Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Dapatkan Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini, 30 Juli 2026: Cara Klaim Paling Mudah!

Kamis, 30 Juli 2026 02:00 WIB

Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up

Kamis, 30 Juli 2026 01:00 WIB

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Rabu, 29 Juli 2026 19:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dapatkan Saldo DANA Gratis Rp100.000 Hari Ini, 30 Juli 2026: Cara Klaim Paling Mudah!
  • Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
  • Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat
  • Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat
  • Garuda Siap Tempur! Indonesia Dapat Grup Panas Hadapi Malaysia hingga India di FIFA ASEAN Cup 2026
  • Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

10 Kasus Super Flu Ditemukan di Jabar, IDI Imbau Masyarakat Jangan Panik

By Aga GustianaJumat, 2 Januari 2026 12:43 WIB2 Mins Read
Ilustrasi virus Flu. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Barat mengungkap adanya temuan kasus influenza varian H3N2 subclade K di daerahnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan whole genome sequencing, tercatat ada 10 orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut.

Meski demikian, IDI Jawa Barat menegaskan bahwa temuan itu bukan berasal dari pemantauan internal organisasi. Proses pemeriksaan dan pengumpulan data dilakukan langsung oleh Kementerian Kesehatan.

“Kalau data yang saya dapatkan sih di Jawa Barat itu ada 10 pasien yang diperiksa dan ternyata positif dari pemeriksaan whole genome sequencing,” kata Ketua IDI Jabar dr. Moh. Lutfhi pada Jumat (2/1/2025).

Soal lokasi penyebaran kasus, Lutfhi mengaku belum menerima laporan detail. Ia menyebutkan bahwa pemetaan wilayah dan surveilans epidemiologi sepenuhnya berada di bawah kewenangan instansi pemerintah.

“Kita belum ada datanya ya, karena survei epidemiologi biasanya kan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Kesehatan,” katanya.

Lebih lanjut, Lutfhi meluruskan istilah “super flu” yang ramai digunakan di masyarakat. Menurutnya, sebutan tersebut tidak dikenal dalam terminologi medis. Kasus yang dimaksud sebenarnya termasuk dalam kategori influenza like illness (ILI), yakni kumpulan penyakit dengan gejala menyerupai influenza.

Ia menjelaskan bahwa ILI tidak selalu disebabkan oleh virus influenza saja, melainkan bisa berasal dari berbagai jenis virus lain.

“Nah, ini bisa disebabkan oleh virus influenza sendiri atau virus lain ya, seperti rinovirus atau para influenza atau virus-virus yang lainnya,” terang Lutfhi.

Dalam konteks influenza, Lutfhi menyebut terdapat dua tipe utama yang selama ini umum beredar, yaitu H1N1 dan H3N2. Di Indonesia sendiri, tipe H3N2 tercatat sebagai penyebab yang paling sering ditemukan.

“Jadi sebetulnya H3N2 ini kan umum ya sebagai penyebab influenza dan tipe yang baru ini yang subclade K ini memang mutasi dari H3N2 tapi juga tidak lebih ekstrim gitu ya perubahannya ya hampir sama dengan virus yang lain,” terangnya.

IDI Jawa Barat pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan. Dari sisi tingkat keparahan, virus ini dinilai tidak jauh berbeda dengan influenza pada umumnya, meskipun memiliki kemampuan penularan yang lebih cepat.

“Virus flu biasa saja sih sebetulnya. Tidak terlalu perlu dikhawatirkan seperti Covid gitu ya, berbeda sekali jenisnya. Dan dari sisi apakah bahaya atau tidak hampir sama dengan virus-virus lainnya. Hanya memang lebih cepat menular,” pungkas Lutfhi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

flu H3N2 IDI Jawa Barat influenza subclade K Kemenkes kesehatan super flu virus flu wabah flu
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Babak Baru Kasus Taufik Hidayat, Kejati Jabar Ungkap Alasan Berkas Belum Bisa Dilanjutkan

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.