Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 06:29 WIB

Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima

Sabtu, 1 Agustus 2026 06:00 WIB

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Sabtu, 1 Agustus 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026
  • Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima
  • Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen
  • Screenshot DM Instagram Bisa Ketahuan? Ini Rahasia Notifikasi yang Wajib Diketahui Pengguna
  • Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis 1 Agustus 2026: Manfaatkan Peluang Cuan Hari Ini
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 1 Agustus 2026, Buruan Ambil Hadiah Skin & Bundle Gratis
  • Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 1 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Yai Mim dan Suami Sahara Bersalaman, Konflik Mulai Mencair?

By Aga GustianaSenin, 6 Oktober 2025 10:24 WIB4 Mins Read
Yai Mim bertemu Agil dan suami Sahara, Shofwan. (Foto: Instagram Yai Mim)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Imam Muslimin atau Kiai Imim (Yai Mim), mantan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, membagikan momen dirinya bersalaman dengan Mohammad Shofwan, suami Nurul Sahara, tetangganya yang sempat berseteru dengannya.

Perseteruan Yai Mim dengan keluarga Sahara di Perumahan Joyogrand, Kota Malang, Jawa Timur, menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial. Dalam unggahan video Instagram pada Senin (10/6/2025), Yai Mim tampak mendatangi rumah Shofwan sambil membawa dua konblok. Ia mengenakan singlet putih dan sarung merah.

“Sudah di udara, sekarang di darat. Dengan rendah hati, Yai Mim minta maaf menindaklanjuti di Podcast Densu dan KDM,” tulisnya.

Sesampainya di depan rumah tetangga, ia menyapa beberapa orang yang sedang duduk di pos. “Mas Agil maaf ya, Mas Shofwan maaf ya,” ucapnya sambil mengulurkan tangan. Momen itu ditutup dengan salaman dan sedikit obrolan ringan soal mobil Sahara yang ternyata telah dijual. “Lama tak tinggal nambah bersih,” katanya.

Tangisan Yai Mim Usai Fitnah

Dalam kesempatan berbeda, Yai Mim menanggapi tuduhan pelecehan seksual yang dilayangkan Nurul Sahara. Ia dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai fitnah.

“Itu semua bohong dan fitnah,” kata Yai Mim dalam wawancara di kanal YouTube Uya Kuya, Sabtu (4/10/2025). Ia menjelaskan bahwa awal mula konflik hanya karena mobil rental milik Sahara diparkir tepat di depan pagar rumahnya sehingga menghalangi akses keluar masuk.

Sebagai penghafal Al-Qur’an, Yai Mim menegaskan tidak mungkin melakukan perbuatan tercela. “Saya itu penghafal Al Quran, saya tidak mungkin melakukan maksiat, kalau saya melakukan maksiat hilang Al Quran saya,” ujarnya.

Yai Mim kemudian menangis saat menceritakan dampak fitnah tersebut terhadap para santri dan mahasiswanya. “Saya punya santri dari Aceh sampai Papua, gimana perasaan mereka kalau kianya cabul coba, kalau sampe mereka percaya bagaimana?” katanya dengan suara terbata-bata.

Ia bahkan mengaku mengalami pengalaman menyakitkan saat mengajar. “Saya datang ke kelas, tak ada satupun mahasiswa yang datang, saya dosen,” ucapnya. “Saya WhatsApp tidak ada yang jawab, ternyata apa? Semuanya dihubungi orangtua mereka, jangan mau diajari Yai Mim ‘dosen cabul’,” imbuhnya sambil menangis.

Sang istri, Rosida Vignezvari, berusaha menenangkannya dengan mengelus punggungnya. Saat emosinya mereda, Yai Mim mengaku memilih tinggal di hotel di Jakarta dibanding pulang ke Malang. “Ini saya enggak mau pulang ke Malang, saya di Jakarta pindah dari hotel ke hotel, ingin apa? Ingin menghibur diri, sebenarnya uangnya enggak ada,” katanya. “Yang penting aku happy, dari pada pulang saya penat, diancam terus saya,” tambahnya.

Respons Emosional Nurul Sahara

Di sisi lain, Nurul Sahara mengaku sempat terpancing emosi terhadap Yai Mim. Dalam pertemuannya dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Sahara menyampaikan bahwa perlakuan Yai Mim membuatnya marah.

“Beliau sering menghina fisik saya, menghina fisik mas Shofwan, mohon maaf kayak babi hutan,” kata Sahara di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel. Ia juga menceritakan kejadian ketika putrinya yang berusia dua tahun diusir saat bermain di depan pagar rumah Yai Mim.

“Ketika anak saya nyentuh pagar dia hush..hush..najis..najis itu berulang bukan saya saja saksinya tapi banyak orang,” ungkapnya.

Sebagai seorang ibu, Sahara merasa tersakiti. Ia pun mengaku sempat mengejek Yai Mim dengan sebutan “Dugong” sebagai bentuk luapan emosi. “Saya tidak mampu saya sabar, lingkungan keras ya pak di Batam,” katanya. “Jadi kebawa emosi sampai bilang Dugong refleksi dari beliau, sebagai aksi balasan,” ucapnya.

Namun, Sahara menyadari kesalahannya dan menyampaikan permohonan maaf. “Itu sangat salah saya memohon maaf atas hal tersebut dan tidak layak saya ucapkan apalagi kepada seorang kyai,” ujarnya.

Gubernur Dedi Mulyadi pun berharap konflik antara dua tetangga tersebut bisa diselesaikan secara baik. “Kalau mau bertetangga, bertetangga yang baik, kalau mau berpisah, berpisah dengan baik,” katanya.

Proses Hukum Berlanjut

Sementara itu, agenda pemeriksaan Sahara sebagai saksi pelapor di Polresta Malang Kota yang semula dijadwalkan Jumat (3/10/2025) harus ditunda karena ia masih berada di luar kota. “Sedianya, hari ini pihak Sahara menjalani pemeriksaan pada pukul 10.00 WIB. Ia diperiksa sebagai saksi pelapor atas laporan yang dilakukan sebelumnya,” kata Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto.

Kuasa hukum Sahara, Moh Zakki, membenarkan permintaan penundaan tersebut. “Kemarin, kami menerima panggilan dari Polresta Malang Kota untuk klarifikasi. Namun karena kami ada di luar kota, jadi diundur. Kalau kami dapat panggilan kembali, akan kami kabari,” ujarnya

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Konflik Tetangga Mohammad Shofwan Nurul Sahara UIN Malang Yai Mim
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima

Screenshot DM Instagram Bisa Ketahuan? Ini Rahasia Notifikasi yang Wajib Diketahui Pengguna

Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Cara Klaim Saldo DANA Gratis 1 Agustus 2026: Manfaatkan Peluang Cuan Hari Ini

Game Free Fire

Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 1 Agustus 2026, Buruan Ambil Hadiah Skin & Bundle Gratis

Rekomendasi Batagor Terenak di Bandung 2026, Ada yang Bertahan Sejak Tahun 1970-an!

Cara Update Google Chrome di Windows, Android, dan iPhone, Cuma Butuh 1 Menit!

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.