Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Kode Redeem FF

Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini 4 Agustus 2026: Peti Senjata, Emote, Diamond Royale Menanti!

Selasa, 4 Agustus 2026 10:32 WIB

JOHN HERDMAN SALAH STRATEGI?! Terlalu Pede, Timnas Indonesia Dipermalukan Vietnam di Rumah Sendiri!

Selasa, 4 Agustus 2026 10:02 WIB

Persib dan Persija Adu Otot Rebut Tiket Final Piala Presiden 2026 Sore Ini

Selasa, 4 Agustus 2026 09:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini 4 Agustus 2026: Peti Senjata, Emote, Diamond Royale Menanti!
  • JOHN HERDMAN SALAH STRATEGI?! Terlalu Pede, Timnas Indonesia Dipermalukan Vietnam di Rumah Sendiri!
  • Persib dan Persija Adu Otot Rebut Tiket Final Piala Presiden 2026 Sore Ini
  • Semifinal Piala Presiden 2026: Persib Waspadai Lemparan Jauh Pratama Arhan
  • KDS Pilih Hormati Proses Hukum, Pengamat: Hasil Kerja Lebih Kuat dari Seribu Bantahan
  • Menembus Badai Disrupsi, Bukamata.id Rayakan HUT ke-3 dengan Semangat ‘Berani Berbeda, Tetap Beretika’
  • Klasemen Grup A Piala AFF 2026: Indonesia Turun ke Posisi 3 Usai Dihajar Vietnam 0-3
  • Mau Investasi Emas? Ini Daftar Harga Emas Antam Hari Ini 4 Agustus 2026 Lengkap
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 4 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral Warga Bawa Pasien Pakai Odong-odong, Begini Penjelasan Camat Solokanjeruk

By Aga GustianaSelasa, 14 Oktober 2025 14:29 WIB2 Mins Read
Viral warga Solokanjeruk angkut pasien pakai odong-odong. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id –Sebuah video yang menampilkan seorang pria marah karena harus mengantar pasien menggunakan mobil odong-odong menjadi viral di media sosial pada Senin (13/10/2025) malam. Pria itu menyatakan kecewa karena ambulans desa tidak digunakan untuk pasien yang sakit.

Dalam rekaman, ia menyoroti pelayanan pemerintah Desa Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, dan menilai pihak desa abai terhadap warganya.

“Padahal mobil ambulans desa ada terparkir, tapi pihak desa bilang tidak ada,” ujarnya. Ia bahkan meminta Bupati Bandung Dadang Supriatna turun tangan memeriksa pelayanan desa.

Menanggapi kejadian tersebut, Camat Solokanjeruk, Rahmatullah Mukti Prabowo, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Minggu (12/10) malam dan disebabkan miskomunikasi antara warga dan pihak desa.

“Iya, salah paham. Ini hanya miskomunikasi saja, mungkin dalam hal pewaktuan. Operator ambulans butuh waktu untuk persiapan, sedangkan pasien perlu segera dibawa,” katanya, Selasa (14/10/2025).

Rahmatullah menambahkan, yang datang ke kantor desa untuk meminta ambulans adalah Ketua RT setempat. Namun karena sopir ambulans tidak ada di tempat dan kondisi mendesak, pasien akhirnya dibawa menggunakan kendaraan odong-odong milik keluarga.

“Sebenarnya selama ini pelayanan desa responsif. Yang jauh saja dijemput, apalagi yang dekat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa mobil ambulans desa saat itu sedang digunakan untuk membantu warga lain. Pasien yang dibawa dengan odong-odong diketahui mengalami demam dan lemas setelah mengikuti kegiatan pramuka.

“Waktu kejadian mungkin bapaknya panik. Mobil ambulans juga sedang dipakai. Akhirnya karena kondisi darurat, pasien langsung dibawa ke Rumah Sakit Ebah di Majalaya pakai odong-odong,” jelas Rahmatullah.

Pihak desa segera melakukan mediasi antara keluarga pasien dan perangkat desa pada Senin malam.

“Kemarin malam langsung selesai pas setelah mediasi. Dari pihak desa juga sudah minta maaf atas kesalahan yang terjadi, dan Pak Ara-nya juga minta maaf. Intinya cuma salah komunikasi,” kata Rahmatullah.

Rahmatullah menegaskan, pelayanan desa selama ini cukup sigap. Ia mencontohkan kasus warga Solokanjeruk yang tenggelam di Pantai Santolo, di mana ambulans desa menjemput hingga ke rumah sakit dan membantu proses pemulangan jenazah.

Bupati Bandung Dadang Supriatna pun telah menghubungi pihak kecamatan dan meminta agar kejadian ini ditelusuri serta segera ditindaklanjuti.

“Insya Allah jadi pelajaran bagi Desa Solokanjeruk dan desa-desa lainnya, terutama terkait masalah komunikasi,” pungkas Rahmatullah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ambulans desa bandung Solokanjeruk viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

KDS Pilih Hormati Proses Hukum, Pengamat: Hasil Kerja Lebih Kuat dari Seribu Bantahan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Agustus 2026 Cair! Cek Daftar Bantuan yang Masuk Rekening, Ada PKH hingga Beras 10 Kg

Padang Dikepung Banjir Bandang: Ratusan Rumah Terendam, Warga Dievakuasi Dini Hari

Dedi Mulyadi Pastikan Gasibu Siap untuk Upacara HUT Ke-81 RI, Penataan Ditarget Rampung 10 Agustus

Dedi Mulyadi Desak Bersih-bersih Internal Pemkot Bandung, ASN Lalai Awasi Penebangan Pohon Harus Disanksi

Owner Padela Bantah Lapangannya Berisik: Sudah Pasang Peredam, Warga Lain Tak Ada yang Komplain

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Timnas Indonesia Bungkam Timor Leste dan Kuasai Puncak Klasemen Piala AFF 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.