris Bandung Ini Wajib Dicoba

Jumat, 18 September 2026 11:32 WIB

Seribu Persen Siap! Kisah Debut Ikwan Ali Tanamal Saat Persib Bungkam FC Seoul

Jumat, 18 September 2026 11:02 WIB
gempa

Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm

Jumat, 18 September 2026 10:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Kuliner Kekinian, 5 Tempat Makan Legendaris Bandung Ini Wajib Dicoba
  • Seribu Persen Siap! Kisah Debut Ikwan Ali Tanamal Saat Persib Bungkam FC Seoul
  • Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm
  • Persib Ditunggu Persijap di Jepara, Ini Jadwal Lengkap Pekan Ketiga Super League
  • Sanksi Berat Menanti Persija Usai Bungkam Persib: Terusir dari Jakarta dan Denda Ratusan Juta!
  • Jalan Terakhir Sang Pengantar Kehidupan: Kisah Nyata Aris Sanda yang Mengiris Hati
  • 10 Destinasi Wisata Pilihan di Bandung Barat untuk Liburan Keluarga
  • Statistik Bicara! Teja Paku Alam Pimpin Rating Pemain Persib vs FC Seoul
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral Warga Bawa Pasien Pakai Odong-odong, Begini Penjelasan Camat Solokanjeruk

By Aga GustianaSelasa, 14 Oktober 2025 14:29 WIB2 Mins Read
Viral warga Solokanjeruk angkut pasien pakai odong-odong. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id –Sebuah video yang menampilkan seorang pria marah karena harus mengantar pasien menggunakan mobil odong-odong menjadi viral di media sosial pada Senin (13/10/2025) malam. Pria itu menyatakan kecewa karena ambulans desa tidak digunakan untuk pasien yang sakit.

Dalam rekaman, ia menyoroti pelayanan pemerintah Desa Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, dan menilai pihak desa abai terhadap warganya.

“Padahal mobil ambulans desa ada terparkir, tapi pihak desa bilang tidak ada,” ujarnya. Ia bahkan meminta Bupati Bandung Dadang Supriatna turun tangan memeriksa pelayanan desa.

Menanggapi kejadian tersebut, Camat Solokanjeruk, Rahmatullah Mukti Prabowo, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Minggu (12/10) malam dan disebabkan miskomunikasi antara warga dan pihak desa.

Baca Juga:  Jelajah Gempol, Surga Kuliner Bandung dengan Paduan Tradisional dan Modern

“Iya, salah paham. Ini hanya miskomunikasi saja, mungkin dalam hal pewaktuan. Operator ambulans butuh waktu untuk persiapan, sedangkan pasien perlu segera dibawa,” katanya, Selasa (14/10/2025).

Rahmatullah menambahkan, yang datang ke kantor desa untuk meminta ambulans adalah Ketua RT setempat. Namun karena sopir ambulans tidak ada di tempat dan kondisi mendesak, pasien akhirnya dibawa menggunakan kendaraan odong-odong milik keluarga.

“Sebenarnya selama ini pelayanan desa responsif. Yang jauh saja dijemput, apalagi yang dekat,” ujarnya.

Baca Juga:  Skatepark Bukan Playground! Ibu Ini Tak Terima Ditegur Padahal Anaknya Nyaris Tertabrak!

Ia menjelaskan bahwa mobil ambulans desa saat itu sedang digunakan untuk membantu warga lain. Pasien yang dibawa dengan odong-odong diketahui mengalami demam dan lemas setelah mengikuti kegiatan pramuka.

“Waktu kejadian mungkin bapaknya panik. Mobil ambulans juga sedang dipakai. Akhirnya karena kondisi darurat, pasien langsung dibawa ke Rumah Sakit Ebah di Majalaya pakai odong-odong,” jelas Rahmatullah.

Pihak desa segera melakukan mediasi antara keluarga pasien dan perangkat desa pada Senin malam.

“Kemarin malam langsung selesai pas setelah mediasi. Dari pihak desa juga sudah minta maaf atas kesalahan yang terjadi, dan Pak Ara-nya juga minta maaf. Intinya cuma salah komunikasi,” kata Rahmatullah.

Baca Juga:  Rayakan Libur Tahun Baru dengan Berbelanja di Grammars, Destinasi Santai dan Penuh Inspirasi di Bandung

Rahmatullah menegaskan, pelayanan desa selama ini cukup sigap. Ia mencontohkan kasus warga Solokanjeruk yang tenggelam di Pantai Santolo, di mana ambulans desa menjemput hingga ke rumah sakit dan membantu proses pemulangan jenazah.

Bupati Bandung Dadang Supriatna pun telah menghubungi pihak kecamatan dan meminta agar kejadian ini ditelusuri serta segera ditindaklanjuti.

“Insya Allah jadi pelajaran bagi Desa Solokanjeruk dan desa-desa lainnya, terutama terkait masalah komunikasi,” pungkas Rahmatullah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

gempa

Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm

Jalan Terakhir Sang Pengantar Kehidupan: Kisah Nyata Aris Sanda yang Mengiris Hati

Ilustrasi gempa

Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini

Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali

pembunuhan

Cuma Gegara Rp600 Ribu? Rekonstruksi Ungkap Detik-Detik Kasus Handi di Sumedang

Terbongkar! Kakak Beradik Produksi Uang Palsu hingga Rp1 Miliar di Kabupaten Bandung

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.