bukamata.id – Sebuah unggahan dari akun Instagram @blackraven.id menjadi perbincangan di media sosial setelah menyoroti dugaan dampak aktivitas penambangan gunung di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Video yang diunggah tersebut menampilkan kondisi kawasan perbukitan yang tampak dikeruk menggunakan alat berat, disertai narasi yang mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap keluhan warga.
Unggahan itu menyebut masyarakat sekitar telah lama merasakan berbagai dampak lingkungan dan sosial akibat aktivitas penambangan. Mulai dari berkurangnya sumber air bersih, polusi debu, hingga meningkatnya potensi bencana alam.
Dalam keterangan unggahannya, akun tersebut menuliskan:
“MENUNGGU BENCANA ALAM DATANG! Gunung-gunung dibabat dan dikeruk dengan brutal tanpa ampun oleh mesin.”
Akun tersebut kemudian merinci sejumlah dampak yang diklaim dirasakan warga, di antaranya:
- Air untuk warga disebut mulai surut.
- Anak-anak diklaim mengalami gangguan saluran pernapasan akibat debu.
- Warga terdampak polusi udara.
- Potensi bencana alam dinilai semakin tinggi.
- Suhu lingkungan sekitar menjadi lebih panas.
- Jalanan disebut rusak dan licin akibat pasir yang berjatuhan dari truk tanpa penutup terpal.
- Antrean truk di tanjakan dinilai meningkatkan risiko kecelakaan serta kemacetan karena kendaraan mogok atau mengalami kerusakan.
Minta Pemerintah Daerah Turun Tangan
Melalui unggahan tersebut, pemilik akun juga mengajak warganet untuk menandai akun media sosial Bupati Sumedang, Wakil Bupati Sumedang, hingga Gubernur Jawa Barat agar persoalan tersebut mendapat perhatian.
“Ada yang tahu IG Bupati atau Wakil Bupati Sumedang? Atau dinas-dinas terkait? Boleh tolong di-tag. Kalau enggak digubris juga, tolong sekalian KDM, gubernurnya. Apakah bisa menolong warganya yang menderita ini?” tulis akun tersebut.
Tulisan dalam Video Jadi Sorotan
Selain narasi pada kolom keterangan, video itu juga memuat sejumlah tulisan yang mengkritik respons pemerintah terhadap persoalan tersebut.
Dalam video tertulis kalimat:
“Pejabat setempat tutup mata, tutup telinga dan tutup mulut?”
Video itu juga menyebut kondisi tersebut sebagai pemandangan mengkhawatirkan di salah satu wilayah Kabupaten Sumedang.
Narasi dalam video mengklaim bahwa masyarakat sekitar terdampak polusi, sementara anak-anak mengalami gangguan pernapasan akibat debu yang ditimbulkan aktivitas penambangan.
Warganet Ramai Berkomentar
Unggahan tersebut pun menuai banyak respons dari warganet.
“Mengerikan pisan inimah dok,” tulis akun @ind***
“Up terus mang, sugan we didenge kunu di luhur,” tulis akun @gul***
“Nungguan azab na weh ieu mah,” tulis akun @riz***
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sumedang maupun instansi terkait mengenai klaim yang disampaikan dalam unggahan tersebut. Bukamata.id masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi dan penjelasan lebih lanjut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










