Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026

Minggu, 1 November 2026 20:03 WIB

Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks

Minggu, 1 November 2026 19:41 WIB

Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati

Minggu, 1 November 2026 19:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026
  • Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks
  • Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati
  • Menalo Brace, Klok Gol Indah! Persib Tempel Ketat Persija
  • Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka
  • Persib Menggila! Unggul 3-0 atas Kalteng FC di Babak Pertama
  • Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution
  • Mutombo Absen, Persib Tak Mau Ambil Risiko Jelang Lawan Kalteng FC
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

10 Kasus Super Flu Ditemukan di Jabar, IDI Imbau Masyarakat Jangan Panik

By Aga GustianaJumat, 2 Januari 2026 12:43 WIB2 Mins Read
Ilustrasi virus Influenza. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Barat mengungkap adanya temuan kasus influenza varian H3N2 subclade K di daerahnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan whole genome sequencing, tercatat ada 10 orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut.

Meski demikian, IDI Jawa Barat menegaskan bahwa temuan itu bukan berasal dari pemantauan internal organisasi. Proses pemeriksaan dan pengumpulan data dilakukan langsung oleh Kementerian Kesehatan.

“Kalau data yang saya dapatkan sih di Jawa Barat itu ada 10 pasien yang diperiksa dan ternyata positif dari pemeriksaan whole genome sequencing,” kata Ketua IDI Jabar dr. Moh. Lutfhi pada Jumat (2/1/2025).

Soal lokasi penyebaran kasus, Lutfhi mengaku belum menerima laporan detail. Ia menyebutkan bahwa pemetaan wilayah dan surveilans epidemiologi sepenuhnya berada di bawah kewenangan instansi pemerintah.

Baca Juga:  Lewat Gerakan Level Up With Enervon Active, Puluhan Ribu Orang Antusias Realisasikan Ambisi di 2024

“Kita belum ada datanya ya, karena survei epidemiologi biasanya kan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Kesehatan,” katanya.

Lebih lanjut, Lutfhi meluruskan istilah “super flu” yang ramai digunakan di masyarakat. Menurutnya, sebutan tersebut tidak dikenal dalam terminologi medis. Kasus yang dimaksud sebenarnya termasuk dalam kategori influenza like illness (ILI), yakni kumpulan penyakit dengan gejala menyerupai influenza.

Ia menjelaskan bahwa ILI tidak selalu disebabkan oleh virus influenza saja, melainkan bisa berasal dari berbagai jenis virus lain.

Baca Juga:  Blunder Fatal? Niat Membantah, Anggota Dewan Malah Akui Bentak Dokter Icha

“Nah, ini bisa disebabkan oleh virus influenza sendiri atau virus lain ya, seperti rinovirus atau para influenza atau virus-virus yang lainnya,” terang Lutfhi.

Dalam konteks influenza, Lutfhi menyebut terdapat dua tipe utama yang selama ini umum beredar, yaitu H1N1 dan H3N2. Di Indonesia sendiri, tipe H3N2 tercatat sebagai penyebab yang paling sering ditemukan.

“Jadi sebetulnya H3N2 ini kan umum ya sebagai penyebab influenza dan tipe yang baru ini yang subclade K ini memang mutasi dari H3N2 tapi juga tidak lebih ekstrim gitu ya perubahannya ya hampir sama dengan virus yang lain,” terangnya.

Baca Juga:  Bapenda Jabar Siapkan Langkah Strategis Hadapi Tantangan Ekonomi Global

IDI Jawa Barat pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan. Dari sisi tingkat keparahan, virus ini dinilai tidak jauh berbeda dengan influenza pada umumnya, meskipun memiliki kemampuan penularan yang lebih cepat.

“Virus flu biasa saja sih sebetulnya. Tidak terlalu perlu dikhawatirkan seperti Covid gitu ya, berbeda sekali jenisnya. Dan dari sisi apakah bahaya atau tidak hampir sama dengan virus-virus lainnya. Hanya memang lebih cepat menular,” pungkas Lutfhi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kemenkes kesehatan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks

Ilustrasi video syur

Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka

Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution

Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih

Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah

Terpopuler
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
  • Badai Boikot Paling Parah? Fakta Mengejutkan Dibalik Hancurnya Rans Carnival 2026!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.