Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Usai Gagal Juara Piala Presiden, Persib Langsung Tancap Gas di Bali demi Misi Besar ACL Two

Jumat, 7 Agustus 2026 17:02 WIB

Viral Cibir Pasien BPJS Sebelum Meninggal, RSUD Cicalengka Resmi Nonaktifkan Oknum Nakes

Jumat, 7 Agustus 2026 16:02 WIB

Laga Hidup Mati! Timnas Indonesia Ditantang Singapura, Mampukah Ulangi Keajaiban Piala AFF 2020?

Jumat, 7 Agustus 2026 15:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Usai Gagal Juara Piala Presiden, Persib Langsung Tancap Gas di Bali demi Misi Besar ACL Two
  • Viral Cibir Pasien BPJS Sebelum Meninggal, RSUD Cicalengka Resmi Nonaktifkan Oknum Nakes
  • Laga Hidup Mati! Timnas Indonesia Ditantang Singapura, Mampukah Ulangi Keajaiban Piala AFF 2020?
  • Ratukan Istri dengan 30 ART Hingga Dituduh Pamer Mewah, Ini Sumber Kekayaan Ustaz Riza Muhammad yang Bikin Geger!
  • Kode Redeem FC Mobile 7 Agustus 2026 Keluar! Klaim 1.000 Gems dan 100 Rank Up Tokens Gratis
  • Jadwal Lengkap Persib di Dewata Challenge Series 2026, Ujian Baru Lawan Sabah FC
  • Persebaya Kantongi Rp8,5 Miliar Usai Juara Piala Presiden 2026, Persib Dapat Berapa?
  • Kasus Pohon Jalan Riau Naik ke Ranah Pidana, Videotron Disegel dan ASN Ikut Diperiksa
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 7 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Waspada Rabies: Ancaman Mematikan dari Hewan, Kenali Gejala dan Pencegahannya

By Aga GustianaSabtu, 3 Mei 2025 09:10 WIB2 Mins Read
Vaksin Rabies dan Sterilisasi Kucing Liar Gratis di Bandung. (Foto: Humas Pemkot Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di antara berbagai virus yang mengintai kesehatan manusia, rabies menempati posisi khusus sebagai salah satu yang paling mematikan. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang ditularkan dari hewan ke manusia, dan sering kali berujung fatal jika tidak segera ditangani.

Apa Itu Rabies dan Bagaimana Penularannya?

Rabies adalah infeksi virus yang menyerang sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan kematian. Penularan umumnya terjadi melalui air liur hewan yang terinfeksi, terutama lewat gigitan. Namun dalam beberapa kasus langka, virus juga bisa menyebar jika air liur hewan masuk ke luka terbuka atau selaput lendir, seperti mata dan mulut—misalnya jika hewan menjilati luka manusia.

Hewan pembawa virus rabies paling umum termasuk kelelawar, rubah, rakun, sigung, dan anjing liar, terutama di negara-negara berkembang di mana vaksinasi hewan masih terbatas.

Gejala Awal Mirip Flu, Tapi Bisa Berujung Kematian

Gejala rabies biasanya muncul dalam beberapa hari hingga minggu setelah terpapar, dan kerap menyerupai flu biasa. Namun, penyakit ini dapat berkembang dengan cepat menjadi kondisi yang sangat serius. Dikutip dari Mayo Clinic, berikut ini adalah gejala yang harus diwaspadai:

  • Demam dan sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Agitasi, kecemasan, dan kebingungan
  • Hiperaktivitas dan insomnia
  • Kesulitan menelan dan air liur berlebihan
  • Halusinasi dan kelumpuhan parsial
  • Ketakutan terhadap hembusan angin atau air (hydrophobia)

Salah satu gejala paling khas pada stadium lanjut rabies adalah hydrophobia, atau ketakutan pada air. Ini terjadi karena rabies menyebabkan kejang otot tenggorokan saat pasien mencoba menelan, sehingga minum air menjadi menyakitkan dan ditakuti, meskipun pasien mengalami dehidrasi parah.

Mengapa Rabies Begitu Mematikan?

Rabies hampir selalu berakibat fatal setelah gejala muncul. Pasien yang memasuki fase koma akibat infeksi biasanya meninggal dalam waktu 2–3 hari, dan pada tahap ini, terapi suportif pun jarang berhasil menyelamatkan nyawa.

Langkah Pencegahan Sangat Penting

Mengingat betapa cepat dan mematikannya rabies, pencegahan adalah langkah paling efektif. Salah satu cara paling ampuh adalah vaksinasi rabies pada hewan peliharaan. Selain itu, beberapa langkah penting setelah terpapar virus meliputi:

  • Mencuci luka gigitan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 15 menit
  • Membersihkan dan membalut luka dengan benar
  • Pemberian vaksin rabies sesegera mungkin
  • Penyuntikan antibodi rabies langsung ke luka gigitan

Orang dengan risiko tinggi—seperti dokter hewan, peneliti laboratorium, atau mereka yang sering bepergian ke daerah dengan kasus rabies tinggi—juga disarankan untuk mendapatkan vaksin rabies secara preventif.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

hewan infeksi Penyakit rabies
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ratukan Istri dengan 30 ART Hingga Dituduh Pamer Mewah, Ini Sumber Kekayaan Ustaz Riza Muhammad yang Bikin Geger!

Kode Redeem FC Mobile 7 Agustus 2026 Keluar! Klaim 1.000 Gems dan 100 Rank Up Tokens Gratis

Fasih 3 Bahasa di Usia Hampir Seabad! Kisah Rahasia Oma Phonie Yang Bikin Warganet Syok

Sering Keliru, Begini Aturan Baku Menulis Ucapan HUT RI ke-81 Agar Tidak Salah Kaprah

Harga Emas Antam Hari Ini 7 Agustus 2026 Turun Rp29.000, Simak Daftar Lengkapnya

Update Bansos BPNT Tahap 3: Dana Rp600 Ribu Cair, Begini Cara Cek Statusnya di HP

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Perdana di Kota Kembang, Gerai Busana Muslim Syareeva Resmi Beroperasi dengan Aturan Khusus Wanita
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.